Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
28. roti sobek


__ADS_3

Seperti biasa setiap pagi Syeril sibuk dengan rutinitasnya untuk menyiapkan semua keperluan Yarga


ia baru saja selesai membuatkan sarapan untuk Yarga dan langsung menyiapkan air panas untuk Yarga mandi setelahnya ia menuju walk incloset milik Yarga


ia langsung menyiapkan pakaian yang akan di kenakan oleh Yarga


ia bermaksud membangunkan Yarga tapi ia dikagetkan karena keadaan Yarga yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dari pinggang sampai lutut


rambutnya yang basah menambah kesan seksi dalam diri Yarga belum lagi otot perutnya yang seperti roti sobek itu membuat Syeril susah payah menelan ludahnya , pipinya pun ikut merona karena malu


' aduhhhh mata suci ku ternodai lagi !! apa setiap pagi aku harus melihat yang seperti ini ?? kenapa juga dia cepat bangunnya sih .. kemarin aja harus di bangunin dulu .. perutnya itu duhh .. pergi kau setan mesum!!! jauh jauh dari pikiran aku !!!!' batin Syeril


Syeril langsung memalingkan pandangannya ia tidak ingin melihat pemandangan yang membuat otaknya menjadi traveling kemana-mana


Sedangkan Yarga yang tidak tahu jika Syeril berada di situ hanya fokus mengeringkan rambutnya yang basah oleh handuk kecil , setelah di rasa kering di juga memakaikan Pomade di rambutnya namun saat ia hendak menutup kembali tutup Pomadenya malah terjatuh dan menggelinding ke bawah meja rias


ia pun mencoba meraih tutup itu dengan berjongkok , namun sayangnya saat bangun kembali gerakannya membuat handuk yang ia kenakan melorot dari tubuhnya


Syeril yang melihatnya langsung menjerit seketika antara kaget dan malu karena telah melihat tubuh Yarga yang polos tanpa sehelai benang


" aaaaaaaahhhhhhh " jerit Syeril ,ia langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan


' pak Yarga sinting !! aduhh mataku sudah ternodai sepenuhnya !! kenapa pagi-pagi begini harus melihat sesuatu yang tidak seharusnya begini sih hiks !! kayaknya hari ini aku bakalan apes deh ' batin Syeril


Yarga yang juga kaget mendengar Syeril yang menjerit langsung gelagapan meraih handuk yang jatuh tadi


" Ka-kamu ada di sini ??" tanya Yarga


rupanya sedari tadi ia tidak mengetahui kalau ternyata Syeril berada di sana bersamanya


' a-apa jadi dia nggak tahu kalau aku udah berdiri di sini sejak tadi !! ' batin Syeril


" saya sudah dari tadi di sini pak !! tadi saya bermaksud membangunkan bapak , tapi ternyata bapak udah bangun dan bapak keluar dari kamar mandi tadi , saya pikir bapak menyadari keberadaan saya " ucap Syeril , wajahnya masih tertutup kedua tangannya


" maaf saya tidak melihat kamu !!" ucap Yarga datar , ia mencoba untuk tetap terlihat cool dan berwibawa di depan Syeril


" dan juga kenapa kamu menutupi wajah kamu begitu ??" tanya Yarga


' pakai tanya kenapa ?? ya jelas karena malu lah !!! ' batin Syeril


" maaf pak tadi ...." ucap Syeril ia sengaja tidak melanjutkan kalimatnya karena bingung mau mengatakan apa


" ya sudah lupakan saja !! apa pakaian saya sudah siap " ucap Yarga,


ia sendiri tahu pasti Syeril sudah melihatnya dalam keadaan bugil tadi ia juga merasa sangat malu harus bertatap muka dengan Syeril sekarang


" Sudah pak sudah saya siapkan di dalam " ucap Syeril


" ya sudah kamu tunggu saja di luar saya mau berpakaian dulu !!" titah Yarga


" iya pak " ucap Syeril ia pun langsung keluar dari kamar Yarga dan pergi menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Yarga


setelah selesai membuat kopi ia mendengar ponselnya berdering dan terlihat nama bu Susan di nama pemanggil


" halo bu "jawab Syeril


' apa nanti siang kamu sibuk Syeril ? ' tanya bu Susan di seberang telepon


" kalau siang aku sibuk bu ,, aku gak bisa izin sama atasanku , bagaimana kalau malam saja nanti aku ke rumah ibu aja gimana ??" ucap Syeril


