
pagi hari Ratna tengah sibuk dengan adik iparnya dan juga Suci mereka tengah menyiapkan sarapan pagi
" mba , pengantin baru belum bangun .. kayaknya mereka begadang ya " ucap mamahnya Kevin
" mamah kayak gak tahu aja , dulu juga Suci jam 12 baru bangun mah , tapi lihat hasilnya brojol 2 kan " ucap Suci
" ia ya nak .. semoga aja mereka juga cepat di kasih kepercayaan ya " ucap Mamah Kevin
" sudah jangan di bangunkan biarkan mereka istirahat " ucap Ratna ia sudah tidak sabar ingin menggendong cucu dari Yarga .
" pagi mami , pagi mamah , selamat pagi honey " Kevin menyapa mereka bertiga
" pagi honey .. kamu mau berangkat kerja ?" tanya Suci
" iya , ada operasi dadakan dokternya gak ada yang handle " Kevin memakan roti yang di siapkan oleh Suci
" nak , nanti resepkan obat penyubur buat Syeril ya .. " pinta Ratna
" siap mami .. aku berangkat ya " Kevin mencium pipi mereka lalu berangkat kerja
mereka kini sudah berada di meja makan untuk sarapan kecuali Syeril dan Yarga
" Jim ,, kamu handle dulu perusahaan .. biarkan Yarga honeymoon " ucap Daniel
" ia nak .. mami minta tolong ya " pinta Ratna
" siap mamiku sayang " Jimy mengiyakan
di dalam kamar
waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang kedua orang itu masih kelelahan karena aktivitas semalam
Syeril merasakan tulangnya remuk redam , kakinya pun terasa mati rasa
rasa laparnya membuat dia membuka matanya cacing-cacing di perutnya protes ingin diisi
" ssssshhhh aw " Syeril merintih merasakan sakit di sekujur tubuhnya
Yarga yang mendengarnya langsung terbangun
" kenapa ? kamu butuh sesuatu ?? " suara Yarga sedikit serak
" aku lapar mas " ucap Syeril jujur
Yarga melihat jam di nakas dia kaget melihat jam yang menunjukkan sudah siang pantas saja Syeril mengeluh lapar , karena mereka melewatkan sarapan bahkan ini sudah waktunya makan siang
ia memencet tombol telepon dan menyuruh pembantu untuk menyiapkan makanan
" kita mandi dulu , makanan sedang di siapkan " Yarga langsung memakai handuk untuk menutupi badannya yang bugil
" mas .. kaki aku mati rasa " ucap Syeril lirih
__ADS_1
' ya ampun Yarga .. lihat karena ulah mu .. dia sampai tidak bisa berjalan , apalagi tanda di sekujur tubuhnya sungguh mahakarya yang sangat tidak ternilai heheheh' batin Yarga ia merasa bangga akan dirinya sendiri
" ya sudah sini aku gendong " Yarga menawarkan bantuannya
' tunggu senterku dimana ?? ponsel ku dimana ?? ' Syeril mencari senter dan ponselnya bagaimana pun ia takut kalau traumanya kambuh lagi seperti tempo hari
" mas lihat ponsel ku ?? " tanya Syeril
" kamu mandi mau main ponsel ?? buat apa ? " tanya Yarga
" aku belum menghubungi mba Vanya mas " ucap Syeril memberikan alasan
Yarga langsung mencari ponsel Syeril dan memberikan pada Syeril
" ini !!! hati-hati nanti kecebur ke bak " Yarga langsung menggendong Syeril ala bridal style dan mendudukkan dia di bak mandi
ia menghidupkan keran dan hendak pergi tapi seketika darahnya bersedir ada hasrat yang ingin di tuntaskan
" boleh ya ?" Yarga meminta izin pada Syeril
" m-mas .. badanku masih sakit , itunya juga sakit .. nanti malam aja ya .. please " Syeril sedikit memohon karena memang badannya sudah sangat sakit
" haaah ya sudah .. cepat mandinya , kalau sudah selesai bilang " Yarga sedikit kesal karena keinginannya tidak terpenuhi tapi dia menghormati permohonan Syeril
" maaf ya mas " Syeril meminta maaf dan Yarga hanya berlalu meninggalkan Syeril
