CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 41. Semua Akan Berakhir.


__ADS_3

Gibran berdiri dari duduknya dan mendekati Joana. Gibran menarik kerah baju Joana tinggi-tinggi hingga badan wanita itu sedikit terangkat.


"Dengarkan aku Rubah betina, aku mengucapkan selamat karena kamu berhasil menghancurkan hidupku. Aku akui, kamu hebat. Dalam sekejab hidupku telah kau buat hancur. Duniaku terasa jungkir balik."


Gibran melepaskan cengkeram tangannya di kerah baju Joana. Ia memandangi Joana dengan mata menyala.


Joana mundur perlahan agar ada jarak di antara mereka. Joana menjadi takut dengan tatapan mata tak bersahabat dari Gibran. Selama ia mengenal pria itu tidak pernah semarah saat ini.


"Aku ingin ini pertemuan terakhir kita. Menyingkirlah dari hidupku jika tak ingin aku melakukan suatu hal buruk. Tinggalkan apartemen ini. Aku tak ingin ada satu barangmu yang tersisa."


"Gibran, aku mau tinggal di mana. Dalam keadaan hamil begini kau tega mengusirku?"


"Aku tak mau tau kemana kau mau pergi, satu yang pasti menjauhlah dari kehidupanku!"


"Kau terlalu kejam Gibran. Baiklah, aku akan pergi. Aku berharap hidupmu makin terpuruk setelah perceraian dengan Arumi. Bertahanpun aku disini tak ada artinya. Kau sudah tak memiliki apapun lagi."


Joana membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Gibran. Pria itu juga pergi meninggalkan apartemen.

__ADS_1


Gibran mengendarai mobilnya menuju rumah kediamannya bersama Arumi. Ketika ia baru sampai di depan rumah, ia melihat Arumi yang keluar dari mobil bersama dengan seorang pria.


Arumi berjalan menuju pintu rumah dan melambaikan tangan pada Shaka yang mengantarnya pulang.


Saat mobil Shaka telah berlalu, pandangan Arumi tertuju pada mobil yang berada di seberang jalan rumahnya. Arumi sangat mengenal mobil itu.


Bukankah itu mobil mas Gibran. Kenapa hanya berhenti di seberang jalan. Apakah ia hanya sekadar ingin mengawasi.


Gibran memandangi Arumi yang berdiri di pintu. Wanita yang sebentar lagi akan menjadi mantannya itu tampak cantik dan anggun dengan busana yang ia pakai.


Gibran melihat surat dari pengadilan. Minggu depan keputusan sidang atas perceraian mereka.


Sebenarnya Gibran ingin menghadiri persidangan dan membatalkan gugatan cerai dari Arumi, tapi semua ia urungkan karena mengingat ucapan Papa Arumi yang menemuinya dua hari setelah pemakaman ayahnya.


"Jika kamu memang ingin menebus semua kesalahanmu karena selama ini telah mengkhianati Arumi, lepaskan anakku. Cukup sudah selama dua tahun kamu memberikan luka dihatinya. Walaupun nanti kalian bersama itu tak akan sama lagi. Pasti akan saling curiga. Aku ingin kau permudah proses perceraiannya dengan tidak menghadiri persidangan. Buktikan jika kamu memang ingin menebus kesalahanmu dengan melepaskan Arumi. Ia juga berhak bahagia dengan pria lain yang mencintainya melebihi kamu."


Gibran sadar jika apa yang diucapkan mertuanya itu benar adanya. Jika ia memang mencintai Arumi, ia harus rela dan ikhlas melepaskan wanita itu untuk kebahagiaannya.

__ADS_1


Setelah cukup lama berdiri dan Arumi tidak melihat tanda-tanda Gibran akan turun menghampiri dirinya, Arumi masuk ke rumah lagi.


Akan aku buang semua bagian sedih dan menyakitkan antara kita dan hanya menyisakan semua bagian yang indah saja. Agar suatu hari nanti aku bisa tersenyum apabila teringat tentang kisah kita berdua.


Arumi duduk termenung di tepi ranjang, kamar ini menjadi saksi semua kisah mereka setelah pernikahan. Gibran yang selalu perhatian dan memperlakukan dirinya seperti Ratu. Namun ternyata semua itu untuk menutupi semua kebohongannya.


Gibran menjalankan mobilnya perlahan setelah melihat tubuh Arumi menghilang, masuk ke rumah.


Yang paling menakutkan dari perpisahan adalah ketakutan akan kenyamanan yang seolah sulit didapatkan dari orang lain. Terlebih dahulu harus menemukan rumah baru sedangkan rumah lama memberikan begitu banyak kenangan.


Selamat tinggal bila kau ingin pergi, tak mungkin lagi kumemaksamu tetap disampingku, mungkin kebahagiaanmu bukan bersamaku.


Terima kasih untuk kamu yang telah hadir dalam hidupku dan telah mengajarkan banyak hal untukku. Berucap syukur atas nikmat dan hikmah dari pendewasaan yang terberikan oleh waktu, usai sudah perjalanan bersama bayangan waktu. Kisah kita mungkin akan usai.


Bersambung


Selamat siang menjelang sore. Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ini. Lope-lope sekebon 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2