Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
64.tangisan Syeril


__ADS_3

seharian ini Syeril hanya merenung sembari melihat kendaraan yang hilir mudik dari jendela apartemen Yarga


ia merasa sangat malu untuk bertemu dengan orang lain


ia bisa saja memasang senyum yang semanis madu dihadapan orang tapi jika sedang sendirian rasa pilu yang selalu keluar dari hatinya


bahkan senyuman itu raib tak berbekas yang tersisa hanyalah wajah sendu


tring ( notifikasi ponsel Syeril menandakan pesan masuk )


*ril kata pak Yarga kamu sakit lagi ya ?* pesa dari Vanya


* iya mba , maaf ya aku jadi gak bisa bantuin mba * Syeril membalasnya


* aduh kamu itu ngomong apa sih , gak apa-apa yang penting kamu cepat sembuh ril * balasan dari Vanya membuat hati Syeril berdenyut nyeri


' hati dan mental ku yang sakit mba , bukan fisik ku ' gumam Syeril


tok tok tok (ketukan pintu )


" nak boleh mami masuk ?" tanya Ratna


" boleh mi " Syeril langsung berjalan mendekati pintu


" kamu sedang apa nak ? " tanya Ratna


" ya .. ngeliat mobil lalu lalang aja sih mi .. " ucap Syeril seadanya


" nak ada tamu untuk kamu " ucap Ratna


" siapa mi ?" tanya Syeril


" Syeril " ucap Susan


" bu Susan " Syeril langsung berhambur untuk memeluk Susan


" sudah nak , semua sudah terjadi semua akan baik-baik saja .. percaya sama ibu " ucap Susan


Daniel sengaja mengundang Susan untuk datang kemari karena Syeril pasti membutuhkan seorang untuk berkeluh kesah sekarang


bukan Daniel tidak percaya pada Ratna tapi ia merasa bahwa Syeril sekarang masih menyimpan sedikit rasa kecewa pada mereka termasuk dirinya juga


melihat Syeril dan Susan yang kini saling berpelukan membuat Ratna sadar diri dan tidak ingin mengganggu mereka ia keluar dari sana dan memberikan mereka waktu


" bu .. aku harus bagaimana ?" tanya Syeril tangis sedari tadi di pendam kini tumpah juga


" kamu hanya bisa mengikuti takdir nak , biarkan tuan Muda Yarga bertanggung jawab padamu " ucap Susan memberikan pengertian


" tapi bu .. gimana aku harus bilang ke keluarga ku yang di desa " ucap Syeril


" kamu gak perlu khawatir nak , tuan Daniel akan mengurusnya " Susan menenangkan Syeril


" bu .. aku sudah kotor bu " Syeril tersedu


" yang sabar nak, kamu kuat , kamu tangguh menghadapi semuanya .. turuti jalannya nak , apa yang terjadi pasti ada hikmahnya nak" Susan mengusap punggung Syeril dan membiarkan Syeril menumpahkan isi hatinya


' mereka tidak tahu seperti apa sebenarnya aku ini .. hiks hiks .. kalau mereka tahu aku ini orang yang cacat mentalnya apa mereka masih mau mempertahankan aku ?? pasti yang ada aku langsung dibuang !!! ' batin Syeril


cukup lama Syeril menangis , karena kelelahan dia pun tertidur Susan puu menyelimuti Syeril dan keluar dari kamar itu

__ADS_1


" apa dia sudah lebih baik ?" tanya Ratna


" saya pikir begitu nyonya , mungkin untuk besok dia baru bisa menerima semuanya " jawab Susan


" terimakasih kamu sudah mau datang kesini Susan " Ratna berterima kasih dengan tulus


" itu memang seharusnya nyonya , walau bagaimanapun pun ia juga sudah saya anggap seperti anak sendiri " ucap Susan


" kita harus cepat menikahkan mereka " ucap Daniel membuat semua mata tertuju padanya


" iya pi , tapi kita harus mendiskusikan dengan Yarga juga" ucap Ratna


" tuan, kalau boleh saya beri saran lebih baik tumbuhkan dulu kedekatan antara mereka " ucap Susan


" sekiranya berikan waktu 1 Minggu agar mereka bisa menerima satu sama lain nantinya " sambung Susan


" iya pi, Susan ada benarnya bisa aja kan kalau sekarang Syeril tuh trauma pada Yarga " ucap Ratna


" mi, yang harus dikasih pengertian tuh Yarga .. bisa gak dia lebih hangat pada Syeril nanti , bisa gak anak itu menurunkan gengsinya itu " ucap Daniel


