
"K-King, sebentar ... aku perlu mengatur nafasku!" ucap Alessia sangat gugup, ketika King mendorongnya hingga telentang di atas ranjang yang di penuhi ribuan kelopak bunga mawar merah.
"Kau tidak mungkin lupa cara bernafas bukan? Jadi jangan banyak alasan!" King menatap Alessia dengan penuh gairah.
Alessia sudah telentang di atas ranjang, King segera mengungkung istrinya sangat posesif, seolah tidak membiarkan Alessia lolos darinya.
"Seperti yang pernah aku katakan sebelumnya, jika aku akan mencabik-cabik tubuhmu dan memakanmu sampai tanpa sisa. Bersiaplah Al, malam panjang akan di mulai!" desis King, seraya menundukkan kepala ingin mencium bibir istrinya yang sejak tadi menggoda imannya.
Alessia memejamkan mata, seraya memalingkan wajah, ketika King akan menciumnya. Perkataan King beberapa detik yang lalu terus berputar di otaknya. 'Mencabik-cabik, dan memakanmu tanpa sisa.'
Melihat sikap Alessia yang menolaknya, King menjadi kesal dan kecewa. "Kau menolakku, Al?" tanya King dengan suara dingin, menatap istrinya yang masih memalingkan wajah.
Alessia mengalihkan pandangannya, menatap King yang berada di atas tubuhnya.
"Bu-bukan seperti itu, ta-tapi aku takut karena kau akan mencabik dan memakan tubuhku," jawab Alessia tergagap, jujur dan takut pada suaminya sendiri.
King mengerutkan alisnya, mencerna ucapan istrinya, tak berselang lama dia tergelak lalu menarik hidung mancung Alessia dengan gemas.
__ADS_1
Wajah Alessia mengerut sambil mengusap hidungnya yang baru saja di tarik suaminya. Dia menatap heran pada suaminya yang tergelak tanpa beban.
"Ha ha ha, semua ucapanku itu hanyalah istilah, kau ini selain bodoh ternyata sangat polos ya!" cibir King sambil tertawa keras.
Bibir Alessia cemberut, lalu memukul dada bidang suaminya sangat keras hingga membuat King mengaduh sambil mengusap dada.
Tawa King mereda ketika melihat wajah kesal istrinya. Dia terdiam, menatap kedua manik istrinya dengan lekat.
"I'm sorry," bisik King pelan dan lembut.
Alessia tersenyum, seraya mengangguk pelan, salah satu tangan terulur mengusap dada bidang suaminya yang baru saja dia pukul.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya King menatap dalam istrinya, seraya meraih tangan istrinya yang masih mengelus dada bidangnya, tindakan Alessia membuat sisi liarnya bangun.
"Emh ... ini mungkin terdengar sangat konyol tapi ini sungguh terjadi ... aku belum pernah melakukannya. Maksudku ... aku belum pernah bercinta dengan siapa pun," jawab Alessia menahan rasa malu luar biasa.
"Really?" King menatap istrinya dengan tatapan tak percaya. Pasalnya sangat jarang ada wanita yang masih perawan di zaman modern ini.
__ADS_1
Alessi menggangguk pelan, "Dexter selingkuh dariku karena aku masih perawan. Dia mengatakan bahwa aku wanita kuno yang membosankan," jelas Alessia pada suaminya.
"Dasar pria bodoh! Dia sangat bodoh karena telah melepaskan berlian sepertimu," ucap King merasa kesal, tapi juga sangat bahagia karena dia akan menjadi pria pertama untuk istrinya.
"Tapi, karena pria bodoh itu akhirnya aku mendapatkanmu," lanjut King menatap istrinya dengan penuh cinta.
Alessia membalas tatapan suaminya. Tatapannya begitu dalam hingga menembus ke relung hati suaminya.
"King, bisa dimulai sekarang?" bisik Alessia seraya menarik tengkuk suaminya lalu melabuhkan ciuman lembut di permukaan bibir tebal berwarna gelap itu, karena King adalah perokok aktif, jadi tak khayal kalau bibirnya menghitam.
"Tentu," bisik King, memejamkan mata, membalas ciuman istrinya tak kalah lembut.
"I love you." King mengungkapkan perasaannya di sela ciuman lembut mereka yang semakin lama semakin menuntut dan penuh gairah.
"I love you too," balas Alessia seraya membuka jubah mandi suaminya, tidak sabaran. Setelah jubah mandi itu terlepas, dia menghempaskannya ke sembarang arah.
"Sabar ..." bisik King, karena dia tahu semua ini tidak akan mudah. Butuh perjuangan untuk penyatuan pertama mereka.
__ADS_1
Sesabar para readers yang nungguin kalian belah melon🤣🤣
KABORRRRRR 🤸🤸