
Alana tampak gugup. Ia tidak tahu harus menjawab apa lamaran dari Shaka. Waktu terus berjalan, sudah lima menit tapi jawaban belum juga Alana berikan.
Melihat Alana yang bengong, belum juga menjawab lamaran Shaka, Gibran mencubit lengan adiknya itu.
Alana yang kaget mendapatkan cubitan dari Gibran langsung menjawab.
"Mau, mau, mau ...." ucap Alana spontan, membuat para tamu undangan tidak bisa menahan tawa.
"Banyak banget jawabnya. Cukup satu. Udah menunggu lama,kata yang keluar cuma satu mau."
Alana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan saat menyadari jawaban yang ia berikan.
"Boleh diulang nggak jawabannya," ucap Alana pelan. Ucapan Alana kembali membuat semua yang hadir tertawa.
"Boleh, kok," ucap Shaka.
Alana memandangi Shaka, meminta persetujuan. Pria itu hanya memberikan senyum sebagai jawaban.
"Baiklah, saya akan mengulang jawaban atas lamaram yang Kak Shaka berikan tadi," ucap Alana. Ia menarik napas dalam sebelum melanjutkan.
"Kak Shaka, Sejak pertama kali bertemu, kehadiran kamu membuat kehidupan aku menjadi lebih berwarna. Kamu berusaha membuat aku tertawa walaupun sedang sedih, marah ataupun kecewa serta berusaha membimbing aku selama ini. Hal–hal tersebut mungkin hal kecil yang tidak memiliki arti, tapi bagi aku hal tersebut telah cukup membuat aku percaya bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk menjadi pasangan sehidup semati aku. Oleh karena itu lamaran ini saya terima dengan segala pertimbangan yang ada”.
Alana menarik napas lega setelah mengucapkan itu. Saat pembawa acara mengambil alih, Alana menghentikan.
__ADS_1
"Aku belum selesai ngomong, jangan dipotong dulu," ucap Alana.
"Masih ada yang mau Mbak Alana katakan," ucap pembawa acara.
"Masih ...." ujar Alana pelan. Ia tersenyum ke arah Shaka. Pria itu membalas dengan tersenyum malu.
"Kak Shaka, Jika kau mencintaiku dengan satu degup jantungmu, maka aku akan mencintaimu dengan ribuan degup jantungku," ucap Alana membuat wajah Shaka memerah karena malu.
"Jika aku bukan yang terbaik untukmu, maka izinkan aku untuk berusaha menjadi seperti yang kamu mau. Aku ingin menjadi orang pertama yang kamu lihat saat membuka mata. Aku ingin jadi orang yang selalu ada dalam pikiranmu. Aku ingin menjadi orang yang paling kamu cari saat kamu lelah dengan rutinitas sehari-hari. Aku siap menjadi pendamping hidupmu. Aku menerima lamaran ini, duhai lelaki pilihanku."
Semua tamu undangan memberikan tepuk tangannya. Saatnya penyematan cincin tunangan.
Buat jari Alana dipasangkan ibunya Shaka, dan buat Shaka disematkan oleh ibu Alana. Saat ini Alana dan Shaka telah resmi bertunangan.
Semua tamu undangan telah dipersilakan mencicipi jamuan yang disediakan. Semua keluarga besar Alana dan Gibran bertemu. Mereka saling mengobrol dan mengakrabkan diri.
Alana dan Shaka memilih duduk di sudut ruangan. Shaka mengambilkan makanan buat Alana, calon istrinya.
"Kamu cantik banget malam ini," ucap Shaka memulai obrolan.
"Aku emang cantik, kalau nggak cantik mana mau Kak Shaka. Eh ... tunggu. Sejak kapan Kak Shaka bisa merayu dan gombal. Belajar dari mana, sih?" tanya Alana.
__ADS_1
"Dari Mbah gugel," ujar Shaka.
"Mbah gugel? Maksudnya, Kak Shaka belajar dengan Mbah-mbah. Hebat benar orang tua pintar merayu."
Shaka tertawa mendengar ucapan Alana, membuat gadis itu keheranan.
"Apanya yang lucu? Kenapa Kak Shaka tertawa?" tanya Alana heran.
"Siapa yang belajar dengan orang tua. Kakak itu mencarinya di google," ucap Shaka masih dengan tertawa.
"Dihhh, aku kira dengan kakek-kakek belajarnya."
Shaka mengacak rambut Alana, melihat gadis itu cemberut. Tampak Shaka sangat menyayangi Alana.
Bersambung
Alana dan Shaka telah resmi bertunangan. Tinggal menanti hari pernikahan saja. Nantikan terus kelanjutan novel ini ya. Udah menuju Ending.
Teman-teman semua yang belum menonton webseries CINTA ALBIRRU yang diadaptasi dari novel mama berjudul NODA MERAH PERNIKAHAN, segera tonton. Hanya ada di Genflix.
__ADS_1