
matahari pagi menyapa dua orang yang masih terlelap
mata cantik Syeril mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang masuk
" eungggghh " lenguhannya terdengar sangat samar
ia mencoba menggerakkan badannya untuk peregangan tapi yang dirasakan hanya rasa sakit di sekujur tubuhnya
tulangnya terasa remuk apalagi di bagian selangkangannya terasa amat sakit saat di gerakkan
" ssshhhh emmmm kok badanku pada sakit gini sih " gumam Syeril yang mana membangun Yarga
" kamu sudah bangun ? " tanya Yarga
mendengar ucapan Yarga Syeril langsung membelalakkan matanya
" kak Yarga ?" dia menoleh ke samping dilihatnya banyak bercak merah di tubuh Yarga belum lagi bekas gigitan dan cakaran di bahunya
" kamu sudah bangun ? kamu mau mandi atau mau makan ? " tanya Yarga
dia reflek melihat ke tubuhnya , dan benar saja ia langsung shock melihat dirinya tanpa sehelai benang pun
" ka-kak a-apa kita ?" ucapan Syeril terbata
Yarga menghembuskan nafas dengan berat ia mendekati Syeril dan memberikan pengertian padanya
"Syeril " ucap Yarga
" No !! jawab kak apa kita melakukannya ??" tanya Syeril dengan air mata yang mulai menganak di kedua matanya
" haahh iya , kita melakukannya tapi kamu ..." ucapan Yarga terpotong karena Syeril menjerit histeris
" aaaaaaaa aku kotor !!! aku sudah kotor !!! aku sudah ternoda !! gak !! gak mau gak !!! aku kotor !! hiks hiks aku kotor " Syeril menjambak -jambak rambutnya dan ia juga memukuli dirinya bahkan air matanya sudah tidak terbendung lagi sekarang
melihat hal itu Yarga langsung memeluk Syeril dan mencoba menenangkannya
" gak !!! pergi ... jauh .. jangan dekati aku aku benci kamu kak , kamu jahat padaku jahat !! jahat !! jahat !! aaaaaaaaaa " oceh Syeril dengan teriakannya
" tenang Syeril !! aku akan bertanggung jawab !! bila perlu besok kita menikah aku tidak akan lari dari tanggung jawab !! " Yarga kini memegang kedua bahu Syeril dan sedikit mengguncang nya
keadaan Syeril yang bugil di bagian atasnya membuat Yarga menelan ludahnya dengan kasar pikiran gila itu pun kembali hadir di otak mesumnya beruntung ia langsung menepisnya
" kamu tenang ya , aku gak akan lari aku akan bertanggung jawab .. kamu seperti ini gara-gara aku , sekarang kamu tenang " Yarga menenangkan Syeril
" hiks kak Yarga gak bohong kan ?? aku sudah kotor sekarang kak hiks " Syeril masih menangis
" aku berjanji Syeril " ucap Yarga mantap
" sekarang kamu mandi dulu ya .. supaya lebih segar , pakai anduknya " Yarga makaikan handuk kimono untuk Syeril
Syeril mencoba untuk bangkit tapi selangkangannya sangat nyeri
" aw .. sakit " keluh Syeril dan seolah mengerti keadaan Syeril Yarga langsung menggendong Syeril menuju kamar mandi dan mendudukkannya di backtube
" kalau butuh apa-apa panggil aku " Yarga langsung keluar dari sana
Yarga langsung memakai baju setelah mendengar bel berbunyi dengan cepat ia berlari untuk membukakan pintu
__ADS_1
" mami " Yarga merasa jantungnya hendak copot melihat kehadiran Ratna dan Daniel di hadapannya
" kenapa kamu seperti yang kaget gitu ?" tanya Daniel ia langsung masuk tanpa mendapatkan izin dulu dari Yarga
" kalian ngapain disini pagi-pagi gini " ucap Yarga
" Syeril dimana nak ?" tanya Ratna to the point
jedar !!!! jantung Yarga seakan berhenti berdetak ia pasti akan mati hari ini pikirnya
" kenapa kamu diam aja ? mami mu bertanya " ucap Daniel
" di-dia lagi mandi mi " jawab Yarg jujur
sedangkan Syeril yang kesadarannya kembali kini melihat disekitarnya
" ini dimana? tempat ini ? tempat terkutuk ini " nafasnya mulai memburu bayangan masa lalu berkeliaran di kepalanya
badannya bergetar karena takut bayangan saat kecil yang menyiksa batinnya kembali menghantuinya
ia menjerit dengan keras dan meracau dengan tidak jelas
" aaaaaaaaa !! jangan pak jangan !! gak mau !! jangan pak !! Syeril janji bakalan nurut tapi jangan pak jangan !! aaaaaa gak mau jangan !! jangan !!! buka pintunya buka !!! gak mau gak mau !! tolong pak jangan !! AAAAAAAA " Syeril menjerit sekeras-kerasnya
