CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 69. Tujuh Bulanan


__ADS_3

Hari ini rumah kediaman Arumi dan Gibran penuh dengan tamu undangan untuk acara syukuran tujuh bulanan anak pertama mereka.


Tujuh bulanan merupakan salah satu tradisi yang berkembang di masyarakat Indonesia. Di dalam budaya Jawa, selamatan tujuh bulanan bagi ibu hamil biasa disebut dengan mitoni.


Lalu mengapa umumnya pada usia 7 bulan? Itu karena, pada usia 7 bulan, perkembangan bayi sangat pesat melebihi saat berumur 4 bulan.


Misalnya, ukuran dan berat badan bayi yang bertambah besar sehingga berdampak pada kondisi Ibu, dan lain sebagainya.


Dalam pelaksanaannya dibacakan surat surat pilihan dalam al-Qur'an. Ada tujuh surat yang dibaca pada saat upacara mitoni, yakni surat Yusuf, Maryam, Luqman, Sajadah, al-Waqi'ah, al-Rahman, dan Muhammad.


Arumi dan Gibran tampak bahagia. Tidak hentinya ia tersenyum pada para tamu undangan.


Arumi dan Gibran mengundang anak yatim sebagai rasa syukur menyambut kelahiran anak mereka.


"Kamu mau makan apa? Aku ambilkan," ucap Gibran.


"Aku belum lapar, Mas. Nanti aja."


"Belum lapar gimana? Kamu lihat anak-anak itu pada lahap makannya." Gibran menunjuk anak yatim itu.


"Aku bahagia melihat anak-anak itu tersenyum, padahal mereka hidup tanpa orang tuanya. Aku nggak ingin anakku seperti mereka nantinya."


"Kamu jangan takut,Sayang. Aku tak akan meninggalkan kamu dan anak kita."


"Semoga nggak akan ada yang mengganggu rumah tangga kita nantinya, Mas."


Acara syukuran berlangsung hingga sore hari. Shaka datang ketika para tamu undangan telah tinggal sedikit.

__ADS_1


Shaka menyalami Arumi dan Gibran. Baru saja Shaka duduk, Alana juga datang. Gadis itu memilih duduk di antara Arumi dan Gibran.


Alana mengusap perut Arumi dan mengecupnya. Ia tampak antusias sekali.


"Ponakan aunty, Sayang. Apa kabarnya?" ucap Alana.


"Jangan dipegang dan di kecup terus. Malu sama Shaka," ujar Arumi.


"Aku nggak sabar menunggu baby boy launching," ujar Alana lagi.


"Emang anak aku barang. Enak aja ngomong launching," ucap Arumi cemberut.


Alana langsung mencubit kedua pipi Arumi karena gemas. Pipinya sejak hamil tampak chubby.


"Shaka tuh takut lihat kamu, takut kamu siksa. Tanganmu cepat banget mendarat dipipiku."


"Jangan tersenyum, Kak Shaka."


"Kenapa?" tanya Shaka tak mengerti.


"Kakak tahu nggak, sih? Setiap melihat senyummu, aku jadi seperti mentega yang jatuh di wajan panas, langsung meleleh gitu aja," jawab Alana.


Arumi dan Gibran spontan menoyor kepala Alana mendengar ucapannya.


"Apaan sih Mbak, Mas?"


"Siapa yang ajarin gombalan gitu?" tanya Arumi.

__ADS_1


"Mbak'lah. Siapa lagi?" jawab Alana.


"Hai, jangan bohong. Mbak nggak pernah gombal ya."


"Eh salah. Mas Gibran yang ajarin. Kak Shaka, suka digombalin juga, nggak?"


"Eh, apa? Gombal ...." jawab Shaka gugup.


"Jangan gugup gitu, Kak. Aku nggak makan orang," ucap Alana.


"Siapa yang gugup?" ujar Shaka.


"Kak, Aku boleh minta tolong?"


"Kenapa minta tolong sama Shaka. Emang kamu mau apa?" tanya Gibran


"Karena hanya Kak Shaka yang bisa menolongnya. Mau, Kak."


"Boleh jika aku bisa menolong."


"Aku boleh minta tolong ambilin hati aku yang udah jatuh ke Kak Shaka," ucap Alana.


Arumi dan Gibran tak bisa menahan tawa mendengar gombalan adiknya. Mereka kembali menoyor kepala Alana. Gibran heran, ternyata adiknya sekarang udah besar dan tidak pemalu lagi.


Bersambung.


CINTA YANG DIABAIKAN Lovers SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. (bagi yang merayakan)

__ADS_1



__ADS_2