
Alana tampak gugup dan gelisah. Dari sore ia telah tampak mondar mandir di dalam kamarnya.
Saat ini Alana, baru selesai di rias. Ia duduk di tepi ranjang sambil terus bermain ponselnya. Ia terus menghubungi Shaka. Nomor ponsel pria itu aktif, tapi tidak juga terdengar suara mengangkatnya.
Arumi melihat Alana yang gelisah menjadi tersenyum. Ia mendekati adik iparnya itu.
"Kenapa? Mbak lihat kamu dari tadi gelisah. Nanti luntur riasan wajahnya kalau cemberut terus."
"Mbak, kenapa Kak Shaka nggak mengangkat telepon aku?" tanya Alana kuatir.
"Jadi itu yang membuat kamu dari tadi gelisah?"
Alana menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Ia memang sangat mengkuatirkan Shaka.
"Mungkin ponselnya Shaka ketinggalan. Atau lagi di mode silent. Atau mungkin sengaja, biar kamu ketakutan," ucap Arumi dengan tersenyum.
"Mbak ini, aku gugup benaran nih. Bukannya ditenangkan, tapi makin di buat pusing."
"Kamu jangan kuatir, Shaka pasti datang. Sekarang saatnya kamu keluar. Tamu undangan udah menunggu. Nggak sabar pengin lihat wajah gadis yang akan dipinang. Terutama keluarga Shaka. Mereka ingin tau, wanita mana yang telah meluluhkan si kulkas Shaka."
"Jadi keluarga Kak Shaka udah hadir?" tanya Alana.
__ADS_1
Arumi menjawab dengan menganggukkan kepala dan tersenyum. Ia sengaja membuat Alana gugup. Padahal keluarga Shaka telah hadir lima belas menit lalu.
"Berarti Kak Shaka juga telah hadir."
"Tentu saja, Sayang. Jika Shaka nggak hadir, yang bertunangan dengan kamu siapa?"
"Kenapa mbak Arumi nggak ngomong, sih?"
"Kamu nggak tanya," jawab Arumi santai.
"Mbak ... kok sekarang Mbak Arumi jadi nyebelin banget," ucap Alana cemberut.
Arumi tertawa.Ia suka melihat Alana yang cemberut. Arumi mengajak Alana keluar untuk menemui para tamu undangan.
Shaka duduk diapit kedua orang tuanya. Keduanya tampak sangat gugup, baik Alana maupun Shaka.
Acara dibuka oleh pembawa acara dengan kata sambutan. Dilanjutkan kata sambutan dari tuan rumah.
Acara selanjutnya lamaran oleh keluarga pria. Setelah orang tua Shaka mengatakan maksud kedatangannya, tibalah giliran Shaka yang bicara. Semua tamu undangan diminta berdiri.
Shaka mengucapkan kata sambutan terlebih dahulu sebelum lamarannya. Ia menarik napas dalam sebelum meneruskan ucapan.
__ADS_1
"Alana .... Aku di sini bukan untuk diriku sendiri. Aku di sini karena ketakutanku pada Tuhan. Seraya menjalankan titah Tuhan.
Aku di sini bukan tentang diriku sendiri. Hanya berharap tergolong dalam naungan sang Baginda Rasul dengan menjalankan sunnah-Nya.
Aku di sini bukanlah untuk diriku sendiri. Melainkan untuk dirimu, yang suatu saat nanti akan menjadi prioritas dalam hidupku setelah Tuhan dan Nabi.
Aku ingin Kau menjadi perhiasan terindahku, yang kelak kan bersama mengarungi titian menuju Surga, menggapai ridho-Nya.
Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini membuat pengakuan. Sudah sejak pertama kali melihatmu, hati ini menyimpan rasa suka. Bukan aku tidak ingin memilikimu.
Aku hanya ingin menjagamu hingga halal bagiku menyentuhmu. Dan malam ini, aku ingin mengatakan dengan segenap kerinduanku. “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Jadilah pendamping hidupku.”
Semua tamu terpana dengan ucapan Shaka, terutama keluarga dan Arumi. Ia terharu mendengarnya.
"Satu-satunya hal yang bisa kujanjikan padamu saat ini adalah hatiku yang tulus. Akan kulakukan yang terbaik untuk mencintaimu dengan cara yang sama seperti hari ini seumur hidupku.Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata. Dengan beribu cara-cara kau selalu membuat ku bahagia. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku," ucap Shaka. Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.
"Maukah kau tuk menjadi pilihanku? menjadi yang terakhir dalam hidupku. Maukah kau tuk menjadi yang pertama? Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata. Aku ingin melamarmu menjadi istriku. Alana, apakah kamu bersedia."
Alana memandangi wajah ibu dan mas Gibran. Ia nggak tau harus berkata apa.
Saat ini hatinya gembira, semua rangkaian kata yang telah ia susun untuk menjawab lamaran Shaka hilang seketika.
__ADS_1
Bersambung.
Apa nanti yang akan Alana jawab? Apakah Alana hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban? Nantikan terus kelanjutannya. ❤❤❤❤