
BAHAYA!!!!
***
"Ah ah." Quen mendessah seraya meremas kedua sisi pundak yang lebar itu ketika merasakan suaminya terus menghujamnya tanpa jeda dengan gerakan cepat.
"Uh." Mike mengerang tertahan saat merasakan kenikmatan surga dunia yang di berikan oleh istrinya. Ia menundukkan kepala, mencium bibir istrinya dengan sangat rakus tanpa menghentikan gerakannya di bawah sana.
Percintaan panas itu sudah berlangsung selama 1 jam lebih, namun belum ada tanda-tanda kalau Mike akan mengakhiri permainan panas tersebut.
Padahal Quen sudah merasa lelah dan lemas, karena tubuhnya di bolak-balik kayak tempe goreng oleh suaminya.
"Daddy, su ... dah." Quen akhirnya menyerah saat tubuhnya sudah tidak mampu menerima serangan dari suaminya. Mike sangat perkasa, dan kuat, membuat Quen selalu kuwalahan saat mereka sedang bercinta, akan tetapi Quen selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk suaminya, namun kali ini dia sudah benar-benar lelah dan lemas karena sudah keluar beberapa kali.
"Sebentar lagi ..." Mike mempercepat gerakannya karena dia sendiri juga sudah akan mencapai pelepasan.
"Aku mencintaimu." Mike selalu mengatakan perasaannya saat akan mencapai puncak. Pria tersebut menundukkan kepala lalu mencaplok buah ceri yang tumbuh di pucuk gunung kembar milik istrinya secara bergantian. Di bawah sana dia terus bergerak dan menghujam lembah istrinya hingga akhirnya dia menghentakkan senjatanya dengan kasar hingga mentok ke bagian yang paling dalam saat dia menumpahkan pasukan kecebongnya ke dalam rahim istrinya.
__ADS_1
"Oh ... yeah ..." Mike memejamkan kedua matanya sambil memaju mundurkan senjatanya yang super jombo itu dengan pelan sebelum dia mencabut penyatuan mereka.
Quen merasakan kalau rahimnya menghangat dan penuh dengan cairan suaminya. Ia tersenyum menatap Mike yang masih mengungkungnya. Kedua manusia yang baru selesai bercinta itu saling pandang dan saling melemparkan senyuman, kemudian bibir keduanya saling menempel dan memanggut lembut.
"I Love You," bisik Mike setelah ciuman mereka terlepas.
"I Love You Too," balas Quen lalu menarik tengkuk suaminya, menenggelamkan wajah suaminya di sela gunung kembarnya yang hangat dan juga kenyal.
*
*
King melengos tidak mau menatap pria berkulit putih itu, dia tetap fokus pada mainan baru yang baru di belikan Cecilia.
"Kamu masih marah dengan Uncle ya? Sayang sekali, padahal aku punya sesuatu yang istimewa untukmu." Josep berkata dengan nada pura-pura kecewa dan sedih, lalu memundurkan langkahnya agar pria kecil itu mengejarnya.
"Memangnya Uncle punya apa?" King menatap Josep dengan tatapan sengit tapi di penuhi dengan rasa penasaran.
__ADS_1
"Ayo ikut, Uncle." Josep berkata sambil merentangkan kedua tangannya, bertanda kalau pria kecil itu harus mau dia gendong.
King meletakkan remot control di atas meja lalu menghampiri Josep lalu masuk ke gendongan pria tersebut.
"Mau ke mana Tuan Jelek?" tanya King cemberut seraya melingkarkan kedua tangannya di leher Josep.
"Tentu saja mengambil hadiahmu." Josep membawa King ke halaman belakang rumah mewah tersebut. Sampai di sana, kedua mata King membola sempurna saat melihat mobil bummblebee khusus anak-anak yang harganya sangat mahal dan limited edition terparkir rapi di halaman belakang dengan kedua sisi pintu terbuka lebar ke atas. Bummblebee adalah salah satu tokoh mobil berwarna kuning yang sangat populer dari film transformers dan sangat di sukai oleh anak-anak.
"WOW!!!!" seru King lalu turun dari gendongan Josep, lalu berlari ke arah mobil kuning tersebut. Dia sudah lama menginginkan mobil impiannya, akan tetapi kedua orang tuanya selalu melarangnya untuk memiliki mobil tersebut dengan alasan usianya masih terlalu kecil.
Di sisi lain.
Cecilia sedang bertatap muka dengan suaminya yang sudah lama tidak menampakkan diri
"Mike tahu tentang semua ini?" tanya Cecilia dengan nada datar.
"Belum," jawab pria tersebut seraya menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Dia pasti kecewa karena Daddy nya yang selama ini di banggakan telah menikah lagi dengan wanita lain. Aku harap kamu segera menyelesaikan perceraian kita!" Cecilia berkata dengan santai, tanpa merasa sakit hati sama sekali karena dia sudah tahu sejak lama kalau suaminya telah menikah dengan wanita lain.