
Yarga merasa bersemangat ketika mendapat telepon dari Ratna ,sejak dari perusahaan ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Syeril 2 hari tidak bertemu sudah membuatnya sangat merindukan Syeril
ia berjalan menuju toko perhiasan dan bertemu dengan Ratna yang sedang menunggunya
" mi .. mami menunggu lama ?" Yarga langsung mencium pipi Ratna
" tidak nak , kamu sudah sampai " ucap Ratna
" ia mi " Yarga melihat sekelilingnya guna mencari keberadaan Syeril
seperti tahu maksud Yarga , Ratna langsung menyuruh manager untuk mengukur lingkar jari Yarga
" tolong ukur lingkar jarinya " titah Ratna
" Syeril gak ada di sini .. sengaja mami umpetin , kalian kan lagi di pingit " ucap Ratna
" Yarga gak nyari dia ko mi " Yarga menyangkal
'alah .. kelihatan dari muka kamu kok ' batin Ratna
' cih , sia-sia aku kesini .. berharap bisa bertemu dengannya sebentar juga .. pingit sialan ' gerutu Yarga dalam hati*
" nak , papi mu sudah memberitahu kan ? " tanya Ratna
" iya mi , Yarga juga berpikir lebih baik begitu ini demi keselamatan Syeril juga .. " ucap Yarga
" ya sudah kamu kembali ke perusahaan gih , habis ini juga mami mau ajak Syeril ke salon dia harus merawat tubuhnya " ucap Ratna
" iya mi , buat dia secantik mungkin ya mi .. mami bilang kan mami mau cepet punya cucu " Yarga sedikit berbisik
" dasar anak ini , kemarin-kemarin aja di suruh nikah gak mau lah , apa lah alasannya .. sekarang ngebet banget" Ratna mencibir
" ah kayak mami gak perna muda aja .. dah mami , Yarga kembali ke kantor ya " Yarga mencium pipi Ratna
" iya .. hati-hati dijalannya ya nak " ucap Ratna
" sampaikan salam untuk Syeril ya mi .. bilangin dari mas Yarga gitu mi " ucap Yarga lalu berlalu pergi meninggalkan Ratna
' kamu sudah berubah nak .. kamu sudah tidak sekaku dulu .. mami harap dengan adanya Syeril kamu bisa bahagia nak ' gumam Yarga
Ratna pun berkumpul dengan Suci dan Syeril di sebuah cafe
" udah mi ?" tanya Suci
" udah , Yarga juga udah balik lagi ke kantor " ucap Ratna
" mami ini boba pesenan mami " Syeril menyodorkan minuman
" makasih ya nak, oh iya tadi Yarga menitipkan salam untuk kamu " ucap Ratna
" salam ?" Syeril heran
" iya katanya titip salam buat Syeril ya mi .. dari mas Yarga " Ratna sedikit menegaskan kata mas untuk mengerjai Syeril
" ohh ia mi " Syeril kelihatan salah tingkah dan mukanya tersipu
" cieee udah ganti panggilan nih ril .. dari kak jadi mas " ejek Suci
" apaan sih mba .. kak Yarga yang minta " ucap Syeril
" ya tetep aja .. berarti ada kemajuan nih heheh " Suci semakin mengerjai Syeril
" udah mba , aku jadi malu " ucap Syeril
" jangan malu ril .. mba aja manggil suami honey " ucap Suci
__ADS_1
" iya nak , nanti juga kamu terbiasa " Ratna menenangkan
" mi habis ini kita ke salon kan ?" tanya Suci
" iya , kita akan perawatan bersama .. besok kan Syeril pulang duluan ke desa " ucap Ratna
memang Syeril memaksa untuk pulang duluan ke desa , ia ingin melihat persiapan untuk acara lamaran nanti
" kamu naik apa nanti ril ?" tanya Suci
" kata papi Daniel sih nanti di anterin sama orang suruhan papi " ucap Syeril
" ohh ya udah deh " Suci mengiyakan
mereka pun bergegas untuk pergi ke salon dan melakukan perawatan
di perusahaan Sanjaya
" kamu dari mana Yar ? tadi aku ke ruangan mu kamu gak ada " Jimy menerobos masuk tanpa mengetuk pintu
" habis ngukur jari buat cincin " ucap Yarga
" wihhh .. ngeri aku dengarnya " Jimy mengerjai Yarga
" kenapa ?" Yarga sedikit sensi