' baiklah Syeril , nanti malam kamu ke rumah ibu ya !! ada yang ingin ibu kenalkan padamu !!' ucap bu Susan


" iya bu " ucap Syeril , dan panggilan itu berakhir bertepatan dengan Yarga yang baru keluar dari kamarnya


" Syeril bisa bantu saya pakaikan ini !!" ucap Yarga sembari menyodorkan dasi yang belum terpasang


" bisa pak " ucap Syeril ,


ia langsung berdiri di atas kursi agar kejadian kemarin tidak terulang lagi , tapi perhitungannya malah salah yang ada dia harus menunduk untuk memakaikan dasi Yarga


' aduh canggung gak sih jadinya !! dia gak merasa malu gitu , aku aja yang gak punya barangnya malu gini , ini kok dia biasa saja sih barang miliknya di lihat orang lain .. mana tadi .. hus hus pergi setan mesum pergi !!!' batin Syeril

__ADS_1


Yarga yang sedari tadi diam pun bersuara


' aku harus bilang apa padanya ?? ini pasti akan canggung sekali ,, kenapa sepertinya aku selalu kehilangan wibawaku jika di hadapan Syeril ?? oh Tuhan bisa-bisa dia ilfil padaku karena kejadian ini ' batin Yarga


" Syeril !!!" seru Yarga ia menatap wajah Syeril


" iya pak " jawab Syeril ia fokus memasangkan dasi


" soal kejadian tadi jangan kasih tau pada orang lain ya " ucap Yarga datar , sebenarnya ia sangat malu untuk bilang seperti ini pada Syeril pasti Syeril akab menganggap dirinya aneh


' hahahah rupanya dia ingat toh , mukanya lucu juga ya ,, ia pasti lagi sok cool padahal dia tuh sebenernya malu banget pasti ' batin Syeril


" ia pak anggap saja semua tidak terjadi " ucap Syeril , ia mencoba untuk tidak tertawa


" benar anggaplah seperti itu !!" titah Yarga


" iya pak " ucap Syeril , sekuat tenaga ia menahan diri untuk tidak tersenyum


" saya serius Syeril !!!" ucap Yarga sembari memegang pundak Syeril


sedangkan Syeril yang kaget karena pundaknya di pegang oleh Yarga refleks menangkis tangan Yarga dan berjalan mundur ia lupa kalau dia sedang berdiri di atas kursi dan membuatnya kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh beruntung Yarga dengan sigap menarik tangan Syeril hingga posisi mereka seperti saling berpelukan dengan muka Yarga berada di dada Syeril


tangan Yarga memeluk pinggang Syeril dan tangan Syeril memeluk kepala Yarga


keduanya saling diam untuk beberapa saat ,deru nafas keduanya saling memburu jantung keduanya berdetak sangat cepat


' kenapa ini ? kenapa aku tidak merasa takut berdekatan dengan pak Yarga ?? biasanya aku selalu gemetaran jika berada terlalu dekat dengan lelaki mana pun kecuali dengan Wildan dan Agam ?? kenapa ini ?? dan juga kenapa jantungku berdetak sangat cepat sekali ?? apa yang terjadi padaku ?? ' batin Syeril


' jantungku !!! sepertinya memang aku memiliki penyakit jantung !! jika berada di dekat Syeril jantungku selalu berdetak kencang seperti ini ' batin Yarga*


" Syeril kamu tidak apa-apa ?" tanya Yarga ia mendongakkan wajahnya untuk melihat keadaan Syeril


" sa- saya tidak apa-apa pak" ucap Syeril tergagap karena ia sangat gugup sekarang


" lain kali hati-hatilah ! jangan ceroboh ! kamu bisa terluka nanti ! " ucap Yarga tanpa melepaskan pelukannya


" i-iya pak saya akan lebih berhati-hati " ucap Syeril


" ehmmm !! sepertinya aku melewatkan sesuatu !!" seru Jimy yang mana membuat keduanya gelagapan salah tingkah


" jangan salah paham !! tadi Syeril mau jatuh dari kursi dan aku hanya mencoba menolongnya " ucap Yarga mencoba menjelaskan pada Jimy


' dia pasti berpikir yang tidak-tidak tentang kejadian tadi ' batin Yarga


' cih menolong katanya kenapa sampai harus berpelukan seperti itu ?? Syeril memang tidak bisa di anggap enteng !! awas saja kau gadis kecil akan ku omeli kau nanti !! ' batin Jimy


