Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
71. penunggu ruangan


__ADS_3

Yarga merasa bersemangat ketika mendapat telepon dari Ratna ,sejak dari perusahaan ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Syeril 2 hari tidak bertemu sudah membuatnya sangat merindukan Syeril


ia berjalan menuju toko perhiasan dan bertemu dengan Ratna yang sedang menunggunya


" mi .. mami menunggu lama ?" Yarga langsung mencium pipi Ratna


" tidak nak , kamu sudah sampai " ucap Ratna


" ia mi " Yarga melihat sekelilingnya guna mencari keberadaan Syeril


seperti tahu maksud Yarga , Ratna langsung menyuruh manager untuk mengukur lingkar jari Yarga


" tolong ukur lingkar jarinya " titah Ratna


" Syeril gak ada di sini .. sengaja mami umpetin , kalian kan lagi di pingit " ucap Ratna


" Yarga gak nyari dia ko mi " Yarga menyangkal


'alah .. kelihatan dari muka kamu kok ' batin Ratna


' cih , sia-sia aku kesini .. berharap bisa bertemu dengannya sebentar juga .. pingit sialan ' gerutu Yarga dalam hati*


" nak , papi mu sudah memberitahu kan ? " tanya Ratna


" iya mi , Yarga juga berpikir lebih baik begitu ini demi keselamatan Syeril juga .. " ucap Yarga


" ya sudah kamu kembali ke perusahaan gih , habis ini juga mami mau ajak Syeril ke salon dia harus merawat tubuhnya " ucap Ratna


" iya mi , buat dia secantik mungkin ya mi .. mami bilang kan mami mau cepet punya cucu " Yarga sedikit berbisik


" dasar anak ini , kemarin-kemarin aja di suruh nikah gak mau lah , apa lah alasannya .. sekarang ngebet banget" Ratna mencibir


" ah kayak mami gak perna muda aja .. dah mami , Yarga kembali ke kantor ya " Yarga mencium pipi Ratna


" iya .. hati-hati dijalannya ya nak " ucap Ratna


" sampaikan salam untuk Syeril ya mi .. bilangin dari mas Yarga gitu mi " ucap Yarga lalu berlalu pergi meninggalkan Ratna


' kamu sudah berubah nak .. kamu sudah tidak sekaku dulu .. mami harap dengan adanya Syeril kamu bisa bahagia nak ' gumam Yarga


Ratna pun berkumpul dengan Suci dan Syeril di sebuah cafe


" udah mi ?" tanya Suci


" udah , Yarga juga udah balik lagi ke kantor " ucap Ratna


" mami ini boba pesenan mami " Syeril menyodorkan minuman


" makasih ya nak, oh iya tadi Yarga menitipkan salam untuk kamu " ucap Ratna


" salam ?" Syeril heran


" iya katanya titip salam buat Syeril ya mi .. dari mas Yarga " Ratna sedikit menegaskan kata mas untuk mengerjai Syeril


" ohh ia mi " Syeril kelihatan salah tingkah dan mukanya tersipu


" cieee udah ganti panggilan nih ril .. dari kak jadi mas " ejek Suci


" apaan sih mba .. kak Yarga yang minta " ucap Syeril


" ya tetep aja .. berarti ada kemajuan nih heheh " Suci semakin mengerjai Syeril


" udah mba , aku jadi malu " ucap Syeril


" jangan malu ril .. mba aja manggil suami honey " ucap Suci

__ADS_1


" iya nak , nanti juga kamu terbiasa " Ratna menenangkan


" mi habis ini kita ke salon kan ?" tanya Suci


" iya , kita akan perawatan bersama .. besok kan Syeril pulang duluan ke desa " ucap Ratna


memang Syeril memaksa untuk pulang duluan ke desa , ia ingin melihat persiapan untuk acara lamaran nanti


" kamu naik apa nanti ril ?" tanya Suci


" kata papi Daniel sih nanti di anterin sama orang suruhan papi " ucap Syeril


" ohh ya udah deh " Suci mengiyakan


mereka pun bergegas untuk pergi ke salon dan melakukan perawatan


di perusahaan Sanjaya


" kamu dari mana Yar ? tadi aku ke ruangan mu kamu gak ada " Jimy menerobos masuk tanpa mengetuk pintu


