
Alana memilih duduk di sebelah Shaka. Gadis itu menghadap ke Shaka. Ia tersenyum semringah.
"Menurut Kak Shaka, apa yang harus aku lakukan jika pria yang aku taksir nggak juga menyadari kumencintainya?" tanya Alana menghentikan lamunan Shaka.
"Apa ...?" ucap Shaka kaget.
"Ubahlah, Kak Shaka nggak akan mengerti."
"Kamu tanya sama orang dingin, ya mau tau jawabannya," ucap Andre.
"Kalau emang pria itu nggak peka juga. Udah ama Kak Andre aja. Kita besok ke KUA."
"Masa main langsung nikah aja," ucap Alana.
"Alana itu masih kecil, Ndre. Masa kamu ajak nikah."
"Siapa yang anak kecil? Alana? Shaka ... Shaka, Alana bukan anak kecil lagi. Pasti udah bisa buat anak kecil dia," ucap Andre sambil tertawa.
Shaka jadi terdiam mendengar ucapan Andre. Dalam hatinya mulai memikirkan ucapan Andre.
"Eh, ngomong-ngomong dimana kamu kenal Alana?"
"Alana adik iparnya Arumi."
"Kamu adik iparnya Arumi?"
"Iya, kenapa Kak?"
"Pantas sama-sama cantik."
"Apa hubungannya lagi. Kak Andre gombal terus."
__ADS_1
"Kamu juga. Berarti kita berjodoh."
"Kamu nggak jadi makan Alana?" tanya Shaka, ia sengaja mengalihkan pembicaraan Andre dan Alana.
"Aku sukanya ngemil aja, Kak," jawab Alana.
"Ngemil, ngemil apa?"
"Ngemilikin Kak Shaka selamanya," ucap Alana sambil tersenyum.
Wajah Shaka merah menahan malu saat Alana mengatakan itu. Andre yang melihat jadi tertawa.
"Kamu bisa aja, Alana. Tapi aku suka gayamu," ucap Andre sambil tertawa.
"Tunggu dulu ... jangan bilang kalau pria yang kamu suka itu Shaka, si pria kulkas?"
Alana menatap Shaka, membuat pria itu jadi salah tingkah. Ia hanya tersenyum menanggapi ucapan Andre.
"Udah, Alana. Perut Kak Andre udah keram, ketawa terus. Jangan gombalin Shaka, mending kamu gombalin Kak Andre, pasti meleyot. Kalau Shaka nggak akan ngaruh digombalin."
"Iya, capek aku gombalin Kak Shaka. Aku pamit pulang aja."
"Pulang dengan Kak Andre aja. Nanti di antar hingga kepelaminan."
"Ah Kak Andre, jangan gombalin aku. Nanti aku jadi berpaling hati ke Kak Andre."
"Alana pulang denganku aja Andre," ucap Shaka.
"Baiklah, aku pamit dulu. Alana, Kak Andre pamit dulu. Ingat ya, jika kamu udah capek dengan sikap dingin pria yang kamu cintai itu, ingat ada aku yang setia menantimu."
"Baiklah, Kak. Asal Kak Andre nggak playboy lagi."
__ADS_1
Andre mengacak rambut Alana sambil berlalu pergi. Shaka melihatnya dengan cemberut.
Setelah Andre pergi dari hadapan mereka, Shaka mengajak Alana pulang bersamanya. Dalam mobil, Shaka akhirnya memulai percakapan setelah saling diam beberapa saat.
"Kamu mau langsung pulang."
"Maunya langsung Kak Shaka bawa ke KUA."
"Kamu serius mau aku bawa ke KUA. Udah siap menikah?" tanya Shaka.
"Apa ...? Kak Shaka melamarku?"
"Ini bukan lamaran. Jika aku melamarmu langsung aja ke ibu dan Mas kamu."
"Aku kira Kak Shaka melamarku."
"Kamu udah siap menikah dan meninggalkan masa remajamu. Aku ini orangnya posesif jika udah mencintai. Aku nggak mau wanita yang aku cintai dekat dengan pria lain."
"Maksudnya Kak Shaka?"
"Apa kamu emang serius menyukaiku, atau sekedar candaan aja?" tanya Shaka.
"Menurut Kak Shaka? Aku serius apa becanda?"
Shaka menghentikan mobilnya di tepi jalanan yang sedikit sunyi. Ia memiringkan badannya menghadap Alana.
Shaka memandangi Alana dengan intens, membuat gadis itu salah tingkah.
.............
Bersambung
__ADS_1
Apakah Shaka akan membalas kata cinta Alana? Nantikan terus kelanjutan novel ini. Love you sekebon jeruk buat semuanya. 😘😘😘