
Keesokan harinya Syeril sudah standby di meja kerjanya karena hari ini ia tidak harus ke apartemen Yarga dulu jadi ia mempunyai waktu yang sedikit senggang pagi ini
memar di keningnya masih terlihat karena ia selalu memakai makeup tipis di wajahnya tadinya ia ingin memakaikan hansaplas di keningnya tapi ia urungkan , karena hal itu bisa mengundang pertanyaan banyak orang nanti
ia bermaksud menghubungi Yarga untuk menanyakan apa ada yang perlu ia siapkan untuk Yarga pagi ini , tapi ia memutuskan untuk mengirimkan pesan saja karena takut mengganggu waktu sarapan Yarga nanti
* Selamat Pagi pak , apa bapak memerlukan sesuatu pak , nanti biar saya siapkan * isi pesan Syeril
lama ia menunggu tapi pesannya belum mendapat balasan
' pak Yarga kenapa sih setiap aku mengirim pesan selalu tidak di balas ,, dulu aja dia mengirim pesan duluan ' batin Syeril
ia memanyunkan bibirnya sambil mengotak-atik ponsel miliknya
selang beberapa saat Vanya datang
" mulutnya kenapa neng monyong kaya bebek begitu ??" ucap Vanya , membuat Syeril langsung menoleh ke arahnya
" enggak apa-apa mba " ucap Syeril menggelengkan kepalanya
Vanya langsung duduk di meja kerjanya dan memperhatikan memar di kening Syeril
" ril !! kening kamu kenapa ?? kok bisa memar gitu " tanya Vanya
" kepentuk sesuatu mba " ucao Syeril
" udah di obati belum ?? ko bisa sampe biru gitu sih ril !!" ucap Vanya hawatir ,ia mendekat ke arah Syeril dan menyentuh keningnya
" udah mba , udah aku kasih salep !! ini aku bawa salepnya " ucap Syeril sembari menunjukkan salep di tangannya
" jujur deh sama aku !! ini sebenarnya kenapa ??" tanya Vanya lagi
" hmmm ,, mba bisa jaga rahasia kan ?? mba bisa aku percaya kan ?? " tanya Syeril
" iya !! kamu tenang aja , ayok cepat cerita !!" sergah Vanya
Syeril pun menengok ke kanan dan kiri lalu ia pun menceritakan kejadian semalam pada Vanya , setelah ceritanya selesai Vanya langsung menyerbu Syeril dengan banyak pertanyaan yang mana membuat Syeril pusing
" kok bisa sih , kamu gak apa-apa kan ?? ada yang dirasain lagi ?? ada sakit di tempat lain nggak ?? kepala kamu pusing nggak ril ?? mana coba lihat tangan kamu luka nggak ?? kaki kamu juga gak kenapa-kenapa kan ?? " tanya Vanya , sedangkan Syeril malah memegang kepalanya karena pusing mendengar ocehan Vanya
' tahu gini gak akan aku kasih tahu kamu mba !! ' gerutu Syeril
" aku gak apa-apa mba ku !! aku sehat wal'afiat !!" ucap Syeril memegang kepalanya
" nah terus kenapa kamu pegang kepala gitu ??? pusing ya ?? kamu bisa liat aku dengan jelas kan ril ??" ucap Vanya
" haaahhh terserah mba lah " ucap Syeril ,ia pun menaruh kepalanya di atas meja
bertepatan dengan kedatangan Jimy dan Yarga , melihat Vanya yang heboh dan posisi Syeril yang seperti itu membuat Jimy langsung menanyakan keadaan Syeril
" Syeril kamu nggak apa-apa ? " tanya Jimy ,ia hawatir kalau Syeril mengalami gegar otak ringan karena kejadian semalam
tapi sikap Jimy membuat Yarga bertanya-tanya dan keheranan
' kenapa dia menanyakan keadaan Syeril ?? bukankah dia masih mencurigai Syeril ??' batin Yarga
