
Gibran langsung bersujud saat mendengar suara tangisan bayinya. Gibran sangat bersyukur akhirnya Arumi dapat melahirkan secara normal.
Setelah mengucapkan syukur di sujudnya, Gibran berdiri kembali. Bidan meletakkan bayi ke atas dada Arumi agar bayi itu bisa mengenali bau tubuh ibunya.
"Selamat Bu Arumi. Putra anda lahir dengan sehat. Sangat tampan," ucap Bidan dan meletakkan bayi ke dada Arumi dan membuka pakaian bagian atasnya.
Manfaat dari meletakkan bayi di dada ibu setelah lahir bisa membantu proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Hal tersebut bisa meningkatkan ikatan batin ibu dan anak karena ada kontak fisik secara langsung. Bayi pun bisa mulai mencari ****** ibu. Menempel di dada ibu juga bisa melepaskan lebih banyak hormon oksitosin yang bisa membantu mengosongkan rahim.
Arumi memeluk tubuh mungil yang merah dari putranya. Gibran juga ikutan memeluk keduanya. Tanpa bisa dicegah air mata Arumi jatuh melihat buah hati yang telah ia nantikan sejak lama.
"Mas, aku nggak tau harus ngomong apa. Aku bahagia banget," ucap Arumi terbata.
"Terimakasih sudah berjuang untuk melahirkan putra kita. Tanpamu aku tak akan bisa bertemu dengannya," ucap Gibran mengecup dahi Arumi.
Setelah mencoba beberapa saat bayi Arumi belum juga bisa menyusui dini. Bidan menggendong bayi itu dan membersihkan.
Bayi laki-laki itu di serahkan pada Gibran setelah di bedung untuk di azan. Dengan tangan yang gemetar Gibran azankan bayinya.
Sementara Gibran meng-azan-kan bayinya, tubuh Arumi dibersihkan bidan dan perawat. Arumi dan bayinya akan dipindahkan ke ruang rawat.
Perawat pria mendorong tempat tidur Arumi menuju kamarnya. Sedangkan bayinya di dorong Gibran.
__ADS_1
Begitu mereka keluar dari ruang bersalin,Mama, Ibu dan Alana langsung menyambut.
"Selamat datang Gibran junior," ucap Alana antusias melihat ponakannya.
"Ganteng banget ponakanku. Auntynya cantik, pastilah ponakannya ganteng," ucap Alana lagi.
"Itu bukan karena auntynya , tapi karena bapaknya yang ganteng maka anaknya ganteng."
"Narsis ...." ucap Alana, ia bersama Gibran mendorong tempat tidur bayi menuju kamar rawat.
Mama dan Ibu mendekati Arumi. Mama memeluk anaknya erat. Akhirnya Arumi menjadi seorang ibu.
"Selamat atas gelar barunya sebagai orang tua, Nak. Semoga bisa lebih bijaksana lagi saat mendidik anak, agar bisa tumbuh menjadi penerus bangsa yang berkualitas," ucap Mama dan mengecup pucuk kepala Arumi.
Ibu mertuanya Arumi mendekati tempat tidur dan mengecup dahi menantunya itu. Ibu sangat bahagia mendapati cucu laki-laki. Ibu memiliki cucu cewek dari anaknya Amanda, kakak Gibran.
"Memang tidak mudah menjadi orang tua. Semoga Tuhan selalu memberikan kemudahan, agar kamu bisa mendidik anak-anak menjadi pribadi yang baik kelak," ucap Ibu.
"Siapa nama cucu Oma ini, Gibran?" tanya Mama Arumi. Ia menggendong bayinya Arumi dan Gibran.
__ADS_1
"Arumi dan aku telah sepakat memberi nama bayi kami Arzan Ravindra Malik Narendra, dengan nama panggilan Rendra," ucap Gibran.
"Sayang, nama bayi kita nggak berubah'kan?" tanya Gibran dengan Arumi.
"Nggak, Mas. Aku suka nama itu."
"Sekali lagi, aku mengucapkan terima kasih Sayang. Kamu wanita hebat. Aku tidak pernah melihat ada sesuatu sekuat dirimu, aku tidak pernah melihat siapapun setegar kamu. Aku ingin suatu hari bisa sekuat dan setegar dirimu. Terimakasih Sayang,untuk segalanya. Terum kasih karena telah berjuang melahirkan putra kita." Gibran mengecup dahi Arumi.
"Apa arti nama ponakanku, Mbak?" tanya Alana.
"Arzan Ravindra Malik Narendra artinya anak laki-laki keturunan orang yang berguna dan memiliki kekuatan yang besar serta cenderung selalu beruntung."
"Nama yang bagus dengan artinya yang juga luar biasa," ucap Alana.
"Jangan ganggu Arumi. Saat ini ia harus istirahat. Pasti capek banget berjuang melahirkan bayi. Kamu tidur aja, Sayang," ucap Gibran.
Mama dan Ibu bergantian menggendong bayi Arumi. Tampaknya ia akan menjadi rebutan Oma dan neneknya.
Gibran menemani Arumi. Ia memijat tangan Arumi hingga wanita itu tertidur.
Bersambung.
__ADS_1