
Arumi menarik nafasnya dan kembali memandangi Shaka.
"Aku mengerti Shaka, jika semua orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Namun seharusnya sebelum memutuskan sesuatu, Papa bertanya dulu denganku."
"Aku bisa mengerti jika Papa membenci Gibran dan kecewa dengannya. Tapi kenapa Papa sampai meminta aku menggugurkan kandungan. Jika Papa mengatakan semua itu demi kebaikanku dan semua karena rasa sayangnya, seharusnya papa juga tau jika aku menyayangi calon bayiku seperti papa juga menyayangiku."
"Aku mengerti Arumi, sudah kukatakan jika aku bukannya membenarkan apa yang Papa dan Mama kamu lakukan."
"Maafkan aku, Shaka. Sebagai anak aku juga salah, tapi aku saat ini butuh ketenangan. Apa yang belakangan ini menimpa hidupku cukup menguras emosi dan perasanaku. Aku butuh waktu sendiri."
"Arumi, boleh aku bertemu kamu di lain waktu."
"Tentu saja boleh. Kapanpun kamu mau."
"Maaf, Arumi. Maaf jika perkataanku membuat kamu tersinggung. Apakah kamu mau bekerja di perusahaanku. Dari pada kerja online. Kamu sedang hamil, bahaya menggunakan motor, apalagi jarak jauh."
__ADS_1
"Terima kasih tawaranmu. Akan menjadi bahan pergunjingan jika aku diterima bekerja diperusahaanmu dalam keadaan hamil."
"Saat nanti kehamilanku makin membesar, aku akan menggunakan jasa kurir. Aku tidak. akan mengambil resiko dengan kehamilan aku ini."
"Baiklah, tapi ingat Arumi. Kapanpun kamu ingin bekerja, perusahaanku siap sedia menerima."
"Terima kasih atas tawarannya."
Arumi dan Shaka mengobrol cukup lama. Hingga hampir dua jam. Setelah itu Arumi pulang ke kontrakannya menggunakan motor diikuti Shaka dari belakang.
Sampai dikontrakan Arumi, Shaka hanya turun dari mobil sebentar, setelah itu pamit kembali ke hotel tempat dirinya menginap.
Hari ini kembali Gibran memenangkan tender atas nama perusahaan milik sahabatnya David. Bonus yang dijanjikan David cukup besar . Gibran akan menyimpannya sebagai tambahan modal membuka usaha baru.
"Arumi, semoga saat aku kembali hatimu masih untukku. Tidak ada satu hari pun ketika aku tidak memikirkanmu dan aku tidak merindukanmu. Aku hanya ingin kembali ke masa lalu dan menghargai semua kenangan yang aku miliki denganmu.Aku ingin mengembalikan waktuku yang tetbuangbpercuma. Karena, jika tidak bisa bersamamu, aku akan senang hidup dengan kenanganmu. Aku akan hidup tanpa cinta."
__ADS_1
"Aku hanya berharap bahwa dalam kegelapan malam dalam seribu juta hari dari sekarang, di bawah bintang berbintang, kamu akan berpikir untuk kembali kepadaku. Pikiranku mencoba untuk melupakan, tetapi tubuhku mengingat sentuhanmu, rasa hangatmu, aroma rambutmu, bau napasmu, dan aku menangis karena sakit dalam kerinduan. Aku baru menyadari jika kmu sangat berarti bagiku."
Gibran di kenal sebagai sosok pemimpin yang ramah, begitu juga di Brunei saat ini. Ada beberapa karyawan wanita yang tampak menyukai dirinya.
Gibran bukan tidak menyadari itu, tapi ia berusaha menjaga hatinya untuk Arumi. Pria itu beranggapan jika inilah saatnya ia buktikan pada Arumi dan seluruh keluarga jika ia memang mencintai wanita itu.
.........
Ditempat lain, Papa Arumi saat ini sedang mengadakan rapat setelah menerima laporan keuangan perusahaan.
Banyak kerugian yang dialami perusahaan.Pendapatan tidak dapat menutupi biaya operasional perusahaan.
Rapat yang diadakan perusahaan memperoleh satu keputusan, akan ada pengurangan karyawan dibeberapa bagian.
Papa tampak sangat letih, saat ini Papa dan mama menempati rumah kediaman Arumi dan Gibran dulu.
__ADS_1
Papa Arumi ingin menyelesaikan semua masalah di kantor. Setiap hari ia harus pergi dan bekerja.ke perusahaan.
Bersambung