CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 75. Apakah Ini tanda-tanda akan lahiran?


__ADS_3

Arumi terbangun di tengah malam. Sejak habis isya, ia merasakan pinggang yang sakit. Arumi mencoba menutup matanya kembali. Namun sakit yang ia rasakan membuat matanya sulit untuk dipejamkan.


Arumi membalikkan tubuhnya, dengan tidur miring menghadap suaminya Gibran. Arumi mengecup pipi Gibran.


Merasakan sesuatu yang hangat menyentuh kulit pipinya, Gibran membuka matanya. Ia melihat wajah Arumi yang begitu dekat.


"Kenapa, Sayang? Kamu mimpi buruk. Kok belum tidur juga."


"Aku nggak bisa tidur, Mas."


Mendengar ucapan istrinya, Gibran memeluk pinggang Arumi. Ia mengecup bibir Arumi.


"Apa yang kamu pikirkan?"


"Pinggangku sakit," ucap Arumi dengan sedikit meringis. Gibran spontan duduk mendengar perkataan Arumi.


Ia mengusap pelan pinggang Arumi. Berharap dapat mengurangi rasa sakit.


"Masih sakit? Apa yang harus aku lakukan untuk mengurangi sakitnya?"


"Apa ini tandanya aku akan lahiran,Mas?" tanya Arumi.


"Apaa ..? Lahiran?" tanya Gibran balik.


"Bukankah dokter mengatakan jika salah satu tanda akan lahiran, pinggang dan pinggul terasa sakit."


"Apa kata dokter saat itu, aku lupa."


"Sebelum melahirkan, ibu hamil mungkin akan merasakan nyeri atau kram pada punggung, perut, atau kram layaknya nyeri yang dirasakan saat mendekati masa menstruasi. Itu yang dikatakan Dokter saat terakhir periksa kemarin. Masa Mas lupa," ucap Arumi.


"Kalau emang itu yang dokter ucapkan, berarti kamu mau melahirkan. Ayo ke rumah sakit. Mas siapkan dulu baju yang akan dibawa," ucap Gibran. Ia langsung turun dari tempat tidur dan mengambil tas berisi pakaian bayi dan Arumi untuk persiapan melahirkan.


"Aku panggil mama dulu ya," ucap Gibran sambil berjalan menuju pintu.

__ADS_1


"Mas, tunggu!" teriak Arumi.


"Ada apa, Sayang?"


"Mas belum berpakaian. Masa bangunkan mama hanya pakai celana pendek."


Gibran memandangi tubuhnya. Baru disadari jika ia hanya memakai celana pendek. Kebiasaan Gibran emang tidur tanpa baju.


Gibran mengambil baju dan memakainya. Ia berjalan menuju kamar mama. Dengan pelan ia mengetuk pintu kamar.


"Mama, Mama ...." panggil Gibran.


Setelah beberapa kali memanggil, barulah terdengar suara sahutan dari dalam kamar. Mama membuka pintu.


"Ada apa Nak Gibran? Apa Arumi sakit?" ucap mama. Wanita itu kaget dibangunkan tengah malam.


"Arumi bilang akan lahiran."


"Mau lahiran? Tunggu Mama lihat dulu," ucap Mama. Gibran dan Mama berjalan menuju kamar yang ditempati Arumi dan suaminya.


"Apa benar kamu akan lahiran, Nak?"


"Mana kau tau, Ma. Ini anak pertama."


"Apa yang kamu rasakan saat ini."


"Sakit di punggung bawah dan menyebar ke area panggul, Ma."


"Itu emang tanda-tanda akan lahiran."


"Tapi menurut hari perkiraan lahir masih seminggu lagi, Ma."


"Meskipun hari perkiraan lahir (HPL) dapat ditentukan oleh dokter kandungan, namun bisa saja ibu hamil mengandung lebih lama atau bahkan lebih cepat, Sayang."

__ADS_1


"Dokter juga pernah ngomong gitu'kan, Sayang," ucap Gibran.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit aja, untuk memastikan," ucap Mama.


"Kamu ganti aja baju dulu. Mama juga mau ganti bajunya Mama," ucap Mama. Ia meninggalkan Arumi dan Gibran.


Gibran membantu Arumi menggantikan bajunya. Dengan telaten ia menggantikan seluruh kain yang melekat ditubuh istrinya. Setelah Arumi siap, barulah Gibran mengganti pakaiannya.


Gibran menggandeng tangan Arumi menuju mobil. Setelah itu Gibran melajukan mobilnya perlahan menuju rumah sakit.


Bersambung


Selamat Pagi CINTA YANG DIABAIKAN Lovers. Happy weekend.


Mama kembali membawa rekomendasi novel sahabat mama. Bisa dibaca sambil menunggu Arumi melahirkan.


Judul Novel : MAAFKAN AKU, ISTRIKU.


Perjuangan Abimanyu untuk mendapatkan kembali cinta Renata, sang istri yang telah berulang kali disakitinya.


Tidak mencintai gadis yang menjadi wasiat terakhir ibunya membuat Abimanyu seringkali menyiksa dan menyakiti hati Renata hingga berkali-kali.


Akankah Bima bisa kembali mendapatkan cinta istrinya? Sementara hati Renata telah mati rasa akibat perbuatan Abimanyu yang telah menyebabkan buah hati dan ibunya meninggal dunia.


"Mas Bima-"


"Panggil aku Tuan seperti biasanya, karena kau hanyalah seorang pembantu di sini!"


"Ta-tapi Mas, kata Nyonya-"


"Ibuku sudah meninggal. Aku menikahimu karena keinginan ibuku, Jai kau jangan berharap dan bermimpi kalau aku akan menuruti keinginan ibuku untuk menjagamu!"


"I-iya, Tu-Tuan ...."

__ADS_1



__ADS_2