CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 91. Aqiqah Arzan Ravindra Malik Narendra


__ADS_3

Hari ini di rumah kediaman Arumi tampak keramaian. Acara aqiqah dari putranya Arumi yang bernama Arzan Ravindra Malik Narendra dengan nama panggilan Rendra akan diselenggarakan.


Pagi hari akan dihadiri keluarga dan kerabat terdekat saja, di tambah anak yatim piatu dari salah satu yayasan di mana Arumi menjadi donatur tetapnya.


Acara aqiqah akan segera dimulai. Pembawa acara telah mengucapkan kata sambutan. Arumi dan Gibran tampak bahagia. Dipangkuan Gibran ada Rendra yang sedang tertidur. Bayi itu tidak terganggu dengan suara keramaian.


Tibalah saatnya Gibran sebagai tuan rumah memberikan kata sambutan. Arumi meminta Gibran meletakkan Rendra ke tempat tidurnya.



Gibran maju dan memberikan kata sambutannya.


"Bapak/Ibu, serta hadirin yang saya hormati


Adapun maksud dan tujuan kami mengundang Bapak/ibu serta hadirin semua adalah dalam rangka melaksanakan Aqiqah dan Tasyakuran atas kelahiran Putra kami yang pertama.


Semoga dengan kehadiran putra kami yang pertama ini dapat menambah keberkahan bagi keluarga kami, serta menambah kebahagiaan keluarga kami. Aamiin ....


Kami mohon keikhlasan dari Bapak/ibu serta hadirin yang hadir pada kesempatan ini untuk memanjatkan doa, khusunya untuk putra kami agar dijadikan anak-anak selalu dalam keadaan sehat, diberikan panjang umur, dimudahkan rizkinya, dan dijadikan anak yang sholeh.


Disamping itu, mudah-mudahan anak-anak kami diberikan kecerdasan sehingga dapat menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa serta menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Amiin.....


Bapak/ibu, hadirin dan para undangan yang kami hormati,


Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kesediaan Bapak/ibu serta hadirin yang telah bersedia hadir memenuhi undangan kami.

__ADS_1


Mudah-mudahan kehadiran bapak/ibu dan seluruh hadirin semua dicatat oleh Allah SWT sebagai amal kebaikan, sehingga bisa menambah bekal kita untuk menghadap-Nya kelak. Aamiin…


Kami juga minta maaf apabila dalam penyambutan Bapak/ibu dan hadirin sekalian ada kesalahan maupun kekurangan, terutama dalam menyediakan tempat serta jamuan yang telah kami sediakan.


Sekian dari saya, terima kasih"


Gibran kembali duduk setelah memberikan kata sambutan. Acara dilanjutakan dengan pengajian.


Setelah pengajian acara berikutnya cukuran rambut Rendra. Semua keluarga terdekat di minta ikut serta.


Rangkaian acara aqiqah telah selesai, anak2 yatim piatu yang Arumi undang diminta mencicipi hidangan terlebih dahulu.


Semua anak yatim yang hadir diberi amplop dan suvenir sebagai cindera mata buat seluruh tamu, berupa handuk kecil dan mug.



"Kenapa kamu keliatan gugup. Dari tadi diam aja," ucap Arumi.


"Mbak tau nggak, sepanjang acara aqiqah tadi aku nggak konsentrasi. Pikiranku hanya pada acara pertunangan nanti malam. Aku gugup dan takut," ucap Alana pelan.


"Apa yang kamu takutkan?"


"Aku takut semua ini mimpi. Aku juga takut Kak Shaka tiba-tiba datang mengatakan jika ia membatalkan pertunangan kami."


Arumi tidak bisa menahan tawanya melihat wajah Alana yang serius. Tidak. pernah gadis itu seserius saat ini. Alana yang biasanya ceplos dan ngomong apa adanya tampak lucu di saat ini.

__ADS_1


"Kenapa tertawa. Jahat banget. Aku cemas, Mbak malah ketawain."


"Aku nggak menyangka, ternyata kamu bisa juga serius. Ketakutan begini," ucap Arumi masih tertawa.


"Aku serius,Mbak.Jangan diketawain."


"Mana Alana yang percaya diri, yang senangnya gombalin Shaka dan Alana yang selalu bercanda."


"Ini beda, Mbak. Kak Shaka juga nggak tampak dari tadi," gumam Alana tapi masih dapat didengar Arumi.


"Jelas aja nggak ada Shaka. Dia juga harus siap-siap buat acara pertunangan kalian nanti malam."


"Oh, gitu ya Mbak."


"Jangan gugup. Yakinlah Shaka nggak akan membatalkan pertunangan kalian. Mbak jamin. Dari sikapnya selama ini, kita bisa melihat keseriusan dirinya untuk membina rumah tangga bersama kamu."


"Iya, Mbak. Semoga aja semua berjalan lancar."


"Sekarang kamu istirahatlah. Sebentar lagi kau akan di rias. Kamu harus terlihat paling cantik di antara semua yang hadir."


"Aku emang udah cantik, Mbak."


"Iya, iya, Mbak tau."


"Nggak ikhlas banget sih Mbak ngomong iya-nya."

__ADS_1


Arumi kembali tertawa. Ia mendorong tubuh Alana untuk segera pergi dan beristirahat. Adik iparnya itu dari tadi telah sibuk membantu. Padahal nanti malam acara pertunangan dirinya.


Bersambung


__ADS_2