CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN
Bab 85. Ada apa Alana?


__ADS_3

Alana langsung keluar dari mobil Shaka begitu sampai di rumah kediaman Arumi. Gibran yang sedang duduk di ruang keluarga menyapa Alana.


"Kenapa lama benar? Mampir kemana tadi?" tanya Gibran begitu melihat Alana.


"Nggak tau," jawab Alana.


Gadis itu langsung masuk ke kamar Arumi, Gibran memandangi kepergian Alana dengan wajah bingung. Shaka yang mengikuti Alana menjadi senyum-senyum sendiri melihat tingkah Alana.


"Duduklah, Shaka," ucap Gibran melihat Shaka.


"Mampir kemana tadi? Aku kira nggak jadi ngikut ke sini, langsung mengantar Alana pulang."


"Cuma beli minum di pinggir jalan aja. Haus," ucap Shaka.


"Ngapa Alana jawabnya nggak tau." Gibran geleng-geleng kepala.


Gibran meminta bibi membawakan minum dan camilan buat mereka berdua. Gibran dan Shaka mengobrol acara rencana aqiqah anaknya Rendra dan pertunangan Shaka.


Gibran meminta tolong Shaka yang mengurusi semuanya. Besok Gibran harus kembali ke Brunei selama seminggu, menyelesaikan kerjaannya.


Tiga hari sebelum acara, Gibran akan kembali. Ia akan meminta cuti seminggu. Gibran udah nggak sabar menyelesaikan tugasnya di Brunei. Tinggal tiga bulan lagi, sesuai janjinya.


Alana masuk ke kamar dengan wajah yang masih memerah menahan malu. Ia duduk di tepi ranjang, melihay Arumi yang menyusui putranya.


"Mbak kira kamu langsung pulang," ucap Arumi.


"Nggak, kok. Aku udah janji mau nginap'kan?"


"Mampir kemana tadi? Jauh banget jaraknya. Padahal tadi bareng dari rumah sakit."

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan Arumi, gadis itu malah tampak senyum-senyum sendiri sambil menggigit bibirnya.


Arumi yang memperhatikan adik iparnya itu, menjadi heran. Ia memukul lengan Alana agar gadis itu tersadar dari lamunannya.


"Bibirmu kenapa, Alana," ucap Arumi mengagetkan gadis itu.


"Bibir, kenapa bibir aku?" tanya Alana. Wajahnya tampak memucat. Alana berpikir Arumi tau sesuatu.


"Kenapa kamu malah bertanya dengan Mbak. Mana Mbak tau, Alana. Kamu dari tau gigit bibir terus. Siapa tau sakit."


"Nggak, bibirku nggak apa-apa. Mbak Arumi jangan berpikiran yang macam-macam. Jangan ngomong dengan Mas Gibran."


"Emang Mbak berpikir apa? Apa juga yang harus dikatakan dengan Mas Gibran?"


"Udah,Mbak.Jangan ngomongin bibir lagi. Aku malu."


"Wah, Mbak jadi curiga nih. Bibir kamu ...."


Arumi tidak bisa menahan tawa melihat adik iparnya yang malu-malu. Alana yang salah tingkah langsung rebahan di samping tubuh anaknya Arumi.


Alana meraih jari Rendra dan memainkan jari mungil itu. Rendra tampak gelisah, mungkin merasa tidurnya di ganggu.


"Kamu udah siap menikah dengan Shaka," tanya Arumi,membuat Alana menghentikan kegiatannya yang mengganggu tidur Rendra.


"Emang apa yang harus disiapkan jika kita akan menikah, Mbak."


Alana bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Arumi.


"Persiapan mental, itu yang paling utama jika kita akan menikah."

__ADS_1


"Persiapan mental? Maksudnya, Mbak?"


"Yang paling utama dalam persiapan pernikahan adalah persiapan mental. Calon pengantin antara pria dan wanita harus memiliki kesiapan mental jika ingin melakukan pernikahan. Pernikahan bukanlah suatu hubungan yang sederhana seperti pada saat masa pacaran. Kalian akan menghadapi hidup yang baru, menjalani suka dan duka hidup berdua dengan pasangan kalian, dan merasakan hal-hal lain yang belum pernah kalian rasakan berdua."


"Kamu pasti masih ingat masalah yang pernah Mbak hadapi dalam rumah tangga. Kamu juga harus siap untuk semua yang mungkin terjadi, karena perjalanan rumah tangga nggak ada yang mulus. Pasti akan ada kerikil yang menghalangi."


"Aku akan belajar sabar dari Mbak."


"Mbak juga nggak sesabar yang kamu pikirkan. Mbak pernah jenuh dan puncaknya saat menggugat cerai Mas Gibran. Namun Mbak harap kamu nggak pernah mengalami apa yang pernah kami hadapi dalam berumah tangga. Semoga jalanmu mulus dan nggak ada rintangan dalam rumah tangga nantinya."


"Aamiin, Mbak."


"Shaka pria baik, pantas buat kamu."


Arumi mencubit pipi adik iparnya itu. Bagi Arumi, gadis itu bukan hanya adik par, tapi telah dianggap seperti saudara kandungnya. Ia sangat menyayangi Alana.


Arumi-lah yang paling bahagia saat Gibran mengatakan Shaka melamar Alana, karena sejauh ia mengenal pria itu sangat baik.


Bersambung


Pemenang Pulsa masing2 20k adalah :


1. navis


2. Amah fauzi


3. Nnana st


4. Fitriani

__ADS_1


5. Chakeep_@biez


Bagi pemenang tolong follow mama, nanti mama follback biar bisa beri nomor ponselnya.


__ADS_2