CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 97. Ijab Kabul


__ADS_3

Alana maju selangkah dari tempatnya berdiri tadi. Ia mengambil mic, kali ini giliran Alana meminta izin untuk di nikahkan.


"Ibu dan Mas Gibran yang Alana cintai dan hormati.


Syukur alhamdulillah Alana panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala bahwa pada sa’at ini Alana diberi kesempatan untuk mengungkapkan betapa bersyukurnya karena telah terlahir sebagai putri Ibu dan adiknya Mas Gibran.


Terima kasih atas semua cinta dan semua kasih sayang yang tulus, yang ikhlas dan tanpa pamrih yang telah diberikan kepada Alana sampai saat ini. Sehingga Alana dapat merasakan hangatnya kehidupan keluarga.


Ibu, maafkan perbuatan dan perkataan Alana yang secara tidak sadar mungkin telah menyakiti perasaan Ibu dan Mas Gibran .Alana memohon ma’af yang sedalam-dalamnya atas semua kekhilafan dan dosa Alana


Kepada kakak Amanda terima kasih telah menjadi kakak yang baik bagi Alana. Terima kasih telah membantu Ibu untuk menjaga Alana. Ma’afkan Alana jika masih belum bisa menjadi adik yang baik. Ma’afkan Alana yang selalu merepotkan dan menyusahkan. Alana memohon ma’af yang sebesar besarnya untuk semua kesalahan dan kekhilafan Alana.


Ibu, Mas Gibran, dan Kak Ananda, doakan nanti Alana bisa menjadi istri yang baik, bisa dibanggakan suami. Terima kasih."


Setelah Alana meminta izin, tibalah saatnya ijab kabul. Saat ini Mas Gibran dan Shaka telah duduk berhadapan. Penghulu dan saksi juga telah siap.


"Arshaka Virendra," ucap Gibran


"Saya, Mas."


"Aku nikah dan kawinkan engkau dengan adik kandungku Alana Kalyani binti Iskandar dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas di bayar, Tunai."


"Aku terima nikah dan kawinnya Alana Kalyani binti Iskandar dengan mas kawin tersebut di atas dibayar Tunaii," ucap Shaka dengan sekali tarikan napas.


"Bagaimana, Saksi. Sahhh ...." tanya pak Penghulu dengan para saksi.

__ADS_1


"Sahhhh ...." ucap Saksi serempak.


"Sah berarti."


"Alhamdulillah," ucap Shaka. Di usap wajahnya dengan kedua tangan.


Setelah ijab kabul dinyatakan sah, pengantin wanita di minta bergabung untuk penyerahan mas kawin dan tanda tangan buku nikah.


Alana maju dan saat ini berada di hadapan Shaka. Pembawa acara meminta Shaka terlebih dahulu mengucapkan kata serahan.


"Bismillahirrohmaanirrohim. Istriku yang cantik, ini aku ingin menyerahkan mas kawin sesuai dengan yang diminta, diucapkan di ijab kabul tadi. Mudah-mudahan ini mas kawin dapat bermanfaat," ucap Shaka.


"Alhamdulillah, ini mas kawin dari kakak yang ganteng saya terima, mudah-mudahan adik bisa memanfaatkannya, insya Allah entar malem dibayar adik bayar kontan tiga ronde seperti yang Kak Shaka inginkan," ucap Alana.


Mendengar ucapan Alana semua tamu undangan dan penghulu tertawa. Shaka tampak malu, wajahnya memerah.


Alana dan Shaka duduk bersanding, menerima ucapan dari para tamu undangan.


"Kenapa wajah Kak Shaka masih memerah? tanya Alana.


"Ucapanmu tadi membuat kakak malu aja."


"Kenapa Kakak yang malu? Itu emang janjinya aku."


"Oke, kalau itu emang janji darimu, nanti malam kalau Kakak minta jangan ada penolakan. Ingat tiga ronde. Sampai pagi," bisik Shaka.

__ADS_1


"Mesum banget Kak Shaka."


"Bukankah itu yang kamu mau, Alana. Kamu sudah minum jamu? Biar kuat kita main hingga pagi," bisik Shaka.


Mendengar ucapan Shaka, gadis itu kaget dan ketakutan. Wajahnya langsung berubah, Shaka tersenyum melihat perubahan wajah Alana.


Bersambung.


Hei-hei ....Selamat Pagi CINTA YANG DIABAIKAN lovers. Selamat Pagi dunia Halu. Mama ucapkan terima kasih atas dukungannya selama ini.


Sementara menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel anak online mama.


Judul novel: AKU BUKAN PENGGODA


Nama Pena: SUSANTI 31


PERSELINGKUHAN DAN MENJADI SELINGKUHAN BUKANLAH HAL YANG PERLU DI BENARKAN. NAMUN APA YANG TERJADI JIKA RANIA MENJADI SELINGKUHAN TANPA DIA SADARI? APAKAH DIA PATUT DISALAHKAN?


"Suamiku, akhirnya kamu pulang juga." Kalimat yang baru saja keluar dari mulut wanita lain, berhasil membuat hati Rania bagai terhimpit bongkahan batu besar.


Laki-laki yang berstatus sebagai kekasihnya di panggil suami oleh wanita lain. Hati siapa yang tidak sakit mendengar kalimat itu? Rania tak bisa membendung air matanya, apa lagi saat Rangga pasrah di gandeng oleh wanita itu masuk kerumah tanpa memperdulikan dirinya.


Tak sanggup melihat kemesraan keduanya, Rania memutuskan pergi dari rumah mewah itu. Di dalam taksi, tangisnya pecah, ia menepuk dadanya yang terasa sesak. "Tega kamu Rangga bohongin aku selama ini. Seandainya aku tahu kau sudah menjadi milik orang lain, tidak mungkin aku melabuhkan hatiku begitu dalam," lirih Rania dengan air mata membanjiri pipinya.


Dirinya tidak pernah menyangka, orang yang selama ini ia percaya dan cintai tega membohonginya dan menjadikannya yang kedua. Apa yang harus Rania lakukan? Bertahan atau memilih pergi demi harga dirinya?

__ADS_1



__ADS_2