CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 99. Alana yang Polos


__ADS_3

Shaka menangkap tangan Alana yang terus memukul tubuhnya. Ia lalu mengecup bibir Alana membuat wanita itu terdiam.


Ini ciuman kedua dari Shaka. Alana jadi salah tingkah. Melihat istrinya yang gugup, Shaka ingin mengusilinya.


Shaka menangkup kedua pipi Alana dan kembali mengecup bibir istrinya itu. Awalnya kecupan, lalu Shaka mulai mencium dan melu*m*atnya pelan.


Alana yang tidak pernah berciuman kecuali dengan Shaka, menjadi gugup dan hanya diam tanpa membalas lum*at*an Shaka.


Ciuman Shaka yang awalnya lembut mulai menuntut, Shaka memainkan dan membelit lidah Alana. Perlahan istrinya itu mulai membalas walau tampak kaku.


Shaka membaringkan tubuh Alana tanpa melepaskan pagutannya. Saat ini mereka udah saling membelit lidah. Hingga Shaka melihat Alana yang kesulitan bernafas.


Shaka melepaskan pagutannya dan menghapus sisa air liurnya di bibir Alana. Ia tersenyum pada istrinya itu.


Shaka menjatuhkan tubuhnya ke samping Alana. Ia membuka pakaian Alana. Saat ini bagian atas tubuh wanitanya itu udah terbuka.


Alana menutup dadanya dengan kedua tangan. Ia memandangi Shaka dengan muka merah padam.


"Kakak, aku malu," gumam Alana. Namun, suaranya masih dapat di dengar.


"Kenapa malu, Saat ini aku sudah menjadi suami kamu."


"Tubuhku nggak pernah dilihat pria," lirih Alana.


Shaka tersenyum mendengar ucapan Alana. Dalam hatinya sangat bersyukur mendapat Alana. Ia yang akan pertama melihat dan menyentuh tubuh wanita cantik ini.


"Terima kasih, Sayang," ucap Shaka, ia mengecup dahi Alana.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Alana heran.


"Terima kasih karena telah menjaga tubuhmu hanya untukku. Aku beruntung, karena akulah pria pertama yang melihat tubuh indahmu."


"Aku nggak pernah pacaran, apa lagi sampai gituan," ucap Alana polos.

__ADS_1


Shaka menarik tubuh Alana hingga merapat tanpa ada jarak.


"Kamu merasa ada yang beda nggak," bisik Shaka.


"Nggak ada, emang apa?"


"Apa kamu nggak ngerasa kalau adik kecilku udah meronta. Ia udah nggak sabar ingin masuk ke rumahnya."


Shaka manarik tangan Alana dan meletakkan di atas pusaka miliknya. Alana yang polos kaget merasakan ada yang berdiri dan tegang.


Ketika mulai menyadari dan paham, Alana langsung teriak dan kembali memukul tubuh Shaka.


"Kak Shaka mesum banget."


"Udah, Sayang. Sakit. Kalau tiap hari aku dipukul gini, kamu itu berarti melakukan KDRT."


"Kenapa Kak Shaka menyuruh aku menyentuh itu?"


"Biar kamu tau, kalau ia udah nggak sabar."


"Kenapa Kak Shaka tertawa?" tanya Alana heran melihat tawa Shaka.


"Kamu itu polos banget kalau masalah ini. Buat aku nggak sabar ingin mengajari kamu."


"Keras dan besar. Pantas sakit kata temanku," gumam Alana lagi. Tawa Shaka makin menjadi mendengar ucapan Alana.


"Akan mengecil dan lunak saat udah puas masuk rumahnya. Kamu mau coba."


"Coba apa?"


"Punya aku yang katamu keras dan besar."


"Sakit'kan, Kak. Nanti aja. Aku takut nanti saat pesta nggak nyaman."

__ADS_1


"Kalau gitu sekadar mencoba di luar rumah aja. Untuk menidurkan. Nggak mungkin ia terus bangun."


"Gimana caranya?"


"Kamu diam aja. Tinggal terima apa yang akan aku lakukan."


Shaka bangun dan mulai melecuti satu persatu kain yang melekat di tubuh Alana. Tampak wajah Alana memerah menahan malu.


Baru pertama kali tubuh polosnya di lihat oleh pria. Saat ini hanya tersisa pakaian dalam di tubuh Alana.


Shaka mulai menaiki tubuh Alana dan mengecup seluruh bagian di wajah wanita itu. Ciuman Shaka turun hingga ke leher dan ia mulai bermain di leher jenjang wanita itu.


Shaka mengecup, menghisap dan menggigit kecil leher wanita itu. Ia membuat jejak kepemilikan yang banyak di leher wanita itu.


Alana yang mulai terbawa suasana merasakan sesuatu yang beda ditubuhnya. Ia merasa sesuatu menggelitik tubuhnya, geli menjalar hingga ke kepala.


Tanpa sadar Alana mende*s*h, membuat Shaka makin bersemangat. Kecupan dan ciuman Shaka turun hingga ke dada. Ia membuka pengait bra Alana. Hingga tampak jelas kedua gunung kembarnya.


Alana langsung menutupi dadanya, karena malu, napas Shaka udah mulai tampak memburu manahan hasrat dalam tubuhnya.


Ia mulai membuka tangan Alana yang menutup dadanya. Shaka mengecup dan menghisapnya.


"Alana ... maaf," ucap Shaka dengan suara serak karena menahan keinginan yang sudah memuncak.


"Maaf, kenapa?"


"Sepertinya aku nggak bisa menahannya. Aku harus melakukan sekarang."


Ucapan Shaka membuat Alana kaget. Ia tidak bisa berbuat apa-apa jika memang Shaka menginginkan itu. Alana pasrah.


Bersambung


Pasti nggak sabar ya, menunggu malam pertama Alana. Tapi belum malam Shaka udah nggak tahan. 🤭🤭 .

__ADS_1


Jangan Lupa nantikan terus kelanjutannya. Lope-lope sekebon. 😍😍😍😘😘😘


__ADS_2