Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
63. rasa bersalah Ratna


__ADS_3

mereka kini tengah duduk di ruang tamu apartemen Yarga


" ehem jadi maksud kamu menelpon ku semalam karena ini ?" Kevin memulai pembicaraan


" iya " jawab Yarga singkat


" memangnya siapa orang gila yang berani memasukkan obat dengan dosis tinggi begitu " ucap Kevin heran


" sebenarnya yang jadi sasaran tuh Yarga " ucap Ratna


" tapi kok bisa Syeril yang kena mi ?"


" mami yang memberikannya pada Syeril " Ratna menunduk tanda ia sangat menyesal


" hah ? " Kevin meminta penjelasan pada Yarga dan Daniel


" sudah jangan di ungkit lagi .. yang penting kamu harus bertanggung jawab pada Syeril itu yang terpenting " ucap Daniel ia mengusap punggung Ratna ,ia sangat tahu kalau Ratna merasa sangat bersalah karena kejadian ini


" iya tenang aja , bila perlu besok kami menikah " ucap Yarga


" dikira nikah gampang , harus ada prosedur nya dulu " ucap Kevin


" Kevin benar .. kita harus mengikuti adat dari keluarga Syeril nanti " ucap Daniel


" mami , siapa dalang di balik obat perangsang itu mi ?" tanya Yarga


Ratna melihat ke arah Daniel untuk meminta persetujuan dan Daniel mengangguk


" Yopi nak , mami melihat dengan mata kepala mami sendiri dia menyuruh pelayan itu " ucap Ratna


" bocah sampah itu " Yarga mengepalkan tangannya


" biar dia jadi urusan Yarga , kalian gak usah ikut campur " ucap Yarga


dan mereka hanya menurut saja


" mami mau buatin sarapan untuk Syeril , pi belikan baju ganti untuk Syeril pi .. baju Yarga kegedean untuk Syeril " ucap Ratna ia berjalan menuju dapur


" iya mami tenang aja " Daniel langsung menyuruh anak buahnya untuk mengambil baju di salon ternama miliknya


" kamu juga mandi dulu Yar, biar Syeril kami yang urus pasti ia juga belum mau bertemu dengan kamu nanti " ucap Kevin


" iya " jawab Yarga singkat


" kamu gak kerja bocah tengik " ucap Daniel


" aku bos nya jadi terserah aku mau berangkat atau tidak " jawab Yarga


" cih , dasar bocah edan " Daniel memilih untuk menemani Ratna di dapur dari pada harus bersama dengan para lelaki


kini Yarga sudah rapih dengan setelan jasnya

__ADS_1


" aku titip dia , rawat dengan baik !! tapi ingat jangan sentuh apapun !!" Yarga pergi dari apartemen menuju perusahaan


'Yarga gila !! gimana aku mau memeriksa Syeril nantinya kalau menyentuh juga dilarang .. emangnya aku cenayang apa ' gerutu Kevin


Ratna juga sudah selesai membuatkan bubur untuk Syeril


ia membawanya ke kamar tamu dan melihat Syeril sedang megerjapkan matanya


" Syeril nak , kamu sudah bangun " Ratna sangat senang sekaligus lega melihat Syeril siuman


" mami " ucap Syeril serak ia hendak bangun tapi di cegah Ratna


" tidak sayang berbaring aja ya " ucap Ratna


" Aku pingin minum mi " ucap Syeril dan Ratna memberikan minuman untuk Syeril


" sebentar ya mami panggilkan Kevin dulu " Syeril hendak mencegah tapi kalah cepat karena Ratna sudah berlari keluar kamar


"Vin , Syeril sudah siuman " ucap Ratna ia juga memandang ke arah Daniel


" ayok kita lihat mi " ucap Kevin dan mereka berjalan ke kamar tempat Syeril


" halo Syeril , sudah baikan ?" tanya Kevin


" seperti yang pak dokter lihat " Syeril tersenyum dengan manis seolah tidak terjadi apa-apa dengannya kemarin


' waw mental baja , masih bisa tersenyum setelah kehilangan sesuatu yang sangat berharga ' batin Kevin


" kamu hanya shock , sekarang makan ya .. perutnya harus di isi supaya tenaga nya kembali pulih" ucap Kevin


