CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 96. Pernikahan Alana


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Dua bulan telah berlalu, tibalah hari yang dinantikan Alana dan Shaka. Hari ini mereka akan melangsungkan pernikahan di salah satu hotel ternama.


Pernikahan siang harinya dilanjutkan resepsi pada malam hari. Pernikahan dilaksanakan dalam gedung, berbeda dengan resepsi akan dilaksanakan di taman ruangan terbuka.


Hotel tempat resepsi pernikahan Alana dan Shaka berada di dekat pantai. Membuat suasana pesta pasti akan terlihat romantis.


Sejak kemarin seluruh keluarga inti telah menginap di hotel untuk persiapan termasuk Joana dan keluarga inti Shaka.


Pagi hari akan dihadiri keluarga besar dan kerabat terdekat saja. Alana dan Shaka ingin pernikahannya berjalan dengan khidmat.


Ruangan tempat pernikahan telah banyak dihadiri tamu undangan. Sekitar 300 undangan buat pernikahan.


Alana yang sedang di rias, tampak sangat cantik. Arumi menemaninya. Rendra di gendong dan dijaga bergantian dengan kedua neneknya.


"Mbak, kok jantungku berdetak cepat?" tanya Alana. Saat ini riasan wajahnya sudah hampir selesai.

__ADS_1


"Jangan gugup, kamu tau'kan Shaka dan keluarga telah hadir dari kemarin. Shaka juga nggak mungkin membatalkan pernikahan kalian."


"Kak Shaka itu jauh lebih baik dari yang aku pikirkan,Mbak. Dia perhatian. Nggak banyak omong, langsung pada tindakan."


"Baguslah kalau gitu. Mbak yakin pada pepatah yang mengatakan, orang baik akan mendapatkan jodoh yang baik."


"Mbak Arumi baik banget tapi Mas Gibran ...." Alana menghentikan ucapannya.


"Mas Gibran itu pria baik. Mbak juga beruntung mendapatkan suami seperti Mas kamu itu. Di luar kesalahan yang ia lakukan. Mas Gibran pria yang bertanggung jawab, perhatian dan penyayang."


"Ya. Kita jangan selalu memandang kebelakang. Karena hidup itu terus berjalan. Masa lalu hanya buat kita ambil pelajarannya."


"Aku akan belajar nanti sama Mbak Arumi dalam menghadapi masalah rumah tangga."


"Kita akan belajar bersama. Mbak juga masih banyak belajar. Sebentar lagi Ijah kabul, ayo kita keluar. Pasti udah menunggu calon pengantinnya."


Arumi menggandeng Alana keluar menuju ruangan tempat pernikahan akan berlangsung.

__ADS_1


Pembawa acara mengatakan jika lengantin wanita akan memasuki ruangan. Semua mata tertuju pada Alana yang berjalan didampingi Arumi dan Amanda, kakaknya Alana.


Alana duduk diantara ibu dan Gibran. Dihadapkannya ada Shaka yang diapit kedua orang tuanya.


Acara akad di mulai dengan pembacaan ayat suci Al-quran. Setelah itu pembawa acara mempersilakan Shaka meminta izin pada Gibran untuk menikahkan dirinya dan Alana.


Seluruh tamu Undangan diminta berdiri. Shaka tampak percaya diri menghadapi Gibran. Sebelum bicara Shaka menarik napasnya.


"Ibu dan Mas Gibran, jika Allah mengizinkan, saya ingin menjadikan anak dan adik Mas sebagai istri saya, menemani setiap langkah perjuangan saya, menjadi penyejuk hati saya dikala gundah dan menjadi penasihat saat saya melakukan kesalahan, dari awal saya kenal anak dan adiknya Mas, saya merasa seperti telah menemukan orang yang tepat. Hari ini saya ingin menikah dengan anak dan adik Mas. Saya ingin mengarungi hidup bersama dengannya. Terima kasih."


"Shaka, aku bicara di sini mewakili orang tuaku. Aku dan ibu telah merestui dan mengizinkan kamu menikah dengan adikku. Shaka, perlu kamu tau, Alana itu adikku tercinta, dia sangat dimanja keluarga." Gibran berhenti berucap.


"Shaka, aku mohon jangan pernah kau sakiti dia, apalagi perasaannya, dan bila suatu hari nanti kamu tak mencintainya lagi, jangan beritahu dia, tapi beritahulah kepadaku.Aku akan membawanya pulang .…” 


Gibran kembali berhenti bicara, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia teringat akan kesalahan yang pernah ia lakukan pada Arumi. Gibran sangat takut adiknya Alana mengalami hal serupa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2