" oh jadi begitu ceritanya " ucap Jimy sembari menatap tajam ke arah Syeril


Syeril yang di tatap seperti itu langsung menunduk hal itu juga tidak lepas dari perhatian Yarga


' habislah sudah kau Syeril !! hari ini pasti akan sangat berat buatmu hiks !!' batin Syeril


" iya memang begitu ceritanya !! sudahlah lupakan , Syeril buatkan kopi untukku !! dan kamu Jim , duduk temani aku sarapan !! " titah Yarga ia tidak ingin Jimy lebih menyudutkan Syeril


"baik tuan " ucap Syeril


" kau harus menjelaskan semuanya nanti padaku Yarga !!" ucap Jimy sedikit berbisik


" iya" ucap Yarga datar


Setelah selesai sarapan ketiganya pun langsung menuju ke perusahaan


Sesampainya di perusahaan Jimy bermaksud untuk memerintahkan Syeril ke ruangan miliknya ia akan mengomeli Syeril habis-habisan nanti


tapi ia kalah cepat dari Yarga yang memerintahkan Syeril agar membantunya di ruangan


" Syeril bantu saya di ruangan saya !!" titah Yarga


" baik pak " ucap Syeril mengangguk , ia senang karena bisa lepas dari Jimy


' haaah terimakasih pak Yarga !! kalau bukan karena mu aku pasti bakalan di omeli kayak kemarin hehehe ' batin Syeril

__ADS_1


mereka pun akhirnya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing


saat jam pulang kerja Jimy yang sedang berkutat dengan pekerjaannya di kagetkan karena bunyi ponselnya


ia pun langsung mengangkatnya


" halo om" jawab Jimy


' apa nanti malam waktumu senggang ?'


" kelihatannya iya " jawab Jimy


' ikut dengan ku ke suatu tempat !!'


" mau kemana ?" tanya Jimy


' sudah ikut saja nanti om jemput di apartemen mu !!'


' dasar perjaka tua ini , selalu banyak memerintah !!' batin Jimy


" iya" singkat Jimy dan panggilan itu berakhir


karena pekerjaannya sudah beres ia pun segera menuju ruangan Yarga


tok tok tok


" masuk " ucap Yarga


" Yar malam ini aku ada janji dengan om Dirwan , bisa aku pulang lebih cepat ?" tanya Jimy


" ya pulanglah !! dan kamu juga Syeril hari ini tidak usah lembur !!" ucap Yarga


" mau aku antar ke apartemenmu Yar ?" tanya Jimy


" tidak usah ,, aku akan pulang ke mansion malam ini , tadi mami menelpon ingin di temani karena pak tua sedang perjalanan bisnis ia juga sudah mengirimkan supir untuk ku" ucap Yarga


" baiklah " ucap Jimy


" Syeril besok pagi kamu langsung ke kantor saja !!" titah Yarga


"iya pak " ucap Syeril


mereka bertiga pun keluar dari ruangan Yarga


Jimy dan Yarga langsung pergi sedangkan Syeril kembali ke meja kerjanya untuk merapikan barang-barangnya


" mba Van !!" seru Syeril


" Syeril ,, kamu gak lembur ?? " tanya Vanya


" enggak mba , hari ini aku pulang awal hehe " ucap Syeril cengengesan


" asik !! kita jalan-jalan dulu yuk ini kan masih sore ya ya ya!!!" ajak Vanya


' iya juga sih ini masih sore , ya udah deh gak apa-apa sekalian buat cuci mata ' batin Syeril


" iya ayok tapi jangan jauh- jauh ya !! aku ada janji sama seseorang malam ini mba " ucap Syeril


" kamu tenang aja ,, gak jauh kok paling cuma ke mall aja , nanti aku anterin kamu ril " ucap Vanya


" beneran ya mba !! jangan bohong nih !!" ucap Syeril


" iya tenang aja !!! emang kamu punya janji sama siapa ?? pacar kamu gitu ?? " Vanya sembari membereskan barang-barang


" bukan mba, aku gak tertarik sama yang begituan, aku mau bertemu sama guru aku mba " elak Syeril


" ohh kirain pacar kamu !! ya udah yuk !! nanti keburu macet " ajak Vanya


dan mereka pun menuju mobil mereka


tawa tak henti- hentinya keluar dari keduanya mereka menghabiskan waktu dengan menonton dan makan setelah selesai seperti janjinya Vanya mengantarkan Syeril menuju rumah bu Susan

__ADS_1


__ADS_2