CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 38. Aku Memang Selingkuh.


__ADS_3

Joana berusaha mengendalikan dirinya kembali. Ia tak ingin Gibran tahu jika saat ini sangatlah gugup. Joana mengambil foto yang Gibran lempar dan berusaha tersenyum.


"Dari mana kamu dapatkan foto-foto ini?"


"Kenapa? Aku perlu penjelasan. Ini yang kamu katakan setia."


"Apa yang kamu lihat ini tak sama dengan kenyataannya."


"Apanya yang tak sama?"


"Saat itu aku sedang sakit. Pak Alex masuk kamar untuk membantuku."


"Kenapa pria itu harus bertelanjang dada, dan tubuh kamu juga terbuka bagian atasnya?"


"Saat itu aku baru selesai mandi, kepalaku pusing."


"Mandi bareng?" ucap Gibran.


"Kenapa kamu jadi menuduhku. Kamu ingin lari dari tanggung jawab'kan?"


"Aku akan bertanggung jawab jika emang itu terbukti dari darah dagingku. Ayo kita ke rumah sakit sekarang juga."

__ADS_1


"Aku tak mau."


"Karena anak yang kamu kandung itu bukan anakku!"


"Kamu telah membodohi aku selama ini. Kamu ternyata selingkuh. Aku menyesal pernah mencintai wanita seperti kamu!" ucap Gibran dengan sedikit emosi.


"Oh, jadi kamu menuduh aku selingkuh. Jika aku dikatakan selingkuh, kamu apa? Kamu yang telah selingkuhi aku dengan menikahi wanita lain."


"Kamu berharap aku tetap setia. Aku harus meratapi diri sendiri sedangkan kamu asyik bercumbu dengan istrimu."


Joana berdiri dari duduknya, ia memandangi Gibran dengan mata tajam.


Gibran terdiam mendengar apa yang Joana katakan. Diakui sejak ia menikahi Arumi dan hidup bersama wanita itu, Gibran tak pernah mau melakukan hal yang lebih dengan Joana.


Jika ia datang setiap hari ke apartemen Joana, hanya mampir untuk sekadar berduaan. Paling jauh ia hanya berciuman. Joana emang sering menggoda Gibran untuk berhubungan badan, tapi pria itu selalu beralasan jika ia tak mau merusak Joana sebelum mereka menikah.


"Aku bukan wanita lemah, yang hanya menerima semua dengan menangis. Jika kamu bisa bermesraan dengan wanita lain yang kamu sebut istri, aku juga bisa melakukan hal yang sama dengan pria lain," ucap Joana dengan suara keras.


"Akhirnya kamu mengakui jika selingkuh selama ini."


"Kita sama aja. Jadi jangan merasa menjadi korban. Yang korban sebenarnya adalah aku."

__ADS_1


"Lima tahun kita pacaran, dan telah berjanji akan menikah. Saat hari pernikahan sudah kita rencanakan, tiba-tiba kamu datang mengatakan jika kita nggak bisa menikah, kamu harus menerima perjodohan orang tuamu." Joana menyeka air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya.


"Coba kamu yang berada di posisi aku. Apa kamu bisa menerima semua dengan lapang dada?"


Gibran hanya diam tanpa bisa menjawab apa yang Joana katakan. Karena semua itu emang benar adanya.


Joana tampak menarik napas, sebelum melanjutkan ucapannya lagi. Dadanya terasa sesak mengingat saat Gibran datang mengabarkan jika ia akan menikahi wanita lain.


"Satu tahun aku mencoba bertahan, berharap kamu akan menikahiku walau secara siri. Tapi itu tak juga terwujud, kamu makin terbuai dengan permainanmu. Aku lihat kamu mulai jatuh cinta dengan Arumi istrimu." Joana menghentikan ucapannya sejenak.


"Sejak hari itu, aku bertekad akan membalas perbuatan kamu dengan selingkuh. Kamu harus ingat Gibran, Orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti."


Joana menghapus air mata yang jatuh membasahi pipinya. Ia tampak menahan emosi dengan menarik nafas. Dadanya terasa sesak.


Gibran menyadari apa yang dikatakan Joana itu, benar adanya. Setahun setelah pernikahannya dengan Arumi, ia merasa jika ia mulai terbiasa menjalani peran sebagai suami yang baik.


Bersambung


Selamat Pagi menjelang siang. Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama.


__ADS_1


__ADS_2