DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
Hukuman Enak


__ADS_3

Bukan Mike namanya kalau menyerah begitu saja. Pria tampan tersebut menggunakan banyak cara agar bisa masuk ke dalam kamar.


"Carlos di mana kunci cadangannya?" seru Mike kepada Carlos yang masih duduk di ruang keluarga.


"Mana aku tahu. Bukankah kamu sendiri yang memegang kunci cadangan itu!" jawab Carlos sedikit berseru sambil menahan tawa, senang melihat Mike tersiksa.


"Sial!" umpat Mike karena kunci cadangan kamarnya ada di dalam laci kamar. Kemudian ia mengetuk pintu tersebut berulang kali, akan tetapi Quen masih saja tidak mau membukanya. "Quen! Kalau kamu tidak mau membuka pintunya, aku akan mendobraknya!"


"Silahkan saja dobrak kalau bisa!" gerutu Quen sambil menarik selimut untuk menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia sangat kesal kepada suaminya yang mengatakan kalau tidak bucin kepadanya. Perasaannya sedang sangat sensitif membuatnya mudah tersinggung dan sakit hati.


Mike menggulung lengan panjangnya sampai ke pundak, lalu ia mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu tersebut.


BRAK!


BRAK!


BRAK!

__ADS_1


DUAR!


Dengan tiga kali dobrakan, Mike berhasil membuat jebol pintu tersebut. Quen yang sudah akan memejamkan kedua mata, terkejut saat mendengar pintu di dobrak dari luar hingga ambrol.


"Mike kau gila!" umpat Quen seraya mendudukkan diri, menatap suaminya yang berjalan ke arahnya.


"Iya, aku gila karenamu dan aku bucin karenamu!" balas Mike menatap tajam istrinya, lalu naik ke atas tempat tidur dan mengangkat tubuh Quen secara paksa, keluar dari kamar tersebut.


"Hei! Turunkan aku!" teriak Quen seraya memukul pundak suaminya berulang kali, berharap kalau Mike akan melepaskannya.


"Beraninya kamu marah kepada suamimu! Kamu harus mendapatkan hukuman!" Mike berkata dingin, sambil terus berjalan menuju kamar tamu yang letaknya tidak jauh dari kamarnya.


"Arghhh! Aku tidak mau!" teriak Quen ketika tubuhnya di turunkan dia ats tempat tidur di kamar tamu tersebut, sedangkan Mike langsung mengunci pintu lalu meleparkan anak kuncinya ke bawah kolong tempat tidur agar istrinya tidak bisa kabur.


"Sekarang kamu tidak bisa ke mana-mana." Mike menyeringai lalu naik ke atas tempat tidur seraya mendorong istrinya itu hingga telentang ke belakang lalu segera menindihnya, dan mencium bibir Quen dengan sangat buas.


"Emh ... ah ..." dessah Quen ketika lidah suaminya menelusup ke dalam rongga mulutnya, di tambah lagi salah satu tangan Mike mengusap bagian intinya yang akhirnya membuatnya tidak berkutik dan pasrah menjalani hukuman nikmat tersebut.

__ADS_1


"Nikmat?" tanya Mike seraya menegakkan badannya, lalu menurunkan sediki celana tidur beserta boxer-nya, lalu beralih menarik cilini dilim yang di kenakan oleh istrinya, kemudian ia menundukkan sedikit badannya sambil membuka kedua paha Quen dengan lebar. Ia menatap belahan daging tembeh yang begitu menggoda dan membuatnya tidak sabar untuk mencicipinya.


"Ah ... ahh ..." Quen menggila ketika Mike bermain di bagian intinya menggunakan lidah dan jari, rasanya sungguh nikmat luar biasa, membuatnya sampai tidak berhenti mendessah dan sedikit mengangkat boko*ngnya saat Mike menusuk bagian intinya menggunakan ujung lidah. Hingga akhirnya, dia mencapai pelepasan pertamanya.


"Ah ... yeah ..." Quen menekan kepala Mike saat dia mencapai pelepasan.


Mike menegakkan badannya, seraya mengusap bibirnya yang basah karena cairan istrinya, kemudian ia mengungkung tubuh istrinya lagi sembari mengarahkan senjatanya ke bagian inti yang sudah sangat basah itu.


PLUNG!


"ARGHH," racau keduanya ketika mereka berhasil menyatu, kemudian Mike bergerak pelan di atas tubuh istrinya hingga akhirnya lenguhan dan dessahan terus terdengar di setiap sudut kamar tersebut.


***


Ada yang panas tapi bukan api, terus apa dong ... wk wk wk


Jangan lupa Like-nya

__ADS_1


__ADS_2