' pasti ia marah .. huhuuhu aku harus gimana ?? ' batin Syeril ia langsung menghidupkan senter dari ponselnya
" mas .. aku sudah selesai " Syeril sedikit berteriak
" sudah ?" Yarga datang sembari membawa handuk untuk Syeril
" heem aku mau keringkan rambut mas " pinta Syeril
" ya sudah ayok , makanan juga udah datang nanti kita makan siang " Yarga memakaikan handuk pada Syeril dan menggendongnya menuju meja rias
" bisa sendiri kan ? aku mau mandi juga " ucap Yarga dan Syeril hanya mengangguk
' kelihatannya mas Yarga beneran marah deh .. apa aku turutin aja ya , biar sekalian capeknya gitu ' gumam Syeril
" sudah keringin rambutnya ? ayok kita makan siang " Yarga mengendong Syeril menuju kasur untuk makan siang
" mas marah ya ? " tanya Syeril
" tidak " ucap Yarga cuek walaupun sebenarnya memang ia sedikit marah karena tadi Syeril menolak keinginannya
" boleh ko mas , tapi aku makan dulu ya .. biarkan aku ngisi tenaga dulu ya " ucap Syeril ia memilih mengalah
binar bahagia terpancar dari mata Yarga , ia bahkan langsung memberikan porsi makan yang banyak untuk Syeril
" makan yang banyak .. kamu pasti butuh tenaga ekstra kan " ucap Yarga
__ADS_1
glek ' hiyyy nyesel jadinya aku ngomong boleh .. kayaknya hari ini aki bakalan di kurung di kamar ' batin Syeril
mereka pun makan siang bersama untuk mengisi tenaga masing-masing
setelah selesai makan Syeril pun memenuhi janjinya pada Yarga
mereka melakukannya lagi dan lagi tanpa ada rasa bosan hingga Syeril benar-benar kelelahan Yarga baru menyudahinya
" mas , aku masih boleh kerja kan ? " ucap Syeril dengan suara lirih karena kelelahan
" boleh , tapi sampai kamu hamil kamu harus berhenti kerja dan diam di rumah " ucap Yarga
" makasih mas " ucap Syeril sebelum ia tertidur
' sebenarnya aku kasihan melihatnya sampai kelelahan begini .. tapi aku tak bisa menahannya dia terlalu menggoda ' batin Yarga
ia berjalan menuju balkon untuk menghirup udara sejuk di sore hari , cukup lama mereka melakukannya tadi hingga kini waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore
tok tok tok ( pintu di ketuk )
Syeril yang baru saja tertidur langsung terbangun mendengar ketukan pintu
" siapa ?" tanya Syeril dengan suara serak
" gak apa-apa .. lanjutkan tidur mu " ucap Yarga ia langsung berjalan menuju pintu
"kenapa ??" setelah membuka pintu ia mendapati Jimy sembari membawa beberapa berkas
" ini penting .. " ucap Jimy
" tunggu di ruangan kerja !! kamu sampai mengganggu dia yang sedang istirahat .. setidaknya kirim pesan Jim " ucap Yarga
" maaf Yar , aku lupa .. ini penting sekali soalnya " ucap Jimy
" mana " Yarga meminta berkas yang harus ditandatangani
" Yar .. semalam kamu sampai jam berapa ?? Syeril sampai kelelahan gitu ?? " tanya Jimy kepo
" ck , jangan berani-berani melihat istri orang " ucap Yarga ia langsung menutup pintu kamar
" cih , tuan posesif .. dari sini juga yang kelihatan cuma rambutnya doang " cibir Jimy
" makanya nikah Jim .. biar tahu rasanya " ucap Yarga dengan wajah datar tapi songong
" cih , baru nikah sehari saja belagu kamu Yar .. " ejek Jimy
" seenggaknya aku sudah mencoba yang namanya malam pertama " ucap Yarga ia langsung menyerahkan berkas yang sudah dia tandatangani
" dah Jim .. titip perusahaan ya , jangan ganggu aku seminggu kedepan " tanpa menunggu Jawaban Jimy Yarga langsung masuk lagi ke kamarnya .
' dasar pengantin baru .. ' batin Jimy
__ADS_1