CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 50. Perusahaan dan Arumi


__ADS_3

Papa Arumi dan Mama-nya kaget saat berkunjung ke Villa tapi tak dapat menemui Arumi.


Ketika di tanya dengan supir, pria itu mengatakan jika ia telah mengantar Arumi hingga ke dalam Villa.


Arumi saat ini membuka usaha online. Dengan modal uang tabungan, ia membeli satu motor bekas untuk mengantar barang dagangannya.


Papa Arumi telah meminta orang kepercayaan mereka mencari keberadaan anaknya itu di Yogyakarta. Papa berpikir, Arumi tidak mungkin ke kota lain, karean Yogyakarta adalah kota kelahirannya.


Di rumah kediaman orang tuanya Arumi, Papa dan Mamanya sedang berdebat.


"Seharusnya Papa membiarkan Arumi dengan kehamilannya. Bukankah anak yang dikandung Arumi itu juga cucu kita."


"Aku tak mau Arumi terus menjadi wanita bodoh. Seharusnya Gibran itu bersyukur mendapatkan wanita seperti Arumi, bukan malah menyakitinya."


"Selama ini Gibran juga memperlakukan Arumi dengan baik?"


"Hanya untuk menutupi kebusukannya."


"Papa, jangan hanya karena nila setitik rusak susu sebelanga. Bukankah selama menjadi suami Arumi banyak yang Gibran lakukan untuk perusahaan kita."


"Itu kewajibannya sebagai pimpinan. Kita membalas dengan berikan gaji yang tinggi."


"Gibran itu amanah, tak pernah sekalipun dia ambil uang perusahaan yang bukan haknya. Padahal kesempatan itu banyak."

__ADS_1


"Jangan sebut nama anak itu lagi. Gara-gara dia Arumi kabur. Anak itu pasti ke Yogyakarta. Kemana lagi dia akan pergi? Arumi itu biasa hidup mewah. Nggak perlu di cari, dia pasti kembali."


....................


Tiga bulan Kemudian


Perusahaan milik orang tua Arumi yang dipimpin orang kepercayaannya mulai tampak penurunan kualitas. Banyak rekan bisnis yang membatalkan kerja sama.


Rekan bisnis perusahaan pada menarik investasi mereka setelah mengetahui perusahaan tidak dipimpin oleh Gibran lagi.


Mereka puas dengan cara kerja Gibran. Jika pemimpin sekarang, mereka merasa kurang cocok.


Papa Arumi tampak termenung di taman. Sudah tiga bulan ia meminta orang suruhannya mencari Arumi tapi tak ada perkembangan.


Arumi memohon pada mereka untuk menyembunyikan keberadaannya. Arumi yang selalu baik dengan mereka, membuat orang-orang itu serba salah.


Dengan rayuannya, akhirnya mereka setuju. Dengan syarat Arumi tetap berada dikontrakan yang sama, jangan pernah pindah. Itu semua untuk memudahkan kerja mereka jika suatu hari membutuhkan Arumi.


............


Mama mendekati papa yang duduk di taman belakang rumah dengan termenung. Mama mengerti saat ini, pastilah Papa sedang banyak pikiran. Perusahaan dan Arumi yang utama ia pikirkan.


Mama memilih duduk disamping Papa. Meletakkan camilan yang dibawanyable meja.

__ADS_1


"Pa, apa yang sedang Papa pikirkan?"


"Banyak yang menjadi pikiranku saat ini."


"Pasti saat ini Papa sedang memikirkan Arumi?" ucap Mama. Papa hanya diam -tak menjawab ucapan mama.


Memang diakuinya saat ini yang paling utama di pikirkan adalah Arumi. Kemana pergi putrinya itu.


"Apa orang-orang Papa belum bisa juga menemukan keberadaan Arumi?" tanya mama lagi.


"Aku nggak tau. Kenapa mereka sulit menemukan keberadaan Arumi. Kemana anak itu pergi?"


"Mama juga sangat mengkuatirkan anak itu. Arumi nggak pernah pergi jauh sendirian tanpa ada yang menemani. Dulu saat belum nikah, selalu pergi bersama mama. Tapi sejak menikah ia selalu ditemani Gibran."


"Apakah ia bisa membiayai hidupnya?" gumam Papa. Pikiran Papa kembali menerawang entah kemana.


Dalam hati kecilnya Papa sangat mengkuatirkan Arumi. Sedikit menyesal terlalu keras. Papa tak menyangka Arumi akan senekat ini.


Bersambung.


Hai semuanya. Selamat Pagi. Masih semangat puasnya. Mama mengucapkan selamat menunaikan ibadah bagi yang mengerjakannya.


Kembali Mama membawa rekomendasi karya teman . Terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2