
Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Yang namanya perpisahan pasti akan menimbulkan luka bagi yang mengalaminya.
Hari ini keputusan sidang perceraian Arumi dan Gibran dibacakan. Hakim mengabulkan gugatan cerai dari Arumi. Akhirnya mereka resmi bercerai.
Gibran meminta waktu pada Arumi untuk bicara. Wanita itu mengajak ke kafe yang terdekat dari kantor pengadilan agama.
Gibran memandangi wajah Arumi dengan seksama. Wanita yang dulu pernah ia sia-siakan.
Dulu ia berpikir pastilah Arumi yang paling terluka jika ia memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka. Namun ternyata Tuhan membalikkan perasaannya, saat ini Gibran merasa paling terluka menerima perpisahan ini.
"Arumi, ada yang ingin aku luruskan mengenai Joana. Aku bukan ingin membela diri, tapi hanya untuk membuktikan padamu jika aku tak pernah melangkah terlalu jauh dalam hubunganku dengan Joana."
"Apa maksud Mas Gibran."
Gibran menyodorkan ponselnya yang berisi pengakuan Joana, jika mereka tidak pernah tidur bersama.
"Coba kamu dengar rekaman itu dan lihat video yang ada," ucap Gibran.
Arumi mendengarkan rekaman suara yang ada di ponsel Gibran. Ia juga menghidupkan video yang Gibran tunjuk.
__ADS_1
Setelah mendengar dan melihatnya, Arumi mengembalikan ponsel itu ke tangan Gibran.
"Itu tidak bisa merubah semua yang telah terjadi, Mas," gumam Arumi. Suaranya masih dapat ditangkap jelas di telinga Gibran.
"Aku hanya ingin kamu tau, jika aku tak pernah melakukan hubungan badan selain denganmu."
"Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih karena masih menjaga tubuhmu hanya untukku saat pernikahan kita dulu," ucap Arumi.
"Namun semua itu tidak bisa menutupi jika kamu membagi cinta, Mas. Aku salah, kamu memang tak pernah membagi cintamu, karena cintamu hanya untuk Joana bukan untukku," lirih Arumi.
"Maafkan aku, Arumi. Aku sadar Arumi, meskipun setiap detik aku mengucapkan maaf,tidak dapat menyembuhkan luka yang terlanjur aku torehkan dihatimu."
Arumi memegang dadanya yang terasa sesak. Diakui pengkhianatan yang dilakukan Gibran memang sangat berbekas dihatinya.
"Aku udah memaafkan semua yang pernah terjadi, Mas. Saat ini aku sedang berusaha berdamai dengan hatiku. Aku menerima semua takdir yang digariskan dalam hidupku dengan ikhlas."
"Aku berharap suatu saat Tuhan akan pertemukan kita kembali, tapi dengan hati dan cinta yang berbeda. Aku dan kamu saling mencintai serta menerima semua kelebihan dan kekurangan."
"Arumi, saat ini kita udah tidak terikat lagi dalam pernikahan. Aku hanya bisa berharap kamu tidak memutuskan tali siraturahmi di antara kita."
"Bagiku keluarga Mas, tetap menjadi bagian dari keluargaku."
__ADS_1
"Aku juga ingin pamit. Aku di terima bekerja di Brunei. Satu minggu lagi akan berangkat. Aku harap kamu masih tetap mau berkunjung melihat keadaan ibu."
"Mas akan bekerja ke Brunei."
"Satu atau dua tahun ini aku akan bekerja di sana. Mencari modal untuk dapat membuka usaha sendiri nantinya."
"Semoga usaha Mas berhasil." Arumi berucap dengan suara pelan. Air matanya sudah menganak sungai siap untuk tumpah.
Kadang, kita memang harus melepaskan orang yang kita cintai. Demi menjaga hati agar tetap bisa bertahan tanpa rasa sakit.
Gibran mendekati Arumi dan duduk di sampingnya. Gibran mengangkat dagu Arumi, dan menghapus air matanya.
"Jangan menangis, karena aku tak pantas untuk kamu tangisi. Aku ingin melihat kamu tersenyum. Cukup aku saja yang pernah menorehkan luka dihatimu. Aku harap kamu menemukan kebahagiaan." Gibran memberikan senyumnya. Arumi membalas tersenyum akhirnya.
Aku tersenyum di depanmu, bukan berarti aku tidak mau terlihat rapuh, tapi aku hanya ingin kamu tenang melihatku tampak sudah move on.
"Berjalanlah ke mana pun hatimu mau, jika hatimu lelah dan tak menemukan hati yang kamu cari, lihatlah ke belakang, ada aku yang masih setia menantimu," ucap Gibran.
Gibran mendekatkan wajahnya dan mengecup dahi Arumi.
Bersambung
__ADS_1
Selamat Pagi pencinta Arumi. Bagaimana bab kali ini? Apakah masih mengandung bawang?
Akhirnya Gibran dan Arumi resmi bercerai. Apakah cintanya akan kembali berlabuh pada Gibran, atau Shaka? Nantikan terus kelanjutan novel ini.