CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 84. Kepiting Rebus


__ADS_3

Alana duduk di mobil Shaka dengan gugup. Gadis itu masih tidak percaya jika Shaka trlah melamarnya langsung dengan Mas Gibran.


Alana selama ini tidak pernah pacaran. Ia hanya ada teman dekat cowok. Shaka yang melihat Alana termenung menggenggam tangan gadis itu. Shaka menyetir mobil dengan tangan satu.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" ucap Shaka memecah kesunyian di antara mereka.


"Aku ... aku nggak memikirkan apa-apa," ucap Alana gugup.


"Apa kamu belum siap di lamar dan menikah?"


"Bukan ... bukan,Kak."


"Lalu, apa yang kamu pikirkan. Jika kamu belum siap, aku akan menundanya. Akan aku batalkan ke EO. Aku emang salah, nggak bicarakan ini dulu denganmu."


Alana memandangi Shaka. Jujur dari dalam hati Alana, gadis itu merasa senang saat tahu Shaka melamarnya. Itu berarti, Shaka serius dengan hubungan mereka.


Namun di lain sisi, Alana kuatir. Ia takut setelah menikah Shaka akan kecewa dengannya. Alana belum bisa masak dan nggak tau cara melayani suami.


"Aku takut, Kak."


"Apa yang kamu takutkan,Alana."


"Aku takut nanti setelah menikah Kak Shaka kecewa."


"Kenapa aku harus kecewa?" tanya Shaka.


"Aku nggak bisa apa-apa, Kak. Nggak pintar masak, nggak pintar bersihkan rumah atau melayani suami."


Mendengar ucapan Alana, Shaka menjadi tertawa. Jadi itu yang dipikirkan Alana. Gadis itu memandangi Shaka dengan wajah cemberut. Bukannya menjawab ucapan tadi, Shaka malah menertawakan dirinya.

__ADS_1


"Kak Shaka kenapa tertawa. Aku serius."


Shaka menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang agak sepi. Ia merubah posisi duduknya menghadap Alana. Shaka menggenggam tangan Alana, membuat gadis itu kaget.


"Dengar Alana, aku menikahi kamu bukan untuk dijadikan pembantu. Aku ingin kamu jadi Ratu di dalam rumah. Yang akan memasak dan membersihkan rumah bukan kamu, tugas kamu hanya ...."


"Hanya apa, Kak?" tanya Alana penasaran karena Shaka menghentikan ucapannya.


"Hanya melayaniku di atas ranjang."


"Kak Shaka mesum. Belum nikah pikirannya udah ke sana aja."


"Aku ini pria normal. Wajar berpikir ke sana. Lagi pula, usiaku tidak muda lagi."


Shaka mengacak rambut Alana, ia mendekatkan wajahnya, membuat gadis itu gugup. Alana mundur hingga membentur pintu mobil.


"Kenapa mundur? Kamu pikir aku akan mencium kamu, ya?" goda Shaka. Wajah Alana langsung merah karena malu.


"Kak Shaka ... bercanda aja."


"Aku nggak bercanda." Shaka makin mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Alana. Gadis itu terdiam. Ia tampak kaget.


Shaka lalu memegang tengkuk Alana, agar wajah mereka tiada jarak. Ia mengecup kembali bibir gadis itu.


Shaka menggigit bibir Alana pelan, agar gadis itu membuka mulutnya. Pria itu melu*ma*t bibir Alana dengan lembut.


Alana yang tidak pernah pacaran apa lagi di cium seorang pria merasa kaget. Ia menahan napasnya. Alana hanya pasrah saat Shaka mencium dan melu*ma*t bibirnya, bermain dalam mulutnya.


Shaka yang melihat Alana menahan napasnya, menghentikan pagutannya. Ia menghapus air ludah di bibir Alana.

__ADS_1


"Lain kali jangan tahan napas. Kamu bisa pingsan. Balas aja seperti apa yang aku lakukan," bisik Shaka membuat Alana tersadar dari lamunannya.


Alana cemberut menyadari apa yang telah Shaka lakukan. Ia malu.


"Jangan cemberut. Nanti aku gigit lagi bibirnya, mau?"


"Kak Shaka ...." Hanya itu yang keluar dari mulut gadis itu.


"Kita jalan lagi. Nanti Mas Gibran dan Mbak Arumi pasti heran, jika kita terlalu jauh jaraknya. Mereka pasti udah sampai di rumah."


Alana hanya menganggukkan kepalanya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru Shaka lakukan padanya tadi.


Bersambung.


Shaka bisa juga membuat Alana malu. Jangan lupa nantikan terus ya kebucinan Shaka dan Alana.


Sambil menunggu bisa mampir ke novel anak online mama.


Judul novel : AKU BUKAN PENGGODA


"Suamiku, akhirnya kamu pulang juga." Kalimat yang baru saja keluar dari mulut wanita lain, berhasil membuat hati Rania bagai terhimpit bongkahan batu besar.


Laki-laki yang berstatus sebagai kekasihnya di panggil suami oleh wanita lain. Hati siapa yang tidak sakit mendengar kalimat itu?


Rania tak bisa membendung air matanya, apa lagi saat Rangga pasrah di gandeng oleh wanita itu masuk kerumah tanpa memperdulikan dirinya. Tak sanggup melihat kemesraan keduanya, Rania memutuskan pergi dari rumah mewah itu.


Di dalam taksi, tangisnya pecah, ia menepuk dadanya yang terasa sesak. "Tega kamu Rangga bohongin aku selama ini. Seandainya aku tahu kau sudah menjadi milik orang lain, tidak mungkin aku melabuhkan hatiku begitu dalam," lirih Rania dengan air mata membanjiri pipinya.


Dirinya tidak pernah menyangka, orang yang selama ini ia percaya dan cintai tega membohonginya dan menjadikannya yang kedua. Apa yang harus Rania lakukan? Bertahan atau memilih pergi demi harga dirinya? 

__ADS_1



__ADS_2