
Shaka menaiki tubuh Alana. Ia mulai mencumbui seluruh tubuh istrinya itu. Alana yang baru pertama kali merasakan itu, merasakan sesuatu yang beda.
Saat ini mereka berdua mulai terbuai dan terbawa suasana. Alana sudah mulai lupa dengan rasa malunya tadi.
"Maaf, Alana. Aku menginginkan kamu sekarang. Boleh aku melakukannya?" tanya Shaka dengan suara serak menahan hasratnya.
"Tapi pelan-pelan, Kak. Aku takut ... sakit."
"Aku akan pelan, kita coba sekarang ya."
Shaka memposisikan tubuhnya di atas tubuh Alana. Ia mulai mencoba memasuki bagian inti tubuh Alana.
Baru masuk sedikit, Alana mendorong dada Shaka. Wanita itu tampak meringis.
"Sakit, Kak. Udah dulu, aku nggak mau. Takut sakit, kita mau pesta."
Shaka menarik napas panjang, dan mengecup bibir Alana. Ia memandangi wajah Alana dengan senyuman.
"Awalnya emang sakit kata orang yang pernah melakukannya. Namun, setelah terbiasa nggak lagi."
"Tapi aku nggak mau. Nanti malam aja, Kak."
Shaka turun dari tubuh Alana. Ia tidur menyamping menghadap istrinya itu.
"Baiklah, jika kamu takut. Aku nggak boleh memaksa. Ini yang pertama bagimu dan juga aku. Jika dipaksakan kamu bisa trauma."
"Kakak nggak marah?" tanya Alana
"Kenapa aku harus marah?"
"Maaf, Kak," cicit Alana.
__ADS_1
"Nggak apa, aku ke kamar mandi dulu."
"Kakak mau mandi."
"Mau menjinakkan adik kecil yang udah terlanjur bangun. Pakai bajumu kembali. Setelah aku, kamu mandi. Sebentar lagi perias wajahmu pasti akan datang."
"Baik, Kak."
Shaka masuk ke kamar mandi, hampir satu jam Shaka di kamar mandi. Mungkin sedikit sulit menidurkan adiknya yang terlanjur bangun.
Shaka keluar dengan memakai piyama handuk. Ia melihat Alana yang terlelap, padahal setengah jam lagi ia akan di rias.
Shaka naik ke ranjang dan membangunkan Alana dengan memukul lengannya secara pelan.
"Sayang, bangun." Beberapa kali di coba, barulah Alana bangun. Ia membuka matanya dan tersenyum melihat Shaka.
"Mandilah, sebentar lagi pasti perias kamu datang."
"Mau aku cium." Alana malu mendengar ucapan Shaka sehingga wajahnya memerah.
Shaka mengecup dahi dan bibir Alana pelan. Tampak ia sangat menyayangi wanita itu.
"Mau aku gendong ke kamar mandi?"
"Nggak perlu, Kak. Emang aku anak kecil."
Alana langsung bangun, ia takut jika Shaka benar-benar akan menggendongnya. Alana berlari kecil masuk ke kamar mandi. Shaka melihat dengan tersenyum.
Bersyukur aku mendapatkan kamu. Wanita yang masih belum tersentuh tangan pria. Walau aku tidak pernah masalahkan kegadisan seorang wanita, tapi aku bangga jika mendapatkan wanita yang bisa menjaga harga dirinya.
Setelah mandi, Alana memakai bajunya. Shaka berdiri dan mendekati Alana. Ia memeluk pinggang wanita yang telah sah menjadi istrinya itu.
__ADS_1
"Sayang, wangi banget. Terima kasih, ya."
"Terima kasih untuk apa?" tanya Alana.
"Terima kasih karena menerima aku jadi suami kamu. Aku ingin menghabiskan sisa waktu hidupku hanya bersama dirimu, karena ku tahu ada di sampingmu adalah kebahagiaan yang besar untukku."
Alana membalikkan tubuhnya menghadap Shaka. Ia membalas memeluk Shaka.
"Aku juga berterima kasih karena telah memilihku menjadi teman hidupmu, calon ibu dari anak-anakmu, hingga menua bersamamu kelak."
"Aku memilihmu. Dan aku memilihmu terus menerus dan selalu. Tanpa henti, tanpa ragu, dalam setiap denyut jantungku. Aku akan terus memilihmu.Aku akan memohon kepada Allah untuk berjumpa denganmu dua kali, sekali di dunia ini dan sekali lagi di surga nanti."
"Aku bukan wanita sempurna, ku harap nanti kamu bisa membimbingku dengan keikhlasan dan kesabaranmu atas sikapku."
Shaka memeluk Alana erat, dan mengecup pucuk kepalanya. Saat Shaka ingin mengecup bibir Alana terdengar suara ketukan pintu.
"Mengganggu aja," gerutu Shaka, membuat Alana tertawa mendengarnya.
Shaka membuka pintu dan tampak dua orang wanita yang ternyata penata rias Alana. Shaka mempersilakan wanita itu masuk.
Hampir dua jam Alana di rias. Saat ini ia telah berpakaian. Shaka tampak tertegun melihat kecantikan Alana, istrinya.
Walau wajahnya hanya di poles riasan tipis, namun kecantikan Alana tetap terpancar jelas. Shaka juga tidak kalah ganteng dengan busana jas putihnya.
Setelah keduanya siap berpakaian, Shaka mengajak keluar. Di taman hotel telah banyak tamu undangan yang menunggu kedatangan kedua pengantin.
__ADS_1
Bersambung.