" Pak Jimy !! bapak ken ..... " Ucap Vanya terpotong karena Syeril langsung membekap mulutnya
' dasar mba Vanya !! katanya bisa jaga rahasia lah ini dia hampir keceplosan hiiiyy gak bisa di percaya emang !!' batin Syeril
" kenapa Vanya ?" tanya Jimy
" enggak apa-apa pak , mba Vanya tadi mau nanya sama pak Jim ,apa mau di buatkan kopi atau enggak ,, ia kan mba !!! " ucap Syeril , sembari mendelik ke arah Vanya dan sedikit menekan kata-katanya
Vanya yang mulutnya masih di bekam Syeril hanya mengangguk saja matanya menunjukkan protes akan tindakan Syeril padanya
__ADS_1
" oh begitu .. boleh buatkan satu untuk ku ya !!" ucap Jimy , keduanya pun hanya mengangguk mengiyakan
sedangkan Yarga hanya diam saja dengan wajah datarnya tapi ia menyadari kalau ada memar di kening Syeril
' kenapa keningnya memar begitu ??' batin Yarga
ia pun melangkahkan kaki menuju ruangannya meninggalkan ketiga di orang itu
Jimy yang menyadari sosok Yarga yang tidak ada di sampingnya langsung masuk menuju ruangan Yarga
sepeninggal Jimy, Syeril langsung melepaskan bekapan tangannya dari mulut Vanya , ia langsung memicingkan matanya ke arah Vanya
" mba tuh gimana sih katanya bisa jaga rahasia , tadi aja hampir keceplosan kan !! " ucap Syeril
" ya maaf ril !! habis tadi aku panik ,, aku hawatir sama keadaan kamu !!" bela Vanya
" kan aku sudah bilang aku tuh gak apa-apa mba , mba nya aja yang berlebihan !! " ucap Syeril
" ya soalnya biru banget tahu ril kelihatan itu tuh " ucap Vanya sambil menunjuk kening Syeril
" kelihatan banget ya mba ? padahal aku pake makeup loh mba " tanya Syeril
" ya iya makanya , sakit nggak ril ?? senut-senut atau gimana gitu ??" tanya Vanya lagi
" sakit sih mba , tapi gak apa-apa kok beneran " ucap Syeril
" kalau ada yang di rasain bilang sama aku ya !! nanti aku antar ke dokter " ucao Vanya
" beginian aja harus ke dokter mba ?? kan udah di kasih salep mba nanti juga sembuh " ucap Syeril
" buat jaga-jaga aja ril, takutnya kamu terkena gegar otak ringan " ucap Vanya
" iya mba iya " ucap Syeril
sedangkan Yarga dan Jimy di dalam ruangan sedang mendiskusikan sesuatu
" Yar , mengenai Syeril .." ucap Jimy memulai obrolan
' kenapa dia menanyakan Syeril ?? apa dia menemukan sesuatu tentang Syeril??' batin Yarga
" apa ?? kenapa dengan Syeril ?? tanya Yarga , ia sedang menghidupkan laptop miliknya
" aku pikir kita tidak perlu mengkhawatirkannya lagi ,, dia tidak berbahaya untuk perusahaan ,, aku juga sudah tahu kebenaran tentang dirinya " ucap Jimy
' secepat itu ?? apa yang dia temukan ?? apa yang Jimy ketahui sebenarnya ??' batin Yarga
sebenarnya ia sangat penasaran , ingin rasanya ia mengintrogasi Jimy untuk mengetahui kebenaran tentang Syeril, namun ego dan harga dirinya membuat ia mengurungkan niatnya
" bagus kalau begitu aku harap kedepannya kalian akur " ucap Yarga datar
" ia semoga saja , oh ya jangan lupa jam 10 kita ada janji dengan klien di restoran X " ucao Jimy
" iya persiapkan semuanya jangan sampai ada kesalahan " titah Yarga
Jimy pun mengangguk kemudian pergi ke ruangannya sendiri
sepeninggal Jimy , Yarga kepikiran kepada Syeril lalu ia menyuruhnya untuk masuk ke ruangannya
