CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 66. Kepergian Gibran


__ADS_3

Arumi terbangun ketika merasakan ada tangan yang memeluk pinggangnya. Dilihatnya Gibran yang masih terlelap dan terbuai alam mimpinya.


Arumi mengusap wajah tampan Gibran, pria yang saat ini telah resmi kembali jadi suaminya.


Baru saja Arumi akan bangun, ia kembali merasakan pelukan yang lebih erat dari sebelumnya.


Kepala Gibran saat ini telah terbenam diantara dada Arumi. Ia tampak makin terlena menuju alam mimpi.


Rasa sakit karena perpisahan membuatku menyadari bahwa kita jauh lebih bahagia saat kita bersama.Terkadang dua orang harus berpisah untuk menyadari betapa mereka sangat membutuhkannya untuk kembali bersama.


Kamu seperti mendapat kesempatan kedua untuk membina hubungan kembali dengan orang yang sama, yang telah pernah mengisi hari-harimu di masa lalu. Namun, kini, kamu tentu tidak akan mengulang kesalahan sama seperti yang terjadi pada kesempatan pertama kamu dan si dia bersama.


"Mas, Mas ...." ucap Arumi membangunkan Gibran.


"Mas, aku mau ke kamar mandi. Mau pipis."


Arumi akhirnya mengguncang tubuh Gibran agar pria itu terbangun. Perlahan Gibran membuka matanya. Ia tersenyum dan mengecup pipi Arumi.


"Morning kiss," ucap Gibran.


"Mas bisa bangun, aku udah kebelet pipis," ucap Arumi. Gibran melepaskan pelukannya.


Arumi langsung bangun dan berjalan cepat menuju kamar mandi. Gibran menyusul masuk ke kamar mandi. Arumi yang akan keluar, kaget.


"Kita mandi bareng ya?"


"Apa nggak salah?"


"Kenapa? Di mana salahnya? Kamu itu istriku." Gibran memeluk tubuh Arumi.


"Dulu aku yang sering meminta mandi bareng. Bukan Mas."

__ADS_1


"Semua itu bisa berubah seiring berjalan waktu, seperti cintaku padamu. Saat ini mungkin aku yang jauh lebih mencintai kamu. Hati manusia itu mudah saja dibolak balik,jika Tuhan menghendaki."


Gibran mengecup pucuk kepala Arumi dengan lembut. Lama ia bertahan melakukan itu.


"Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Tapi kita bisa memilih siapa yang patut untuk tetap diperjuangkan.Jika aku bukan yang terbaik untukmu, maka izinkan aku untuk berusaha menjadi seperti yang kamu mau.Jika kau mencintaiku dengan satu degup jantungmu, maka aku akan mencintaimu dengan ribuan degup jantungku," lirih Gibran.


Gibran membuka pakaian Arumi, dan setelah pakaiannya. Mereka mandi bersama seperti dulu sering dilakukan.(jangan dibayangkan bagi yang puasa).


Setelah mandi, Arumi duduk di depan meja rias. Gibran membantunya mengeringkan rambut. Tanpa Arumi bisa menahan, air matanya jatuh membasahi pipi. Saat-saat begini yang sangat Arumi rindukan ketika mereka berpisah.


Melihat air mata Arumi, Gibran menghentikan kegiatannya mengeringkan rambut.


"Kenapa kamu menangis, Sayang. Apakah aku menyakiti kamu?"


Arumi membalikkan badannya dan memeluk pinggang Gibran yang berdiri dihadapanannya.


"Aku hanya kangen saat seperti ini."


"Aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan. Mulai hari ini tak ada lagi yang bisa memisahkan kita selamanya," ujar Gibran.


"Lusa aku akan kembali ke Brunei, aku harap kamu akan ikut denganku."


"Aku nggak bisa tinggalin mama seorang diri."


"Mama nggak juga mau ikut aku ke Brunei. Apa yang sebaiknya aku lakukan?"


"Mas, aku di sini saja. Mas kerja aja di Brunei. Mas bisa kembali sekali sebulan'kan?"


"Apa aku bisa?"


"Pasti bisa, buktinya kita sempat berpisah beberapa bulan dan Mas bisa menjaga hati. Aku harapkan begitu selamanya."

__ADS_1


"Akan aku usahakan.Namun jika aku tak sanggup, aku mau kamu ikut."


"Kehamilanku saat ini udah memasuki bulan ke enam. Sebentar lagi juga akan lahiran. Aku mau lahiran di sini dekat mama dan ibu."


"Baiklah,Sayang. Aku mengerti. Akan aku usahakan pulang dua kali dalam sebulan."


"Terima kasih atas pengertian dari,Mas."


"Tapi ada syaratnya," ucap Gibran lagi.


"Syarat ...?"


"Ya. Kamu harus selalu menghubungi aku seperti dulu. Saat akan makan siang, makan malam. Pagi dan malam sebelum tidur."


"Iya, asal jangan bosan aja."


"Aku nggak akan bosan."


.............


Siang hari Arumi mengantar kepergian Gibran kembali ke Brunei. Gibran kembali bertanya, tentang keputusannya. Apakah tetap akan di Indonesia atau ikut dirinya.


Arumi tetap pada pendiriannya untuk tinggal bersama mama saja. Kehamilannya juga sudah besar.


Arumi mengantar kepergian Gibran dengan air mata. Jika saat ini ia tidak sedang hamil, pasti ia akan ikut kemanapun Gibran pergi.


Bersambung.


Selamat siang CINTA YANG DIABAIKAN Lovers. Jangan kaget jika melihat notif tamat pada novel ini. Novel ini belum tamat. Akan ada lagi bab-bab berikutnya.


Mama berikan label tamat untuk sementara karena liburan lebaran. Mama harap pengertian dari semua pembaca setia novel ini.

__ADS_1


Lope-lope sekebon buat semuanya. 😍😍😍😍❤❤❤❤❤


__ADS_2