
Cecilia menatap rumah mewah yang ada dihadapannya. Malam itu, dia memutuskan untuk datang menghadiri pesta perayaan kelahiran cucunya.
"Sudah setengah jam Anda berada di dalam mobil sambil memperhatikan rumah tersebut. Apakah Nyonya akan berdiam diri terus?" tanya Joseph kepada Cecilia yang duduk di jok belakang.
"Joseph, apakah mereka akan menerima kehadiranku?" Cecilia malah balik bertanya kepada pria tersebut.
"Jika Anda diundang, itu tanda kalau Tuan Mike masih menerima dan mengingat Anda sebagai ibunya. Jadi jangan berpikir panjang, cepatlah keluar dan masuk ke dalam rumah tersebut, jangan lupa bersikap dengan baik dan sopan, agar mereka tidak kesal kepadamu!" Josep mengingatkan Cecilia.
"Jangan mengajariku, aku tahu apa yang harus aku lakukan!" balas Cecilia geram pada Josep yang sok menasehatinya.
"Aku hanya sedikit menasehati, karena aku khawatir kalau Anda nanti akan marah dan tidak suka saat melihat istri Tuan Mike tidak sesuai dengan yang Anda inginkan!" balas Josep, secara terang-terangan menyindir majikannya itu.
"Apakah aku seburuk itu?" Cecilia bertanya dan tidak sadar diri.
"Bukan hanya buruk, akan tetapi sangat buruk!" balas Josep membuat Cecilia geram mendengarnya.
"Enyah kau dari sini!" umpat Cecilia lalu keluar dari mobil mewahnya, berjalan dengan penuh keraguan ke arah rumah mewah tersebut.
Josep menghela nafas panjang, karena dia khawatir dengan sikap tempremen Cecilia, akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti majikannya itu. Dia takut kalau Cecilia membuat masalah lagi dan juga mengecewakan Mike.
*
__ADS_1
*
KING ALEXANDRO BROWN. Nama bayi kecil itu tertempel di dinding ruang tamu dengan hiasan yang sangat menarik dan sangat indah.
Di ruang tamu tersebut terlihat lumayan ramai, tidak banyak yang datang karena Mike dan Quen sepakat kalau pesta itu hanya untuk keluarga inti saja.
"Siapa ini?" tanya Quen pada sosok pria yang wajahnya hampir mirip dengan Arra.
"Dia saudara kembarku, namanya Aslan," jawab Arra memperkenalkan Aslan kepada Quen, Mike, Jeff dan Safira.
"Oh, kamu tampan sekali," puji Quen pada Aslan yang terlihat gagah dan sangat tampan, hanya saja wajah tampan itu terlihat datar.
Quen menatap suaminya lalu merangkul tangan kekar itu dengan mesra. "Tenang saja Daddy karena hanya kamu yang paling tampan dan kaya raya," ucap Quen sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah suaminya.
Tidak berselang lama ada pelayan datang mendekati Quen dan memberitahukan kalau ada seorang wanita yang mengaku sebagai ibu Mike datang dan menunggu diluar rumah.
"Daddy, apakah itu ibumu?" tanya Quen kepada suaminya.
"Sepertinya iya," jawab Mike ingin beranjak, akan tetapi terhenti saat di cegah oleh istrinya.
"Biar aku saja yang menemuinya." Quen segera melangkahkan kakinya menuju halaman rumah.
__ADS_1
"Mike, ada apa?" tanya Carlos.
"Mommy datang," jawab Mike menatap Carlos yang tampak terkejut.
Carlos langsung mendekati Mike dan berkata,"kamu serius mengundang Mommy-mu, kalau dia mengacaukan semua ini bagaimana?" Carlos terlihat sangat cemas dan khawatir.
"Apakah ibumu seburuk itu?" Safira menyahut karena tidak sengaja mendengar percakapan Carlos dan Mike.
"Sangat buruk!" Carlos yang menjawab.
Safira dan Jeff saling menatap cemas, sedangkan Mike berusaha menenangkan dan meyakinkan kedua mertuanya kalau semua akan baik-baik saja.
*
*
Cecilia menatap wanita cantik yang tersenyum kepadanya.
"How are you, aunty?" sapa Quen dengan sopan dan ramah.
Cecilia terdiam sambil terus memperhatikan wajah Quen yang tidak asing baginya, sepertinya mereka pernah bertemu.
__ADS_1