" enggak .. kaget aja gitu ha ha ha " Jimy tertawa garing
" ada perlu apa kamu ?" tanya Yarga
" kapan kita ke tempat orang tua Syeril ?" tanya Jimy
" lusa , kenapa kamu bertanya ?" Yarga sedikit curiga
" kan aku juga bakal ikut nanti Yar " ucap Jimy
" aku sudah menghandel jadwal tenang aja .. " ucap Jimy
' cih, lebih baik kamu gak ikut Jim !! ' batin Yarga
" terserah " ucap Yarga cuek
tok tok tok ( ketukan pintu )
"masuk " ucap Yarga
" permisi pak , ada yang perlu anda tandatangani " Vanya membawa beberapa berkas untuk Yarga
" kemari " titah Yarga
" Van, kamu ikut gak lusa ?" tanya Jimy
" kemana pak ?" Vanya malah balik bertanya
" loh kamu gak tau kalau Syeril ..." ucapan Jimy terpotong
" ehem !! Vanya bisa buatkan kopi untuk saya , saya sedikit ngantuk .. kamu mau Jim ?" ucap Yarga
" boleh saya 1 ya Van " ucap Jimy
" ia pak, tapi tadi pak Jimy mau ngomong apa Syeril kenapa pak ? " tanya Vanya
" nanti saja , buatkan dulu kopi !!" malah Yarga yang berbicara
" iya pak iya " Vanya sedikit kesal sekarang , tapi tetap dilakukan perintah Yarga karena walau bagaimanapun ia atasan
__ADS_1
" kenapa sih Yar ?" Jimy heran
" Vanya belum tahu apa yang terjadi pada Syeril , biar Syeril yang memberi tahunya sendiri " ucap Yarga
" ohh ia ia " Jimy mengangguk
Vanya masuk kembali dengan membawa ua cangkir kopi
" ini pak kopinya " ucap Vanya
" terimakasih " ucap Jimy
" tadi pak Jimy mau ngomong apa ? ada apa dengan Syeril " tanya Vanya biasalah sifat kepo nya tidak bisa ditahan
" ohh maksud aku kamu gak tahu kalau Syeril masih cuti sampai lusa gitu " Jimy memberikan alasan
" terus tadi kenapa pak Jim ngomong ,ikut ikut .. emang mau kemana ?" tanya Vanya
" ohh maksudnya kamu mau ikut gak cuti kayak Syeril " alasan Jimy semakin gak masuk akal
" kayaknya bukan itu deh maksud pak Jim " Vanya memasang wajah curiga
" ehem !! kenapa kalian jadi ngobrol di ruangan saya .. Vanya kembali ke meja kamu " beruntung Yarga cepat mengembalikan suasana
" maaf pak " Vanya keluar dari ruangan Yarga
setelah Vanya keluar
" huhhh untung kamu cepat bertindak Yar " ucap Jimy
" makanya lain kali jangan ceroboh , pergi sana kamu gak kerja " Yarga mulai mengusir Jimy
" nanti dong Yar, kopi ku belum habis " elak Jimy
" cih , kan bisa di bawa ke ruangan kamu Jim !!" Yarga sedikit kesal
" nanti Yar .. pasti Vanya sedang menunggu di luar .. tunggu lah beberapa menit lagi " Jimy meminta waktu pada Yarga
" dasar " gerutu Yarga
sedangkan diluar ruangan Vany sedang penasaran akan ucapan Jimy
' apa sih ? pak Jimy mau ngomong apa sebenarnya ?? kayaknya mereka sekongkol nih .. bawa-bawa nama Syeril juga .. aduh aku penasaran banget , tunggu aja pak Jim !! kalo keluar langsung aku interogasi ' batin Vanya
" Yar kok aku merasa merinding ya .. " ucap Jimy
" masa sih , aku biasa aja tu " ucap Yarga cuek
" Yar apa di sini ada penunggunya ?" tanya Jimy
" iya ada " ucap Yarga
" hah ? yang benar kamu Yar ? .. bahaya ini , harus di usir Yar " ucap Jimy .. matanya melihat sekeliling ruangan Yarga
" kamu mau ngusir aku dari ruangan aku ??" tanya Yarga
" bukan maksud ku kita harus mengusir penunggu disini " ucap Jimy
" berarti aku dong Jim " ucap Yarga lagi
" bukan Yar , maksud aku hantu penunggu ruangan ini .. tadi kamu bilang kan ruangan ini ada penunggunya " ucap Jimy
" maksudnya penunggu ruangannya aku Jim !! aku !! " ucap Yarga
" oh .. bukan hantu ??" tanya Jimy
__ADS_1
" ck , bukan " ucap Yarga
' tapi kenapa aku tiba-tiba merasa merinding tadi .. hiyyy ' Batin Jimy