" habis ngukur jari buat cincin " ucap Yarga


" wihhh .. ngeri aku dengarnya " Jimy mengerjai Yarga


" kenapa ?" Yarga sedikit sensi


" enggak .. kaget aja gitu ha ha ha " Jimy tertawa garing


" ada perlu apa kamu ?" tanya Yarga


" kapan kita ke tempat orang tua Syeril ?" tanya Jimy


" lusa , kenapa kamu bertanya ?" Yarga sedikit curiga


" kan aku juga bakal ikut nanti Yar " ucap Jimy


" aku sudah menghandel jadwal tenang aja .. " ucap Jimy


' cih, lebih baik kamu gak ikut Jim !! ' batin Yarga


" terserah " ucap Yarga cuek


tok tok tok ( ketukan pintu )


"masuk " ucap Yarga


" permisi pak , ada yang perlu anda tandatangani " Vanya membawa beberapa berkas untuk Yarga


" kemari " titah Yarga


" Van, kamu ikut gak lusa ?" tanya Jimy


" kemana pak ?" Vanya malah balik bertanya


" loh kamu gak tau kalau Syeril ..." ucapan Jimy terpotong


" ehem !! Vanya bisa buatkan kopi untuk saya , saya sedikit ngantuk .. kamu mau Jim ?" ucap Yarga


" boleh saya 1 ya Van " ucap Jimy


" ia pak, tapi tadi pak Jimy mau ngomong apa Syeril kenapa pak ? " tanya Vanya


" nanti saja , buatkan dulu kopi !!" malah Yarga yang berbicara


" iya pak iya " Vanya sedikit kesal sekarang , tapi tetap dilakukan perintah Yarga karena walau bagaimanapun ia atasan

__ADS_1


" kenapa sih Yar ?" Jimy heran


" Vanya belum tahu apa yang terjadi pada Syeril , biar Syeril yang memberi tahunya sendiri " ucap Yarga


" ohh ia ia " Jimy mengangguk


Vanya masuk kembali dengan membawa ua cangkir kopi


" ini pak kopinya " ucap Vanya


" terimakasih " ucap Jimy


" tadi pak Jimy mau ngomong apa ? ada apa dengan Syeril " tanya Vanya biasalah sifat kepo nya tidak bisa ditahan


" ohh maksud aku kamu gak tahu kalau Syeril masih cuti sampai lusa gitu " Jimy memberikan alasan


" terus tadi kenapa pak Jim ngomong ,ikut ikut .. emang mau kemana ?" tanya Vanya


" ohh maksudnya kamu mau ikut gak cuti kayak Syeril " alasan Jimy semakin gak masuk akal


" kayaknya bukan itu deh maksud pak Jim " Vanya memasang wajah curiga


" ehem !! kenapa kalian jadi ngobrol di ruangan saya .. Vanya kembali ke meja kamu " beruntung Yarga cepat mengembalikan suasana


" maaf pak " Vanya keluar dari ruangan Yarga


setelah Vanya keluar


" huhhh untung kamu cepat bertindak Yar " ucap Jimy


" makanya lain kali jangan ceroboh , pergi sana kamu gak kerja " Yarga mulai mengusir Jimy


" nanti dong Yar, kopi ku belum habis " elak Jimy


" cih , kan bisa di bawa ke ruangan kamu Jim !!" Yarga sedikit kesal


" nanti Yar .. pasti Vanya sedang menunggu di luar .. tunggu lah beberapa menit lagi " Jimy meminta waktu pada Yarga


" dasar " gerutu Yarga


sedangkan diluar ruangan Vany sedang penasaran akan ucapan Jimy


' apa sih ? pak Jimy mau ngomong apa sebenarnya ?? kayaknya mereka sekongkol nih .. bawa-bawa nama Syeril juga .. aduh aku penasaran banget , tunggu aja pak Jim !! kalo keluar langsung aku interogasi ' batin Vanya


" Yar kok aku merasa merinding ya .. " ucap Jimy


" masa sih , aku biasa aja tu " ucap Yarga cuek


" Yar apa di sini ada penunggunya ?" tanya Jimy


" iya ada " ucap Yarga


" hah ? yang benar kamu Yar ? .. bahaya ini , harus di usir Yar " ucap Jimy .. matanya melihat sekeliling ruangan Yarga


" kamu mau ngusir aku dari ruangan aku ??" tanya Yarga


" bukan maksud ku kita harus mengusir penunggu disini " ucap Jimy


" berarti aku dong Jim " ucap Yarga lagi


" bukan Yar , maksud aku hantu penunggu ruangan ini .. tadi kamu bilang kan ruangan ini ada penunggunya " ucap Jimy


" maksudnya penunggu ruangannya aku Jim !! aku !! " ucap Yarga


" oh .. bukan hantu ??" tanya Jimy

__ADS_1


" ck , bukan " ucap Yarga


' tapi kenapa aku tiba-tiba merasa merinding tadi .. hiyyy ' Batin Jimy


__ADS_2