
Tepat jam 2 malam. Quen menatap ponselnya. Wanita hamil itu tidak bisa tidur karena menunggu kabar dari suaminya. Seharusnya Mike sudah sampai di New York, akan tetapi sampai saat ini Mike belum memberikan kabar.
Apakah Mike masih marah kepadanya? Ataukah dirinya yang keterlaluan.
"Kenapa dia tidak mengabariku?" Quen bergumam sambil mengetuk-ngetuk layar ponselnya beberapa kali. Rasa gelisah menguasai hati dan pikirannya. Quen meletakkan ponselnya, lalu ia menarik selimut untuk menutupi seluruh badannya sampai sebatas dada. Kedua matanya menatap langit kamarnya dengan tatapan menerawang.
Jika di Jakarta sudah lewat tengah malam, berbeda dengan dengan waktu di New York yang baru menunjukkan jam 7 malam.
"Kau datang sendiri? Mana adik ipar?" Arra menatap Mike penuh selidik.
"Tidak mau ikut!" jawab Mike seraya menyerahkan kopernya kepada pelayan.
'Why?" Arra masih saja mencecar pertanyaan kepada Mike yang masih berdiri di ambag pintu rumah mewah itu.
Mike menjawab seraya menaikkan kedua bahunya bersamaan. Kedua matanya mengedar ke setiap sudut rumah tersebut, ia tidak menemukan tanda-tanda ada Carlos di sana.
"Carlos berada di kantor. Huh! Seharusnya kau jangan kembali ke sini bila tidak bersama istrimu!" ucap Arra dengan ketus.
"Kau mengusirku?" Mike berdecih seraya melangkahkan kedua kakinya tanpa memedulikan Arra.
"Mike, kau sudah sering menghadapi aku yang sering mood swing di masa kehamilan, masa begitu saja tidak paham! Dasar otak udang!" umpat Arra lalu berjalan mengikuti Mike yang berjalan menuju dapur.
Mike menghentikkan langkahnya lalu berbalik menatap Arra yang mengkutinya.
"Aku rasa dia tidak mengalami mood swing. Dia mempunyai alasan lain, aku sedikit kecewa." Mike mendesah kasar lalu melanjutkan langkahnya lagi menuju dapur, masih di ikuti oleh Arra.
"Alasan lain?" Arra bertanya menatap Mike yang mengambil air minum dari dispenser.
"Cinta." Mike menjawab dengan malas.
__ADS_1
"Ha ha ha ha ... sungguh konyol sekali!" Arra tertawa terbahak taoi beberapa saat kemudian ia terdiam sambil menatap Mike yang melamun.
"Emh ... sebenarnya beberapa hari yang lalu kedua orang tuamu ke sini. Mereka sudah mengetahui keberadaanmu di sini, tapi beruntung kau sedang berada di Jakarta, jadi mereka tidak dapat menemukanmu." Arra akhirnya berkata jujur kepada Mike.
Mike mengeraskan rahangnya seraya mencengkram gelas yang ada di tangannya sampai retak.
Arra yang menyaksikan kejadian itu pun segera memundurkan langkahnya, menjauhi Mike yang sedang manahan emosi.
"Sendirian? Lalu istrinya?" Carlos terdengar heran dari ujung telepon.
"Katanya tidak mau ikut kesini. Carlos apakah kau bisa pulang sekarang, aku rasa dia sedang tidak baik-baik saja. Maafkan aku, aku memberitahukan tentang orang tuanya," ucap Arra sambil menggigit ujung kukunya, takut jika suaminya marah.
Terdengar helaan nafas kasar dari ujung telepon sana, dan Arra yakin jika Carlos sangat kesal kepadanya.
"Aku akan pulang sekarang!"
TUT!
__ADS_1
Sambungan telepon terputus secara sepihak, Arra menatap ponselnya lalu segera meletakkannya di atas nakas,
"Dia selalu membuatku takut kalau sedang marah." Arra bergumam sambil berdecak sebal.
20 menit kemudian, Carlos sudah sampai rumahnya. Bukan istri atau anak-anaknya yang dia cari akan tetapi Mike. Carlos berjalan menuju perpustakaan yang letaknya ada di lantai 3 rumah mewah itu. Dia yakin kalau Mike ada di sana untuk menenangkan diri.
CEKLEK
Carlos membuka pintu perpustakaan tersebut, suasana gelap yang menyambut dirinya karena tidak ada pencahayaan. Ia segera menekan sakral lampu yang letaknya tidak jauh dari pintu.
Seketika itu seluruh ruangan tersebut menjadi terang benerang katika lampu semua menyala. Ia menghela nafas kasar ketika melihat Mike berdiri di dekat jendela sambil menyimpan kedua tangan di dalam kantong celana.
Carlos mendekati Mike dan berdiri di samping pria tersebut.
"Aku akan kembali." Mike bersuara sebelum Carlos mengatakan sesuatu kepadanya.
"Lalu istrimu?" Carlos menatap Mike dari samping dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
****
Jangan lupa tinggalkan jejak, biar jempolnya nggak cantengan .. wk wk wk wk