Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
56. keturunan gak jelas


__ADS_3

Hari ini Yarga merasa sangat lelah , semangatnya sangat hilang sekarang


dengan langkah gontai ia memasuki mansion


" malam mami " Yarga menyapa Ratna yang sedang duduk di sofa


" malam nak, loh gak pulang ke apartemen ?" tanya Ratna


" Yarga lagi pengen di mansion mi " jawab Yarga asal karena sebenarnya ia ingin di dekat Syeril sekarang


" ohh ya sudah cepat mandi nak, nanti kita makan malam ya " ucap Ratna


" iya mi .. oh iya mi ... " ucap Yarga agak ragu mengutarakan maksudnya


" kenapa nak??" tanya Ratna


" enggak mi " Yarga melangkahkan kaki menuju kamarnya


' gengsi aja terus yang di gedein .. tapi aku harus jawab apa nanti kalau Yarga bertanya .. duh papi lagi ngapain juga kok lama banget sih ' batin Ratna


di kamar Yarga


" haaah capek sekali .. aku harus segera bertemu dengannya " Yarga bergumam


Yarg mencoba menghubungi nomor Syeril kembali tapi nomornya tetap tidak aktif


iya pun mengirimkan pesan tapi tidak ada laporan diterima dari Syeril


" apa mungkin ponselnya rusak ?? sudahlah lebih baik aku mandi dulu .. toh nanti juga kita bertemu di meja makan " Yarga meyakinkan dirinya


setelah selesai dengan urusan mandi Yarga sudah duduk di meja makan bersama Daniel dan Ratna


" tumben kamu lama di mansion ??" tanya Daniel


" ck , memang apa salahnya ?" Yarga jengkel mendapatkan pertanyaan dari Daniel


" biasanya kamu hanya kuat 1 malam .." cibir Daniel


" diam pak tua !! kalau memang tidak boleh aku akan pulang " jawab Yarga cuek


" cih , sensitif sekali kamu bocah tengik " ucap Daniel


" sudah-sudah .. ayok nak .. di makan ya " Ratna melerai mereka berdua


" mami Syeril dimana mi ? dia sudah makan ?" tanya Yarga


" dia sudah pulang sejak tadi siang " ucap Ratna dengan santai


" ohh" ucap Yarga " apa ? " Yarga terkaget


" kata mami mu Syeril sudah pulang dari siang " ucap Daniel


" kenapa gak bilang dulu sama Yarga sih mi " ucap Yarga tak terima


" loh memangnya kenapa ? dia juga kan berhak menentukan pilihannya sendiri " ucap Ratna


" tapi kan mi dia itu ... ah sudahlah " Yarga bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan meja makan


" mau kemana nak ? makannya belum habis " ucap Ratna


'' pulang .. ngapain Yarga di sini " ucap Yarga sedikit berteriak

__ADS_1


" cih, dia sendiri yang datang ke sini .. dia juga yang nanyain ngapain di sini " Daniel mencibir


" papi nanti Yarga marah loh kalau denger " ucap Ratna


" gak papa nanti papi coret dari daftar keluarga " ucap Daniel


" papi ini ada-ada aja " Ratna menggeleng


mereka melanjutkan makan malam


" berani sekali dia pergi tanpa izin dariku !!! " Yarga sedang emosi sekarang


ia mengendarai mobil dengan sedikit kencang tujuannya sekarang adalah kosan Syeril


tok tok tok (ia mengetuk kamar Syeril )


lama menunggu tapi belum ada balasan dari dalam


dua kali ia melakukan hal itu tapi tetap belum ada jawaban


" maaf mas, penghuni kamar ini belum pulang dari kemarin " ucap Tetangga kamar


' apa?? jadi dia gak pulang ke kosan !! kemana dia ??"batin Yarga


" iya mba , mari " Yarga pamit dan kembali ke mobilnya


ia mencoba menghubungi Syeril kembali tapi nomor tetap tidak aktif


" kemana sebenarnya dia ? apa ke rumah Vanya? atau apartemen Jimy ?" gumam Yarga


ia memutuskan untuk pulang ke apartemen


" cih, awas saja kalau ketemu !! gak akan aku lepaskan !!!" geram Yarga


Syeril sedang memainkan ponselnya yang baru


" sepi ya .. vila segede ini penghuninya cuma sedikit " gumam Syeril


ia ingin menghidupkan ponselnya yang lama ,tapi ia ragu kalau nanti Yarga menelpon