" papi bener .. " Ratna membenarkan


" papi yakin sekarang dia sedang memikirkan kejadian semalam .. cih pasti muka temboknya itu gak berubah bikin kesel aja " cibir Daniel


di perusahaan Sanjaya


benar apa kata Daniel ,Yarga kini sedang memikirkan kejadian semalam , bahkan di ruang meeting saat ini pikirannya entah kemana


beruntung mukanya yang datar tidak mempengaruhi pandangan orang-orang


" jadi pak , ini hasil akhirnya " Manajer pemasaran menunjukkan hasil akhirnya


' Yarga kenapa sih ?? kumat lagi ?? dasar bujang ini ' batin Jimy


" oke meeting sekarang selesai, untuk hasil akhirnya tolong kirimkan ke ruangan saya biar saya cek ulang untuk diberikan kepada pak Yarga " ucap Jimy


semua orang sudah keluar dari ruangan meeting


" meeting sudah selesai ?" tanya Yarga ketika melihat semua orang sudah keluar


" sudah , kamu kenapa sih Yar ? apa karena Syeril gak masuk lagi ? katanya dia sakit sakit apa sih ?" tanya Jimy


mendengar nama Syeril pipi Yarga langsung memerah karena mengingat kejadian semalam


' ada yang tidak beres dengan otak ku !! kenapa aku selalu mengingat kejadian semalam .. seperti masih terasa hangat dan lembutnya dekapan kami .. dan rasa itu .. hussshhhhh fokus Yarga .. ini kantor ' batin Yarga


' dia kenapa sih ? kesambet apa sih ??' batin Jimy


" Yar ?? kamu gak kesambet kan ?? " tanya Jimy


" aku waras Jim .. " ucap Yarga


" ya sudah ayok kita kembali ke ruangan kita " Jimy dan Yarga pun kembali ke ruangan mereka


tring (suara pesan )


* nak, kalau bisa pulanglah lebih awal , kita harus bicara * pesan dari Ratna


* iya mi .. 1 jam lagi * balas Yarga

__ADS_1


tok tok tok ( pintu di ketuk )


"masuk" ucap Yarga


" pak ada yang harus anda tanda tangani " Vanya berjalan sembari membawa bebera map


Yarga menerimanya dan mulai menandatangani


" Van " ucap Yarga


" iya pak " jawab Vanya


" kalau kita buat salah pada perempuan apa yang harus kita lakukan ?" tanya Yarga


" tergantung pak , salahnya besar apa enggak " jawab Vanya


" tapi pak , perempuan tuh asalkan lelaki nya meminta maaf dengan tulus nanti juga gak marah lagi " ucap Vanya


" biasanya kita harus memberi hadiah atau apa gitu ?" tanya Yarga lagi


" kalau hadiah poin plus pak , tapi gak terlalu ngaruh .. apalagi cewek yang seperti Syeril " Vanya sengaja ngomong gitu


" iya sih " sadar karena sedang di kerjai Vanya Yarga langsung menyuruhnya pergi


" pergi dari ruangan saya !!! " Yarga mengusir Vanya


" loh saya salah ngomong ya pak , bukan Syeril ??" Vanya malah memancing emosi Yarga


" apa kamu mau gajimu bulan ini aku potong !!!" ucap Yarga bagaikan petir disiang bolong


" jangan pak , maaf deh maaf .. saya gak akan mengulangi lagi " sesal Vanya


" pergi sana !!!" usir Yarga


Vanya pun keluar dari ruangan Yarga dengan muka yang ditekuk


' gajiku !!! hiks hiks .. dasar Vanya ceroboh sih .. lagian aku pikir kan pak Yarga tuh suka sama Syeril ' batin Vanya ia meneruskan pekerjaannya


satu jam telah berlalu Yarga langsung membereskan mejanya dan keluar dari ruangan


" bilang pada Jimy untuk handle meeting nanti sore ,, saya ada urusan keluarga " ucap Yarga pada Vanya


" iya pak , tapi pak ... " ucap Vanya


" apa ?" tanya Yarga


" soal gaji tadi .. jangan jadi dipotong ya " Vanya memohon


" baik , tapi kasih ide kado apa yang bagus untuk Syeril " ucap Yarga


" belikan perhiasan aja pak, gak perlu mahal yang penting bapak tulus memberikannya , biar lebih romantis lagi sekalian berikan bunga " ucap Vanya


" bunga ? " tanya Yarga


" iya pak , mawar merah bagus banget " Vanya meyakinkan


mendengar itu Yarga langsung bergegas pergi untuk mencari kado dan bunga


meninggalkan Vanya yang penuh dengan rasa penasaran

__ADS_1


' tuh kan bener pak Yarga tuh suka Syeril !! duhh alamat bonus 2 x lipat nih " batin Vanya


__ADS_2