tok tok tok
" masuk " ucap Yarga
" bapak memanggil saya ?" tanya Syeril
" ia , saya membutuhkan bantuan kamu " ucap Yarga pandangan matanya mengarah ke kening Syeril yang membiru
__ADS_1
' apa yang terjadi sebenarnya pada keningnya ?? itu pasti sakit ' batin Yarga
" apa yang harus saya lakukan pak ? " tanya Syeril lagi
" tolong ketikan ini , bawa laptop kamu ke sini kerjakan si sini !!" titah Yarga ia menyodorkan map ke arah Syeril
" baik pak " Syeril pun mengambil laptopnya
ia bermaksud mau duduk di kursi untuk tamu tapi Yarga menyuruhnya untuk duduk di kursi yang di depannya
" duduk di sini Syeril !! supaya saya tidak bolak balik nantinya " ucap Yarga , dan Syeril pun hanya menurutinya
Syeril langsung fokus pada laptopnya untuk melaksanakan tugas dari Yarga , berbeda dengan Yarga yang malah memandangi wajah Syeril dari mulai bibir, hidung, mata, hingga ke kening Syeril
secara naluriah tangannya terangkat bergerak untuk menyentuh kening Syeril yang memar ,
Syeril yang tadinya fokus pun terkaget karena tindakan Yarga , ia langsung mengangkat wajahnya hingga pandangan keduanya bertemu
" apa ini sakit ?" ucap Yarga , tangannya masih menyentuh kening Syeril , dan Syeril pun hanya menggelengkan kepalanya
' ini aneh kenapa aku gak gemetaran kalau di dekat pak Yarga ?? sedekat ini pun aku tidak gemetaran !! yang ada malah perasaan Nyaman !!! ' batin Syeril
" apa sudah di obati ??" tanya Yarga lagi , dan Syeril hanya menganggukkan kepalanya
" apa sudah di bawa ke dokter ??" tanya Yarga lagi, dan Syeril pun hanya menggelengkan kepalanya
" apa kamu bisa menjawab pertanyaan saya ?? " tanya Yarga untuk kesekian kalinya , Syeril pun mengangguk lau menggeleng
' dia sangat menggemaskan ' batin Yarga
" ma-af pak !! saya hanya bingung harus menjawab apa " ucap Syeril
" bagaimana kamu bisa mendapat luka seperti itu ? " tanya Yarga
" hmmm " Syeril memilih untuk tidak memberi tahu Yarga karena nanti pasti akan panjang urusannya
" ya sudahlah yang penting sudah di obati , lain kali berhati-hatilah Syeril !!" ucap Yarga
" iya pak " ucao Syeril menundukkan kepala
" jam 10 nanti saya ada pertemuan dengan klien di restoran X , kamu tidak usah menyiapkan makan siang untuk saya , selesaikan tugas yang saya kasih ke kamu !!"
titah Yaga
baik pak " ucap Syeril
keduanya pun kembali fokus pada laptop masing-masing
saat jam menunjukkan pukul 9. 30 Jimy masuk keruangan Yarga untuk menjemputnya
tok tok tok
" masuk" ucap Yarga
saat masuk ke ruangan Yarga ia melihat Syeril di sana sedang berkutat dengan laptopnya hanya saja yang membuat ia keheranan mengapa Syeril harus duduk berhadapan dengan Yarga , namun kemudian ia tidak menghiraukannya
" ini sudah waktunya untuk berangkat tuan !" ucap Jimy
" selesaikan tugasmu !! " titah Yarga pada Syeril
" baik pak" ucap Syeril
" ayok Jim !!" Yarga dan Jimy pun pergi dari ruangan Yarga
sepeninggal mereka Syeril memutuskan untuk pindah ke mejanya sendiri agar bisa dekat dengan Vanya , bukan apa-apa ia hanya takut jika ada salah satu barang di ruangan Yarga ada yang hilang pasti dia yang akan dicurigai nanti
__ADS_1