
Alana dan ibu-nya sampai ke rumah sakit sekitar jam sembilan pagi. Bertepatan dengan mama Arumi yang juga baru datang dengan membawa sarapan pesanan Arumi.
Saat masuk mereka melihat Arumi yang sedang membungkuk dengan berpegangan pada tangan Gibran.
Air mata tampak membasahi pipi Arumi. Begitu juga Gibran, matanya merah menahan tangis. Alana yang melihat itu menjadi kaget.
"Mbak Arumi, kenapa menangis? Sakit banget ya?" tanya Alana. Gadis itu mendekati Arumi dan mengusap punggung kakak iparnya itu.
Arumi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Alana.
"Udahlah, Mas. Operasi saja. Nggak kuat aku lihat Mbak Arumi kesakitan begini."
"Mbak Arumi penginnya melahirkan dengan normal."
Gibran mengajak Arumi duduk. Mama dan Ibu mertuanya ikutan duduk. Ibu mertua Arumi memijat pinggangnya sambil memberikan semangat. Mamanya Arumi menyuapi anaknya.
Arumi tadi meminta mamanya masak dendeng balado dan bening bayam serta bakwan jagung.
"Udah, Ma. Aku kenyang," ucap Arumi.
"Baru beberapa suapan. Tambah lagi ya. Kamu perlu banyak tenaga buat melahirkan nanti," ucap Mama.
"Tapi aku nggak ada selera, Ma."
"Mama betul,Nak. Kamu harus banyak makan untuk menambah tenaga."
"Tapi aku nggak ada selera, Bu. Sakit ...." ucap Arumi lagi.
"Arumi, sakitnya hanya saat akan melahirkan. Ketika kamu mendengar suara tangisan bayimu, rasa sakit yang kamu rasakan akan hilang seketika."
Tiba-tiba Arumi merintih, membuat Gibran jadi kaget dan ketakutan. Gibran mendekati istrinya dan berlutut dihadapan istrinya.
__ADS_1
"Sayang, sakit banget ya. Apanya yang sakit."
"Semuanya ... seluruh tubuhku terasa sakit dan remuk."
"Gibran, bawa Arumi berbaring saja. Baringnya miring," ujar Ibu Gibran.
Gibran membantu Arumi berdiri dan tidur di tempat tidur dengan miring. Gibran mengusap punggung hingga pinggul istrinya itu.
Tidak berapa lama, Dokter dan bidan masuk. Bidan menutup tempat tidur dengan gorden sebelum Dokter melakukan pemeriksaan.
"Bagaimana Bu Arumi, apa yang Ibu rasakan?" tanya Dokter.
"Sakit dan nyerinya hilang timbul. Namun setengah jam ini sakitnya makin terasa dan sering dirasakan."
"Jika sakitnya makin sering dirasakan, itu tandanya bukaan jalan lahir udah makin besar dan persalinan udah dekat. Saya periksa dulu ibu ya Pak."
"Silakan, Dok."
"Bu Arumi, saat ini udah bukaan delapan. Sebaiknya masuk ke ruang bersalin aja,"
"Apa itu artinya Arumi akan segera melahirkan,Dok?" tanya Gibran.
"Betul, Pak Gibran."
Dokter dan bidan meninggalkan ruang rawat inap itu. Gibran mengambil kursi roda dan menggendong Arumi, mendudukkan istrinya di kursi roda itu.
Gibran mendorong kursi roda menuju ruang persalinan diikuti Mama, Ibu dan Alana. Sebelum masuk, Arumi bersalaman dengan Mamanya dan Ibunya.
"Ma, maafkan Arumi. Doakan semua berjalan lancar."
"Kamu nggak ada salah, Nak. Mama selalu mendoakan yang terbaik buatmu."
__ADS_1
Setelah mama, Arumi juga meminta maaf pada Ibu mertuanya dan juga Alana. Setelah itu Gibran mendorong kembali kursi roda masuk ke ruang persalinan.
Gibran menggendong istrinya, dan menidurkan. Arumi memegang erat lengan suaminya sambil menahan sakit.
Gibran mengusap kepala Arumi dan mengecupnya. Ia juga mengecup kedua pipi Arumi.
"Mas, maafkan aku," ucap Arumi terbata.
"Kamu nggak ada salah, Sayang. Kamu istri terbaik. Mas yang banyak menyakiti hatimu. Maafkan Mas," ucap Gibran juga terbata, karena menahan tangisnya.
Dokter masuk dan memeriksa Arumi. Dokter menyatakan bukaan jalan lahir Arumi udah lengkap.
Dokter dan Bidan mempersiapkan semua. Ia meminta Arumi menarik napas panjang sebelum mengedan.Dokter meminta pada hitungan ketiga barulah Arumi mengedan.
"Kita mulai ya Bu, pada hitungan ketiga ibu baru boleh mengedan," ucap Dokter.
"Satu, dua, tiga ...." ucap Dokter.
Arumi mulai mengedan dengan menggenggam tangan Gibran. Ia sampai menaikan kepalanya. Ia menahan suaranya agar tidak berteriak.
Saat mengedan pertama, kepala bayi belum terlihat. Dokter meminta Arumi rileks dan kembali menarik napas sebelum mengedan untuk kedua kalinya lagi.
Saat mengedan Arumi tidak menyadari kukunya mencakar lengan Gibran hingga mengeluarkan darah.
Arumi mengedan sambil menahan teriakannya dengan mengangkat kepalanya. Setelah itu terdengar suara tangisan bayi.
Gibran yang menyaksikan langsung proses melahirkan istrinya menjadi takjub.
Bersambung.
Selamat pagi CINTA YANG DIABAIKAN Lovers.
__ADS_1
Akhirnya Ponakan online lahir dengan lancar dan selamat. Selamat menyambut baby boy. 😘😘😘😘😘