Yarga ,Daniel dan Ratna yang mendengarnya langsung berlari mendekat
" No stop !! biar mami yang urus , kalian tunggu diluar " titah Ratna karena melihat Syeril yang hanya mengenakan handuk saja
Yarga dan Daniel pun keluar dari kamar dan duduk di ruang tamu
" Syeril nak .. ini mami sayang tenang sayang ini mami " Ratna mencoba menenangkan Syeril
" Syeril nak , sayang bangun nak " Ratna menepuk-nepuk pipi Syeril
" Yarga tolong mami , Syeril pingsan " Ratna sedikit berteriak
mendengar itu Yarga dengan sigap berlari mendekat dan langsung mengangkat tubuh Syeril
" tunggu nak kita ganti dulu handuknya " Ratna mengganti handuk Syeril
" papi telpon Kevin suruh kesini !!" titah Ratna pada Daniel
Daniel langsung menghubungi Kevin
Ratna membersihkan tubuh Syeril menggunakan air hangat
' maafkan mami sayang .. kalau tahu begini jadinya mami gak akan membuat kamu tersiksa begini hiks .. kamu pasti benci mami nanti ' Ratna sangat menyesal sekarang
" yar , apa kamu berbuat kasar pada Syeril semalam ? " tanya Ratna
" enggak mi , Yarga melakukannya perlahan kok " Yarga dengan spontan menutup mulutnya
" jadi kamu beneran ngapa-ngapain Syeril semalam ??" tanya Daniel dengan nada tinggi
" mami ngerasa gagal jadi orang tua nak , " Ratna memasang wajah kecewa sebenarnya ia sudah tahu karena melihat bekas kecupan di sekujur tubuh Syeril tadi
" cih , aku pikir lelaki tembok seperti mu tidak suka perempuan " cibir Daniel
__ADS_1
" papi gak mau tahu kamu harus gentle !! tanggung jawab pada Syeril !!" ucap Daniel
" mi , Yarga gak punya pilihan .. ternyata dosisnya tinggi mi " Yarga membela diri
" itu bukan alasan !! yang penting kamu harus bertanggung jawab atas hidup Syeril sekarang !!" ucap Daniel
" ia Yarga pasti tanggung jawab ,, toh juga itu bagus Syeril jadi milikku sepenuhnya " Yarga langsung menutup mulutnya lagi
" cih , lihat tuh anak mami .. mengambil kesempatan dalam kesempitan , gedek papi liat nya " ucap Daniel
" sudahlah pi .. kan emang sifatnya gitu , yang penting dia mau bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat " ucap Ratna
Yarga berlari membukakan pintu untuk Kevin
" siapa yang sakit Yar ?" tanya Kevin
" masuk aja , nanti juga tahu sendiri " ucap Yarga pasrah
Kevin langsung masuk ke kamar
" papi dan mami juga ada di sini jadi siapa yang sakit ?" tanya Kevin
" tuh " Daniel menunjuk ke arah Syeril yang sedang tidak sadarkan diri
" Syeril ? kok bisa ??" Kevin langsung memeriksa keadaan Syeril
saat hendak memeriksa dada Syeril Yarga langsung mencegah dan menunjukkan keposesifan nya
" kamu sedang apa sih , jangan periksa bagian itu " ucap Yarga
" kamu diam sih , biarkan Kevin mengerjakan tugasnya "ucap Ratna
" iya sok posesif kamu bocah tengik " sarkas Daniel
" wajar , dia calon istriku " ucap Yarga singkat padat jelas
membuat ketiganya saling pandang dan saling mengulum senyum
" gimana keadaan Syeril Vin ?" tanya Ratna
" mami tenang aja , Syeril cuma shock kayaknya dia juga belum makan jadi kaget gitu .. tapi gak ada luka dalam kelihatannya " terang Kevin
" tapi nak , tadi dia menjerit-jerit gitu .. dia gak trauma kan nantinya ?" tanya Ratna
" Yar , kamu gak main kasar kan sama perawan ??" tanya Kevin dengan gamblangnya
" enggak !! aku melakukannya dengan perlahan Vin " ucap Yarga dengan wajah tanpa dosa
karena saking kesalnya Daniel pun melemparkan bantal ke arah Yarga
" jangan bilang gitu dengan wajah tanpa dosa itu " Daniel melihat tingkah Yarga
" sudah-sudah kalian keluar dulu kamar ini mau di bersihkan , Yarga pindahan Syeril ke kamar tamu biarkan dia beristirahat " ucap Ratna
" iya mi" ia langsung mengangkat badan Syeril ala bridal dan memindahkannya ke kamar tamu
sedangkan Kevin dan Daniel kini tengah duduk di ruang tamu menunggu waktu eksekusi untuk Yarga
__ADS_1
Seorang ART masuk untuk membersihkan kamar Yarga dengan arahan dari Ratna dan semuanya kembali rapi