CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 57. Kepergian Papa


__ADS_3

Arumi mengambil kursi dan duduk di samping ranjang ayahnya. Arumi menggenggam tangan Papanya. Dengan berurai air mata, Arumi mengajak ayahnya bicara. Ibu duduk di samping Arumi.


"Maafkan aku bila aku telah banyak mengukir luka di hatimu, Pa. Maaf pula jika aku telah banyak meneteskan air mata yang keluar dari mata Papa. Sungguh aku minta maaf, aku akan berusaha menjadi anak yang mampu kalian banggakan. Mulai hari ini aku janji tidak akan pernah pergi meninggalkan ayah lagi." Arumi berkata sambil menahan sesak di dadanya.


Dokter mengatakan jika penyakit jantung Papa udah tidak bisa di tolong.


"Papa dan mama, kalian berhak marah padaku. Aku minta maaf kalau kata-kataku kemarin begitu menyakitkan. Semoga kalian mau dan bisa memaafkanku. Bagaimana bisa selama ini aku begitu egois? Papa dan mama adalah orangtua yang luar biasa dan aku merasa sangat menyesal dengan segala kelakuan burukku.


Aku bermaksud untuk memberi kalian kenangan indah, tapi aku malah memberimu mimpi buruk yang mengerikan. Aku bermaksud untuk memberi kalian saat-saat yang manis, tetapi aku malah membuat kalian khawatir. Maafkan aku ya, Papa, Mama."


Air mata Arumi makin tumpah melihat Papa-nya hanya diam tanpa bisa menjawab apa yang ia katakan. Papa memandangi Arumi tanpa kedip. Dengan susah payah Papa bicara.


"Maafkan, Pa ... Pa." Dengan kesulitan akhirnya Papa bicara.


"Papa nggak salah. Seharusnya aku mengerti, tak ada orang tua yang menginginkan keburukan. Semua yang mereka lakukan untuk kebaikan anaknya."

__ADS_1


Papa kembali menitikkan air mata. Setelah itu tampak Papa kesulitan dalam bernapas. Dadanya sesak. Arumi yang melihat papa kesulitan bernafas menjadi sangat kuatir.


"Pa, Papa ... Papa kenapa?" ucap Arumi cemas. Ia menekan tombol untuk memanggil dokter. Mama berdiri dari duduknya.


"Pa, apa yang Papa rasakan? Katakan,Pa!" ucap mama sambil mengelus telapak tangan Papa.


Tidak berapa lama, dokter datang dan masuk dengan tergesa. Shaka yang masih menunggu di bangku depan kamar, menjadi sangat kuatir melihat dokter datang dan masuk ke ruangan tempat Papa dirawat dengan tergesa.


Shaka mengintip dari kaca, melihat apa yang terjadi. Dokter meminta Arumi dan mama-nya keluar. Dokter akan mencoba menolong Papa.


Shaka hanya bisa melihat saat Arumi menangis dipelukan ibunya. Ia tak berani mendekat.


Arumi, ingin rasanya aku memeluk kamu dan memberikan ketenangan padamu. Melihatmu rapuh dan menangis, hatiku ikut sedih dan terluka.


Hampir satu jam Dokter dan perawat mencoba menyelematkan nyawa Papa Arumi. Saat Dokter keluar dari ruangan, Arumi dan mama langsung mwnghampiri Dokter itu.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Papa saya, Dok?" ucap Arumi.


"Maaf, Bu. Kami telah berusaha dengan seluruh tenaga dan sepenuh hati untuk menyelamatkan nyawa Bapak, tapi rencana Tuhan tidak dapat kita tolak."


"Maksud Dokter, apa?"


"Bapak telah kembali ke tempat penciptanya. Nyawa bapak tidak dapat kami tolong. Sekali lagi kami minta maaf. Semoga Ibu dapat menerimanya dengan tabah."


"Tidak ... ini tidak benar. Pasti Dokter salah," ucap Arumi kaget. Mama yang berdiri di samping Arumi tak bisa berkata apa-apa. Dirinya tak percaya mendengar ucapan dokter.


Tubuh Arumi terasa lemah. Hampir saja ia terjatuh jika Shaka tak cepat memeluknya. Shaka yang berdiri dibelakang Arumi spontan memeluk tubuh Arumi saat melihat wanita itu hampir jatuh. Shaka menuntun Arumi menuju bangku. Wanita itu tampak syok mendengar ucapan dokter.


Bersambung.


Selamat Pagi buat semua pembaca setia novel Cinta Yang Diabaikan. Nantikan terus ya kelanjutan dari kisahnya. 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2