" iya mi " Syerik tersenyum menerima tawaran Ratna


" apa ada bagian yang terasa sakit lagi ?" tanya Kevin dan Syeril hanya menjawab nya dengan gelengan


setelah selesai sarapan Syeril di suruh untuk ganti baju


"mau mami bantu sayang ?" tanya Ratna


" biar Syeril sendiri aja ya mi " tolak Syeril secai halus


mereka pun keluar dan memberikan privasi untuk Syeril


Syeril menatap pantulan dirinya di cermin rambut yang tidak rapih , wajahnya yang pucat dengan mata yang sembab , ia melihat ke arah lehernya yang terdapat banyak tanda sisa semalam


' sebercanda inikah hidupku tuhan !! tapi mau menolak seperti apapun aku harus tetap menjalaninya kan , kalau bunuh diri itu tidak dosa sudah dari dulu aku melakukannya ' batin Syeril


untuk menangis pun iya sudah kehilangan hasrat yang akan ia lakukan hanya mengikuti arus kehidupan ia akan menjajal seberapa kuat lagi dirinya bertahan


Syeril langsung mengenakan baju yang belikan oleh Daniel dengan jalan yang sedikit tertatih ia keluar dari kamar dan ikut duduk di ruang tamu


" nak ada yang ingin kami sampaikan kepada mu " Ratna memulai pembicaraan

__ADS_1


" mami , jangan sekarang biarkan Syeril menerima semua dengan perlahan " ucap Daniel biar sendiri nantinya yang akan memberikan pengertian untuk Syeril


" Syeril tidak apa-apa mi , toh juga kak Yarga sudah berjanji akan bertanggung jawab " ucap Syeril


" kamu tenang saja princess kalau pun dia menolak papi akan tetap menikahkan kalian mau Yarga suka atau tidak " ucap Daniel


" terimakasih papi .. maaf aku telah mengecewakan papi .. maafkan Syeril juga mi " Syeril meminta maaf kepada keduanya


" tidak nak justru kami yang harus meminta maaf , kami telah gagal menjadi orang tua " ucap Ratna


' maafkan mami sayang .. kamu pasti sangat terluka sekarang , maafkan keegoisan mami nak .. ingin sekali mami memelukmu sayang putri mami yang malang .. ' batin Ratna


" sudah jangan dipikirkan lagi , lebih baik kmu lanjutakan lagi istirahat kamu nanti papi akan jelaskan semuanya padamu " ucap Daniel


" boleh Syeril pulang ?" tanya Syeril


" tunggu Yarga ya nak , bagaimana juga kan dia akan jadi suami mu nanti mulai sekarang kamu harus izin pada nya " ucap Ratna dan Syeril hanya menanggapi dengan senyuman


" yasudah karena kamu sudah lebih baik , aku pamit pergi kerja ya , aku suy terlambat sekarang " Kevin izin kepada mereka bertiga


" iya kak , terimakasih ya maaf merepotkan " Syeril merasa tidak enak pada Kevin


" tidak apa-apa kakak ipar " Kevin mengedipkan sebelah matanya


" terimakasih Vin " ucap Daniel


" iya pi .. mi Kevin pamit ya " ia mencium pipi Ratna dan berjalan keluar dari apartemen Yarga


" papi gak kerja ? " tanya Syeril


" ada yang lebih penting dari pekerjaan iya kan mi " ia menghampiri Ratna dan duduk di sampingnya


" kamu mau mami buatkan apa lagi nak ?" tanya Ratna


" Syeril cuma pengen tiduran mi boleh kan ?" tanya Syeril


" boleh nak , mami anter ke kamar ya " niat Ratna di tolak secara halus oleh Syeril


"mami , kalau mami sama Syeril terus nanti papi cemburu mi , mami disini aja ya temenin papi " ucap Syeril


" iya mih disini aja ya mi " ucap Daniel seakan tahu kalau Syeril sangat membutuhkan waktu untuk sendiri sekarang


" tapi kan pi .." tolak Ratna


" disini aja ya mi " Daniel memegang lengan Ratna


" Pi ponsel Syeril mana ya ?" tanya Syeril


" ini " Daniel menyodorkan ponsel Syeril


Syeril pun kembali ke kamar meninggalkan Daniel dan Ratna di ruang tamu

__ADS_1


" dia pasti marah pada mami pi " Ratna pesimis


" mi .. Syeril membutuhkan waktu untuk sendiri tolong mami mengerti ya " Daniel memberikan pengertian untuk Ratna


__ADS_2