
Seminggu setelah kepergian ayah, Gibran datang ke apartemen Joana. Ia telah mengantongi bukti jika wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu selama delapan tahun itu ternyata seorang pengkhianat.
Gibran merasa marah, sakit hati dan kecewa. Ia hampir saja akan menikahi Joana karena berpikir anak yang dikandung wanita itu adalah darah dagingnya.
Pasti apa yang Arumi rasakan lebih sakit dari yang aku rasakan saat ini. Arumi begitu baik dan telah memberikan seluruh hatinya hanya untukku. Tapi aku membalas dengan pengkhianatan.
Gibran memencet kode masuk apartemen yang ia beli untuk Joana. Mengingat semua itu hatinya terasa sakit. Joana tega mengkhianati dirinya.
Saat masuk ke apartemen Gibran tak melihat ada Joana. Ia mencari ke setiap ruangan, wanita yang dulu sangat ia cintai itu tidak ditemukan keberadaannya.
Gibran masuk ke kamar Joana. Ia jadi teringat, pagi itu bangun dalam keadaan hanya memakai pakaian dalam.
Gibran memeriksa setiap laci di kamar. Mencari bukti yang lebih banyak atas pengkhianatan Joana.
Setelah hampir putus asa, akhirnya Gibran mendapatkan bukti. Ia melihat ada amplop coklat dan membukanya.
Gibran menjatuhkan foto-foto itu karena rasa kagetnya. Didalam amplop terdapat foto-foto vul*ga*r Joana dengan pria, yang Gibran ketahui adalah bosnya Joana.
__ADS_1
"Ternyata selama ini aku emang telah dibohongi Joana," gumam Gibran.
Ia mengutip foto-foto yang berserakan di lantai itu. Dadanya terasa sesak melihat semua itu.
"Aku memang bodoh, tidak mengetahui dan mengenal Joana selama ini."
Gibran mendengar suara langkah kaki. Ia segera keluar dari kamar. Tak ingin Joana tahu jika kamarnya telah di acak.
Gibran duduk di meja makan sambil meneguk minuman untuk melegakan tenggorokannya yang terasa kering.
Joana kaget melihat Gibran yang sedang duduk di meja makan.
"Kenapa? Emang aku sering datang'kan?"
"Sejak kamu minta putus, kamu nggak mau datang lagi."
"Aku mau mengajak kamu ke dokter. Aku udah bertanya dengan dokter kandungan jika tes DNA bisa dilakukan sejak kehamilan 10 minggu."
__ADS_1
"Apa sampai detik ini kamu tak percaya jika ini anakmu."
"Antara percaya dengan tidak. Tes DNA untuk meyakinkan aku itu anakku. Agar nanti tidak ada keraguan dan aku tak curiga lagi."
"Kenapa harus sekarang, bukankah lebih akurat setelah anak kita lahir?"
"Joana, lebih cepat itu akan lebih baik. Jika telah terbukti darah dagingku, kita bisa secepatnya menikah."
"Aku tak menyangka kamu akan meragukan aku. Apakah delapan tahun hubungan kita belum juga membuat kamu yakin akan menikahiku? Jadi selama ini kamu hanya main-main. Pantas kamu tak mau saat aku mengajak nikah siri," ucap Joana.
"Dulu aku memang percaya denganmu. Hingga tega mengkhianati pernikahanku dengan Arumi. Tapi belakangan ini aku sadar, jika selama ini aku bukan mencintaimu. Aku hanya terobsesi dan egois."
Aku nggak boleh terlalu menekan Joana. Agar ia menuruti mauku, sampai ia mau tes DNA.
"Kenapa kamu nggak percaya? Aku selalu setia denganmu walau kamu tak juga mewujudkan janjimu untuk menikahiku."
"Ini foto siapa?" ucap Gibran melempar foto yang ia dapat tadi. Gibran udah tak sabar ingin membuktikan jika penyelidikannya selama satu minggu ini benar. Jika Joana ada kekasih lain.
__ADS_1
Joana kaget melihat foto-foto yang di lempar Gibran itu. Foto saat ia liburan bersama bosnya. Sejak Gibran menikah, Joana juga memiliki kekasih.
Bersambung