CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 101. Pesta Berakhir.


__ADS_3

Shaka menggandeng tangan Alana menuju tempat pesta dilangsungkan Saat mereka datang, semua tamu undangan berdiri dan bertepuk tangan.


Malam ini tidak ada acara resmi. Semua tamu undangan bebas melakukan apa saja. Termasuk kedua pengantin.


Alana memeluk lengan Shaka. Pria itu membawa istrinya menemui para undangan terutama rekan kerja Shaka.


Tampak sekali rona kebahagiaan terpancar jelas dari kedua wajah pengantin terutama Shaka. Ia mengenalkan Alana pada semua kerabat, sahabat dan rekan kerjanya.


Di antara tamu undangan, banyak teman sekolah Alana dan Shaka yang hadir. Ia mengundang teman sekelas mereka dulunya.


Banyak teman Shaka dan Arumi tertawa melihat kenyataan jika Shaka menikah dengan adik iparnya Arumi, karena dulunya Arumi dan Shaka sempat dijodohin,menjadi pasangan serasi di sekolah.


"Nggak dapat Arumi, adik ipar jadinya," ucap salah satu teman sekelasnya.


"Adik ipar Arumi cantik. Nggak kalah dengan Arumi. Pantas Shaka mau. Pasangan serasi."


Shaka dan Arumi jadi bahan bincangan mereka. Banyak di antara teman mereka yang tahu, jika Shaka dulunya menyukai Arumi.


Tepat jam dua belas malam, satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan acara pesta.


Shaka dan Alana meninggalkan lokasi pesta setelah tamu mulai sunyi. Mereka langsung menuju kamar hotel.


Di dalam kamar hotel, Alana langsung duduk di sofa. Tampak ia kelelahan. Shaka memdekati istrinya itu.


"Capek banget ya? Aku pijatin?" tanya Shaka.


Shaka menaikan kaki Alana ke atas pahanya. Ia memijat pelan.


"Kak Shaka pasti capek juga."


"Nggak terlalu, kamu baring di tempat tidur ya. Biar aku lebih enak memijatnya."


Shaka langsung menggendong tubuh Alana, membuat ia sedikit berteriak karena kaget.


"Kakak, buat kaget aja. Nggak ngomong kalau mau gendong," ucap Alana dan melingkarkan tangannya di leher Shaka.

__ADS_1


Shaka meletakkan tubuh Alana pelan. Ia naik ke ranjang dan membuka pakaian Alana. Kali ini istrinya tidak malu lagi. Alana membiarkan Shaka melakukan semua itu.


Shaka memijat tubuh Alana hingga ke punggungnya. Ia meminta Alana tidur tengkurap. Tanpa Alana sadari, Shaka membuka pengait bra istrinya itu.


Alana yang merasa keenakan saat dipijat akhirnya terlelap. Shaka membuka pakaiannya dan ikut berbaring di samping tubuh Alana.


Shaka memeluk pinggang Alana dan menariknya agar merapat. Tangan Shaka mulai menjelajahi tubuh Alana. Ia memijat gunung kembar istrinya, membuat Alana terbangun.


"Kak Shaka," ucap Alana pelan. Sepertinya Alana masih mengantuk.


"Udah nggak capek lagi'kan. Bisa kita lanjutkan yang siang tadi," bisik Shaka.


"Lanjutkan apa, Kak?"


"Main kuda, adik kecil kakak udah nggak sabar masuk Goa."


Alana membalikkan badannya hingga posisinya terlentang. Shaka langsung menaiki tubuh Alana dan mengecup seluruh bagian di wajah istrinya


Setelah itu ciuman turun ke jenjang putih Alana. Shaka mengecup, menghisap dan menggigit kecil leher istrinya meninggalkan banyak jejak merah keunguan.


Kecupan dan ciuman Shaka turun ke dada istrinya itu, kembali ia banyak meninggalkan jejak kepemilikan.


"Udah, Kak. Aku mau pipis," ucap Alana.


"Keluarkan aja, itu pipis kenikmatan," ucap Shaka.


"Malu, Kak. Masa ngompol."


"Jangan di tahan, keluarkan. Nanti kamu akan merasa lega."


Alana akhirnya melepaskan, tampak wajahnya puas. Shaka tersenyum melihat Alana.


"Enak'kan?" Alana hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Aku boleh mulai memasuki tubuhmu?" tanya Shaka. Kembali Alana hanya bisa menganggukkan kepala sebagai jawaban.

__ADS_1


Shaka mulai memposisikan tubuhnya agar pas memasuki tubuh Alana. Baru mau menerobos, Alana tampak merintih menahan sakitnya.


"Sakit, Kak."


"Tahan dikit, hanya sekali aja sakitnya."


Shaka mengulangnya lagi. Alana kembali meringis menahan sakit. Shaka mengecup dan melu*ma*t bibir istrinya mengalihkan perhatian Alana.


Beberapa kali mencoba, barulah adik kecilnya Shaka bisa menembus Goa milik Alana. Wanita itu mencakar punggung Shaka untuk meredam rasa sakit.


Shaka bergerak pelan di inti tubuh Alana. Ia tau, istrinya itu pastilah sedang menahan rasa sakit saat ini. Begitupun Shaka, ia juga merasakan sedikit perih, karena ini juga pertama baginya.


Lima belas menit akhirnya mereka telah sama-sama mencapai puncak. Shaka turun dari tubuh Alana, menjatuhkan tubuhnya ke samping dan memeluk istrinya itu.


"Maaf, karena kamu harus merasakan sakit. Namun menurut yang aku baca, hanya sekali atau dua kali saat pertama melakukan. Setelah itu kamu akan ketagihan."


"Kakak yang ketagihan."


"Kamu juga pasti ketagihan. Kita lihat aja. Besok-besok kamu yang meminta padaku."


"Sekarang kita mandi dan tidur. Aku takut jika aku bangun, adik kecilku juga ikut bangun."


Shaka bangun dan menggendong tubuh Alana masuk ke kamar mandi. Setelah mandi, mereka terlelap menuju alam mimpi masing-masing.


END


...****************...


Selamat Siang CINTA YANG DiABAIKAN lovers. Terima kasih atas dukungan dan support nya selama ini.


Akhirnya sampai di penghujung kisah Arumi dan Gibran.


Mama akan menambah bonchap mengenai Alana dan Shaka. Namun tidak setiap hari. Tetap menunggu ya.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2