CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 62. Aku ingin bersama kembali.


__ADS_3

Gibran membiarkan Arumi menumpahkan kesedihannya. Ia mengusap punggung Arumi. Wanita itu selalu tenang jika Gibran mengusap punggungnya.


Arumi menengadahkan kepalanya. Wajahnya dekat dengan bibir Gibran. Hampir saja Arumi mengecup bibir pria yang dulu dan hingga saat ini masih ia cintai.


Arumi melepaskan pelukannya. Gibran menghapus air mata yang masih mengalir di pipi mulus wanita itu.


Arumi tiba-tiba mencubit pipi Gibran, membuat pria itu meringis.


"Bukan mimpi?" gumam Arumi, tapi masih dapat di dengar Gibran dan membuat pria itu tersenyum.


"Kenapa? Kamu nggak yakin aku akan datang?"


"Dari mana Mas tau jika Papa meninggal. Bukankah aku telah memblokir nomor Mas Gibran."


"Aku akan mencari tau apapun itu tentang kamu."


Pandangan Gibran tiba-tiba turun ke perut buncit Arumi. Sebelum ke rumah ini sebenarnya Gibran telah mampir ke rumah orang tuanya.


Ibu Gibran yang mengatakan jika Arumi sedang mengandung anaknya. Itulah kenapa Gibran tidak sabar ingin menemui Arumi.

__ADS_1


Saat Arumi mengobrol dengan Shaka, sebenarnya Gibran telah berada di belakang mereka. Namun Gibran hanya diam untuk mendengar obrolan mereka mengenai bayi yang saat ini Arumi kandung.


Gibran mengusap perut Arumi, membuat wanita itu terdiam. Arumi menarik nafasnya. Ia takut Gibran tak bisa menerima kehadiran anak mereka. Arumi menunduk tak berani menatap wajah Gibran.


"Kenapa kamu sembunyikan kebenaran ini dari Ibu dan keluargaku yang lain."


"Aku takut ...." lirih Arumi.


"Apa yang kamu takutkan Arumi?" tanya Gibran.


"Aku takut Mas Gibran nggak bisa menerima anak ini. Aku takut Mas Gibran nggak percaya denganku."


"Apakah Mas lupa jika Mas nggak pernah menginginkan anak dariku. Aku harus menggunakan kontrasepsi."


Gibran teringat jika dulu saat masih berstatus suami Arumi melarang wanita itu untuk hamil. Ginran berpikir jika anak akan dapat menghalangi proses cerai mereka nantinya.


Gibran turun dari bangku tempat ia duduk dan berlutut dihadapan istrinya itu. Ia menggenggam tangan Arumi.


"Maafkan aku. Itu salah satu kebodohanku dulu. Aku menyesal pernah melarang kamu mengandung anak kita. Jika saja itu nggak aku lakukan pasti saat ini anak kita telah besar dan bisa berjalan."

__ADS_1


"Aku ingin menebus semua waktu yang kubuang percuma karena mengacuhkan kamu."


"Maafkan aku yang selalu menyakitimu. Kini aku sadar hanya kamu yang terbaik untukku. Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu, bahagia selalu. Perpisahan adalah hal yang menyedihkan bagiku. Berikanku kesempatan lagi untuk mengubahnya jadi tawa setiap hari."


Arumi hanya diam tanpa bisa berkata-kata. Kembali air matanya jatuh membasahi pipi. Arumi tidak mengerti apa yang saat ini ia rasakan.


"Andai aku dapat memutar waktu, aku ingin menulis ulang takdir yang berbeda untuk kita. Aku ingin kita bersama selalu, nggak seperti sekarang. Aku sering mendapati diriku memikirkan tentang semua saat indah yang kita habiskan bersama, dan itu selalu memberiku perasaan bahagia, tidak peduli berapa lama kita berpisah atau seberapa jauh dirimu, bagian yang sangat istimewa darimu pergi bersamaku ke mana pun. Maukah kamu kembali menikah denganku, Arumi."


Arumi masih belum bisa berkata apa-apa. Terlalu kaget dengan apa yang didengarnya dari mulut Gibran. Arumi tak pernah membayangkan akan kembali menikah dengan Gibran secepat ini.


Gibran yang menyadari keraguan Arumi kembali berkata,"Arumi, aku tau kamu ragu padaku. Itu bukan salahmu. Namun nggak ada salahnya kamu memberikan aku kesempatan kedua. Akan aku buktikan jika kamulah wanita yang aku cintai. Kita akan bahagia bersama buh hati kita."


Gibran berdiri dan kembali membawa Arumi ke dalam pelukannya. Gibran mengecup pucuk kepala Arumi.


Mama yang dari tadi mengintip, tersenyum mendengar permintaan Gibran. Mama yakin kebahagiaan Arumi adalah bersama Gibran.


Bersambung.


Apakah Arumi akan menerima permintaan Gibran untuk menikah lagi dengannya? Jangan lupa ya nantikan terus kelanjutan dari novel mama ini. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2