DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
S2. King - Patah Hati


__ADS_3

Waktu bergulir dengan begitu cepat. Malam telah berganti dengan pagi. Dan pada  pagi hari itu, Alessia sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, dengan catatan setiap minggu harus kontrol.


"Ah, akhirnya aku bisa pulang lagi ke rumah!" pekik Alessia sangat bahagia ketika di memasuki rumah menggunakan kursi roda.


"Meski kau sudah di rumah, tapi kedua kakimu tidak bisa di gunakan untuk berjalan!" sahut Alpha dengan nada sinis.


Alessia seketika langsung terdiam mendengar ucapan sinis adiknya.


"Alpha, tidak boleh bicara seperti itu! Lagi pula kau nanti akan membantu kakakmu jalan-jalan keluar  rumah 'kan," tegur Arra pada putri bungsunya.


"Malas!!!" jawab Alpha lalu segera masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


"Anak itu kenapa sih?" gumam Arra sembari menatap kepergian putri bungsunya.


"Mommy, aku tidak apa-apa jika harus tetap berada di rumah," ucap Alessia pada ibunya yang terlihat tidak tenang setelah mendengar ucapan Alpha.


"Maafkan ucapan Alpha. Dia masih kecil dan belum bisa menyaring ucapannya sendiri." Arra berkata sambil mendorong kursi roda tersebut.

__ADS_1


"Santai saja, Mom." Alessia tersenyum, menenangkan ibunya.


"Daddy dan Lio meeting penting di perusahaan, maka dari itu mereka tidak bisa menjemputmu," ucap Arra saat melihat putrinya celingukan seolah sedang mencari seseorang.


"Kata Lio, ada pelayan baru?" Alessia mendongak menatap ibunya yang mendorong kursi rodanya menuju lift yang tidak jauh dari ruang tengah.


"Iya, Sayang. Pelayan baru itu baru bekerja beberapa hari ini dan tugasnya ada di lantai 3," jawab Arra seraya memasuki pintu lift yang sudah terbuka. Dia mendorong kursi roda putrinya lalu menekan tombol 2.


"Di lantai 3?" Beo Alessia sedikit terkejut, pasalnya lantai 3 adalah wilayah Lio--saudara kembarnya.


"Iya, apa ada yang salah?" tanya Arra pada putrinya.


*


*


Sementara itu, Quen menatap putra bungsunya yang terlihat melamun di ruang makan.

__ADS_1


"Kai, ada apa? Kau sedang ada masalah?" Quen mendekati putranya yang menopang dagu dengan kedua tangan di atas meja


"Mom, aku sedang galau," curhat Kai dengan nada resah.


"Oh ... Wait! Kau patah hati? Apakah ini tentang wanita? Kau sudah punya kekasih?!" pekik Quen seraya bertepuk tangan sekali di depan wajah, ekspresinya terlihat sangat bahagia mendengar putranya patah hati.


"Mom! Aku sedang sedih, tapi kenapa Mommy malah bahagia!?" gerutu Kai, menatap sebal ibunya.


"Ha ha ha, tentu Mommy sangat bahagia karena putra bungsuku sudah tahu cinta, tidak seperti King yang sangat kuno, bahkan dia harus dijodohkan dengan Alessia," jawab Quen disela tawa bahagianya.


"Jadi, siapa wanita menyedihkan itu yang sudah membuat putra Mommy yang paling tampan ini galau? Katakan kepada Mommy." Quen mendudukkan diri di kursi kosong tepat di samping putranya, lalu menatap penasaran pada Kai yang malah mengerucut sebal kepadanya.


Kai menghela nafas kasar, lalu menggelengkan kepalanya pelan, tidak ingin memberitahu kalau wanita itu adalah Alpha.


Alpha telah membuat hatinya sakit, gadis cantik itu telah menolak cintanya mentah-mentah, bahkan memakinya habis-habisan.


"Ya sudah kalau tidak mau mengatakan siapa wanita itu. Tapi, Mommy akan memberikan saran padamu, jangan patah hati, masih banyak wanita lain yang lebih baik dari gadis itu." Quen memberikan semangat pada putranya, seraya menepuk pundak Kai beberapa kali.

__ADS_1


"Tapi, aku cinta mati padanya, Mom!" rengek Kai seperti anak kecil.


__ADS_2