
Carlos menganggukkan kepalanya berulang kali seraya menyesap kopi hitamnya, kemudian beralih menyesap rokok yang terselip di kedua jari tangannya, mendengarkan dengan detail curhatan calon menantunya yang mengeluhkan sikap Alessia yang tidak peka.
"Alessia tipe wanita yang sulit untuk jatuh cinta, sikapnya sama seperti Arra. Tidak peka dan sangat menyebalkan, tapi jika sudah mencintai pasangannya dia akan cinta mati dan tidak akan mudah melepaskannya. Maka dari itu saat Alessia mengetahui Dexter selingkuh dia sangat terpukul hingga mengalami kecelakaan tragis. Inilah yang menjadi PR-mu King, menyembukan luka hatinya untuk menjadi pria yang bertahta di dalam hatinya untuk selamanya." Carlos memberikan nasehat pada calon menantunya dengan bijak.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku sangat bingung menghadapi sikapnya yang sulit di tebak," ucap King menatap Carlos yang terlihat semakin berwibawa diusianya yang sudah tidak muda lagi.
"Aku akan membocorkan rahasia Alessia padamu. Selain cuek dan tidak peka pada pasangannya, Alessia adalah tipe wanita yang mudah tersentuh dengan hal-hal kecil tapi berbau sensitif. Kau paham 'kan dengan maksudku?" ucap Carlos menatap King yang serius menyimak ucapannya.
King menggeleng sebagai jawaban, dia belum memahami arah pembicaraan Carlos.
"Haisss! Selain tampan ternyata kau juga bodoh ya!" umpat Carlos dengan nada jengkel. Dia menghela nafas panjang lalu kembali menjelaskan pada King dengan sabar. "Sebagai contoh; Alessia mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Dia akan terharu dan menangis jika melihat seseorang memberikan atau perhatian pada anak jalanan atau semacamnya. Kurang lebih seperti itu, sekarang kau paham 'kan?!"
__ADS_1
King mengangguk cepat, dan langsung beranjak dari duduknya, karena tahu apa yang harus dia lakukan sekarang untuk mengambil hati Alessia--wanita pujaannya.
"Thanks Uncle!" seru King keluar dari ruang pribadi Carlos dengan hati yang girang.
Carlos tersenyum tipis sambil melanjutkan ngopi-nya dan menghabiskan sebatang rokok di tangannya.
*
*
Dia patah hati karena di tinggal oleh Alpha--gadis cantik yang telah pergi membawa seluruh hati dan cintanya.
__ADS_1
"Alpha," gumam Kai seraya meletakkan kepala di atas meja bartender, saat kepalanya mulai pusing dan berat, sepertinya dia sudah mabuk berat, padahal baru minum sedikit.
"Kai!" Panggil Achelio yang sejak tadi berada di samping pemuda itu. "Dasar payah! Baru minum 3 gelas saja sudah mabuk!" cibir Achelio sambil menyentil kepala Kai.
Yap ... Achelio yang membawa Kai ke club malam tersebut. Awalnya Kai curhat tentang perasaannya pada Alpha. Tapi, sepertinya keputusan Kai curhat pada Achelio adalah kesalahan besar untuknya, karena Achelio adalah seorang bastard sejati.
"Aku tidak lemah!" seru Kai seraya menegakkan kepalanya lagi dengan setengah mata setengah terpejam.
"Oh ya? Lihat wajahmu yang bodoh ini! Katanya ingin melupakan Alpha, tapi dirimu begitu lemah karena cinta, kau tidak akan pernah melupakannya!" maki Achelio untuk memberikan semangat pada Kai.
"Aku bisa melupakannya, katakan padaku! Bagaimana cara melupakannya?!" seru Kai penuh semangat, berusaha untuk duduk tegak meski kepalanya terasa berat.
__ADS_1
"Caranya adalah memainkan wanita! Kau lihat wanita yang ada di sana?" Achelio tersenyum sambil menunjuk wanita sexy memakai corp top dan hotpant berwarna hitam. Wanita itu sedang meliuk-liukkan tubuhnnya di lantai dansa, mengikuti alunan musik DJ yang terus di putar tanpa jeda.
"Yeah ... aku paham!" Kai beranjak berdiri lalu menghampiri wanita sexy itu.