" di hidupkan enggak ya .. tapi nanti kalau kak Yarga nelpon aku jawab apa !??? dia pasti marah nanti .. mana cutiku masih 2 hari lagi .. apa lusa aku berangkat kerja lagi aja ya " gumam Syeril


dia hanya berguling di kasur


tringggggg (suara dering ponsel)


'papi ??' batin Syeril


" halo " Syeril mengangkat telepon


"kamu sedang apa ? " tanya Daniel dari sebrang telpon


" lagi istirahat " jawab Syeril cuek


" papi ganggu ?" tanya Daniel


" iya " jawab Syeril spontan


" ya sudah tut ...." panggilan itu berakhir


" lah ko di matiin " Syeril menggaruk kepalanya yang tidak gatal

__ADS_1


' kayaknya sifat gak jelas kak Yarga menurun dari papi deh .. aduh kenapa juga kamu harus masuk ke keluarga mereka Syeril' gumam Syeril


ia memutuskan kalau besok lusa ia akan berangkat bekerja lagi dan sekarang saatnya ia menikmati liburannya disini


'okee sudah aku putuskan lusa aku berangkat kerja .. nah sekarang lebih baik aku bobo cantik !! istirahat ... lupakan masalah sejenak hehehe ' gumam Syeril


Ting ( suara bunyi notifikasi pesan)


* kamu sedang sibuk* pesan dari Daniel


* aku mau tidur pi * balasan Syeril


* ya sudah silahkan* balasan Daniel


' ini nih gak jelas banget kan !! apa maunya orang tua ini ' gumam Syeril


ia pun terlelap di kamar tidur


di mansion Utama Wijaya


" papi habis nelpon siapa sih ?" tanya Ratna yang datang membawa nampan berisi teh dn cemilan untuk teman ngobrol mereka


" nanti mami juga tahu ko" jawab Daniel


" papi lagi main rahasia nih ceritanya ?" Ratna mencibir


" enggak lah .. diantara kita berdua kan gak pernah ada rahasia mi " ucap Danie


" terus jawab jujur siapa tadi yang papi telpon ?" tanya Ratna


" anak perempuan mami " jawab Daniel sembari meminum tehnya


" siapa ?" Ratna bingung


" tebak aja sendiri " Daniel menjahili Ratna


" ih papi .. mami jadi kepo !!! siapa pi siapa ??" desak Ratna


" itu PR buat mami .. wleeee " Daniel menjulurkan lidahnya


" ih papi !! udah tua juga masih aja kayak bocah !! " Ratna mulai kesal


" mami .. kalau dikasih tahu sekarang nanti gak seru mi " ucap Daniel


" ya udah okee !! mami bakalan cari tahu sendiri " Ratna memonyongkan mulutnya


" jangan kayak gitu dong mi bibir nya .. nanti kalau papi pengen gimana ?" usil Daniel


" ihh papi !! inget umur pi !!! " raut muka Ratna memerah


" mami mami kita tuh udah nikah puluhan tahun mi .. kok mami masih bisa malu aja sih " Daniel merasa gemas


" ya lagian papi .. udah tua juga masih punya pikiran ke situ , nanti kalau encok papi kambuh gimana ?" tanya Ratna


" kan ada mami yang pijitin " Daniel merajuk


" ih gak mau ya .. tangan mami nanti pegel " Ratna meninggalkan Daniel di ruang tamu


' mami .. entah harus kata apa yang harus papi ungkapan .. betapa papi sayang sama mami ' batin Daniel


" selanjutnya tinggal menyusun rencana agar Syeril mau menjadi penerusku " ucap Daniel

__ADS_1


walaupun Yarga anaknya ,tapi ia juga paham kalau Yarga mempunyai tanggung jawabnya sendiri yaitu Sanjaya Group inilah yang menjadikan alasan Daniel menginginkan Syeril sebagai penerusnya


ia sendiri memang belum sepenuhnya percaya pada Syeril karena dilihat dari mana pun Syeril harus belajar banyak dari nya


__ADS_2