
Alessia berbicara empat mata ketika kedua orang tuanya pamit pulang untuk menyiapkan makan malam. Sedangkan Kai keluar dari ruang rawat itu karena ingin membeli camilan. Kini di ruang rawat tersisa Alessia dan Alpha.
"Katakan kepadaku, Alpha. Apa kau marah kepadaku?" tanya Alessia pada adiknya yang duduk di kursi tak jauh dari tempat tidurnya.
"Ya, aku marah denganmu, Al! Aku tidak menyangka kalau kau akan menerima perjodohan ini walau kau tahu kalau aku sangat menyukai King sejak dulu!" jawab Alpha pelan, tapi dengan nada sedikit menekan, bahkan Alpha melayangkan tatapan kebencian pada kakaknya.
Ruangan tersebut sejenak menjadi hening. Alessia menatap adiknya dengan nanar seraya menelan ludahnya dengan kasar. Tapi, keheningan itu tidak berlangsung lama, ketika Alessia buka suara.
"Maafkan aku, Al. Maafkan aku karena tidak mampu menolak keinginan kedua orang tua kita," jawab Alessia pada adiknya dengan tulus.
"Bullshit! Dasar munafik!" balas Alpha dengan rasa kesal luar biasa, tatapannya begitu benci pada Alessia. Di ruangan tersebut terasa sangat tegang.
Hati Alessia mencelos sakit ketika mendengar ucapan kasar dari adik kesayangannya. Tapi, demi Tuhan Alessia tidak marah, dan tetap menyayangi adiknya. Alessia mencoba untuk bersabar menghadapi Alpha yang tengah emosi.
__ADS_1
"Demi Tuhan, Al. Jika aku bisa menolak perjodohan ini, aku akan menolaknya sejak awal. Kau pasti tahu sikap Mommy dan Daddy yang sama sekali tidak mau menerima bantahan. Karena mereka ingin yang terbaik untuk anak-anaknya." Alessia menghirup udara sebanyak-banyaknya ketika rasa sesak mulai memenuhi rongga dadanya.
"Ingin yang terbaik untuk anaknya? Berarti mereka pilih kasih, mereka begitu peduli dengan perasaanmu, lalu dengan ku ..." Alpha menunjuk dadanya sendiri dengan penuh emosi, tatapannya berkilat, mendandakan kalau dia sangat marah.
Kemudian Alpha keluar dari ruangan tersebut, dengan langkah yang lebar dan dada yang bergemuruh karena emosi.
Alessia hanya bisa memandangi kepergian adiknya dalam diam dan menahan kesedihan di dalam dada. Karena pertama kalinya, dia berseteru dengan Alpha.
Alpha memutar handle pintu dengan kasar, dia terkejut dan langkahnya terhenti ketika melihat King berdiri tegak di balik pintu tersebut.
"King, sejak kapan kau ada di sini?" tanya Alpha, terkejut. Dia cemas kalau King mendengar pembicaraanya dengan Alessia.
"Aku ingin bertemu dengan Alessia. Bisakah kau menepi?!" King tidak mempedulikan pertanyaan Alpha yang menurutnya tidak penting. King juga meminta pada Alpha agar tidak menghalangi jalannya yang akan masuk ke dalam ruang rawat Alessia.
__ADS_1
"Maaf." Alpha segera keluar dari sana, memberikan akses ada King yang akan masuk ke kamar rawat kakaknya.
Alpha menghela nafas panjang, tatapannya begitu nanar, dan dadanya terasa sangat sesak ketika melihat King berjalan mendekati Alessia yang duduk di atas tempat tidur.
Dengan perasaan yang tidak karuan, Alpha menutup pintu tersebut dari luar, lalu segera menjauh dari sana membawa rasa sakit di hatinya.
*
"Are you ok?" tanya King pada Alessia yang terlihat sedih. Sejujurnya King mendengar semu percakapan antara Alessia dan Alpha beberapa saat yang lalu.
"Aku baik-baik saja," jawab Alessia dengan nada pelan, seraya mengusap ujung matanya yang berair.
King menatap Alessia dengan lekat. "Kau bohong, Al," ucap King.
__ADS_1
"Apa? Siapa yang bohong! Jangan sok tahu!" balas Alessia menatap tajam King.
"Bukan sok tahu, tapi aku sangat tahu semua tentang dirimu." King menjawab sambil menatap wajah Alessia yang sangat cantik, bahkan dia tidak mampu untuk mengalihkan pandangannya.