
Lampu disko kerlap-kerlip di klub malam yang terlihat remang. Suara musik jedag-jedug yang dimainkan DJ menambah uforia di dalam klub malam tersebut. King melangkahkan kakinya menuju ruangan VIP yang sudah di reservasi oleh Achelio. Sampai di ruangan tersebut, sudah ada Achelio yang di temani oleh wanita malam.
"Seperti inikah kelakuan sang kutu buku kesayangan Mommy Arra dan Daddy Carlos?" cibir King sambil mendudukkan diri di sofa panjang yang ada di sana, lalu menyabar rokok dan korek api yang tergeletak dia atas meja. Sudah lama dia tidak merokok semenjak fokus pada pekerjaannya.
Achelio yang sedang memangku wanita tersebut sambil mencumbunya pun langsung menghentikan aksinya, dan memerintahkan wanita tersebut segera keluar dari sana, tapi sebelum itu dia memberikan beberapa ratus dolar untuk wanita malam itu.
"Thanks." Wanita tersebut tersenyum, menerima uang tersebut dengan senang hati, kemudian segera keluar dari sana.
"Kamu akan mengadu pada orang tuaku?" tanya Achelio seraya memakai kaca matanya minusnya, dan merapikan rambutnya yang berantakan ke tatanan semula, kelimis dan culun.
"Bukan hal penting bagiku!" jawab King menyesap asap rokoknya dengan penuh nikmat, sambil mendongakkan kepala, menghembuskan asap tersebut melalui hidung dan mulutnya.
"Kamu sedang ada masalah?" tanya Achelio sambil menatap King dengan lekat.
"Hemm, kenapa aku begitu sulit melupakan Alessia?" King menjawab dengan pertanyaan lainnya.
__ADS_1
"Cih! Kamu ini tampan, kaya, wanita seperti apa pun akan bisa kamu dapatkan! Tapi, kenapa kamu begitu bodoh di butakan dengan cinta monyet?!" maki Achelio.
"Life is beautiful. So, don't be polluted by your stupidity!" lanjut Achelio mengolok King yang menatapnya dingin.
"Kamu belum pernah merasakan cinta yang sesungguhnya. Jadi, bisa berkata seperti itu!" balas King datar, lalu mengambil sebotol vodka, membuka tutup botol tersebut, kemudian menenggak minuman beralkohol tersebut dengan rakus.
"Bullshit dengan cinta!" balas Achelio yang tidak pernah percaya dengan cinta.
"Whatever!" King masa bodo dengan tanggapan temannya itu.
*
*
"Honey, i'm sorry." Pria yang bernama Dexter itu mendekat dan ingin menyetuh Allesia akan tetapi tangannya langsung di tepis.
__ADS_1
"Don't touch me!!!" umpat Allesia berteriak keras, sambil terus menangis.
"Aku bisa menjelaskannya. Aku pria normal, dan tentu kebutuhan biologis adalah salah satu hal utama yang sulit aku dapatkan darimu, karena kamu itu terlalu kuno yang selalu memegang teguh kesucian wanita. Padahal you know yourself, kalau berhubungan ****ual adalah hal biasa," jelas Dexter dengan santai dan tanpa memikirkan perasaan wanita.
"Jadi ini alasanmu berselingkuh?!" tanya Alessia sekali lagi.
"Hei, aku tidak berselingkuh. Aku bermain dengan mereka tanpa menggunakan hati, jadi tenang saja hati dan perasaanku hanya untukmu," jawab Dexter masih santai dan menganggap hal tersebut bukanlah kesalahan besar.
"Mereka? Berapa banyak wanita yang sudah kamu tiduri! Bastard! Aku tidak mau melanjutkan pertunangan ini!" umpat Alessia penuh emosi seraya melepasakan cincin pertunangannya ke wajah Dexter dengan kasar.
"Al, come on! Kau tidak bisa memutuskan hubungan kita hanya karena masalah sepele seperti ini!" Dexter tidak terima di putuskan oleh tunangannya.
"Kau adalah pria menjijikan yang pernah aku kenal! Menjauh dariku dan jangan pernah temui aku lagi!" teriak Alessia dengan perasaan yang hancur lebur, dia segera keluar dari apartemen tersebut dengan penuh emosi.
"Al!!" teriak Dexter mengejar Alessia, akan tetapi tunangan itu sudah masuk ke dalam lift, membuat pria berambut ikal dan berwarna tembaga itu mengumpat kesal dan segera masuk ke lift lain.
__ADS_1
***
Yuhuuuu, jangan lupa like dan komentarnya, bestie 😘