DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
Clarie


__ADS_3

"Kamu sudah siap?" Cecilia menatap putranya yang terlihat sangat tampan dan gagah pada malam hari itu. Mike mengenakan setelan tuxedo berwarna hitam yang membungkus tubuh kekarnya, rambutnya tersisir rapi, serta jambang yang sudah di cukur menyisakan  bulu-bulu kasar di sekitar rahangnya. Mike terlihat sangat sempurna malam itu.


"Hemmm." Mike hanya menjawab dengan deheman saja, tanpa menoleh, ia malas menatap ibunya.


"Oke! Calon istrimu sudah tiba. Dia sangat cantik dan menawan, Mommy yakin kau pasti langsung jatuh cinta kepadanya." Cecilia tersenyum bahagia lalu berjalan keluar dari kamar putranya.


"Tidak ada wanita mana pun yang bisa membuatku jatuh cinta kecuali My Queen." ucap Mike di dalam hati. Mengingat nama Quen, Mike menjadi merindukan istrinya.


Mike menghela nafas kasar, lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju lantai bawah menemui calon istrinya.








Di sisi lain. Quen saat ini sudah tiba di Kota New York. Saat ini dia sedang berada di dalam taksi yang mengantarkannya menuju alamat rumah saudara Mike. Ia datang ke New York menggunakan jet pribadinya, bahkan kepergiannya itu pun kedua orang tuanya tidak tahu, karena Quen memang sengaja melakukannya, ia tidak ingin membuat kedua orang tuanya cemas, terlebih lagi sudah lebih dari 4 hari Mike tidak ada kabar sama sekali.


"Kita sudah sampai, Nona." Sopir taksi menghentikan kendaraannya tepat di depan halaman mansion mewah dan megah.

__ADS_1


"Thank you." Quen segera keluar dari taksi sambil menurunkan kopernya, setelah membayar ongkos taksinya.


Wanita hamil itu saat ini sudah berdiri di depan pintu gerbang mansion mewah itu, ia segera memencet bel beberapa kali dan tidak berselang lama pintu gerbang tersebut terbuka dari dalam.


Seorang maid membukakan pintu gerbang, menatap Quen penuh selidik, lalu melontarkan pertanyaan, "Who are you?"


"I'm Quen, I come from Indonesia," jawab Quen sambil tersenyum manis dan ramah.


"Indonesia?"


"Yes, aku mencari keberadaan Mike. And dia memberikan alamat ini kepadaku." Quen menunjukkan selembar kertas kepada maid tersebut.


"Tunggu di sini." Maid tersebut menutup pintu gerbang lagi, membiarkan Quen berdiri di luar sana. Tapi, tidak berselang lama pintu gerbang tersebut terbuka dan kali ini menampakkan seorang wanita hamil yang sangat cantik dan menawan.


"Iya, Nyonya ..."


"Arra, panggil aku Arra," jawab Arra lalu mempersilahkan Quen masuk ke dalam rumah mewahnya.


"Oke, Arra. Aku ke sini untuk mencari Mike. Sudah 4 hari dia tidak ada kabar, dan aku sangat mencemaskannya." Quen to the point, ia tidak mau berbasa-basi lagi.


Arra menghela nafas panjang saat mendengar ucapan Quen.



__ADS_1






"Clarie?!"


"Tuan Mike?"


Baik Clarie atau Mike sangat terkejut. Mereka berdua tidak menyangka jika akan di jodohkan oleh kedua orang tua mereka.


Cecilia sangat senang mengetahui kalau Mike dan Clarie sudah saling mengenal. Ia yakin kalau perjodohan ini akan berjalan dengan lancar.


"Maaf, sepertinya aku perlu bicara sebentar dengan Clarie," ucap Mike menatap ibunya lalu beralih menatap kedua orang tua Clarie seolah meminta izin.


"Iya, silahkan. Tapi jangan lama-lama." Cecilia mengizinkan.


Mike melangkah lebih dulu, baru setelah itu di ikuti oleh Clarie dari belakang, mereka berjalan menuju halaman belakang, di mana tidak akan ada orang yang mendengar percakapan mereka.


***


LIke dan dukungan lainnya ya

__ADS_1


__ADS_2