
King mengusap bibir Alessia yang basah karena ulahnya. Alessia diam tanpa kata sembari menatap King dengan lekat. Mata indahnya tak berkedip, hingga dia tersentak kaget ketika King mengecup bibirnya sekilas.
"Kenapa diam?" tanya King dengan suara deep voice yang terdengar sangat sexy diindra pendengaran Alessia.
Kedua mata Alessia berkedip berulang kali, kemudian dia menundukkan kepala sesaat, mengangkat kepalanya lagi dan menatap King dengan dalam.
"Emh ... aku hanya sedikit terkejut," cicit Alessia, suaranya nyaris tak terdengar akan tetapi King mampu memahaminya.
King mengangguk, seraya berkata, "tidak apa-apa jika kau belum bisa mencintaiku, kau bisa mencobanya perlahan-lahan. Tapi, cara tercepat agar kau segera mencintaiku adalah seperti ini ..." King tidak melanjutkan ucapannya, tapi pria itu kembali kembali menarik tengkuk Alessia, dan melabuhkan ciuman di permukaan bibir Alessia.
Jika ciuman pertama tadi Alessia sangat terkejut, berbeda dengan yang sekarang, Alessia dengan pelan menggerakkan bibirnya, membalas ciuman King yang membuat dadanya semakin berdebar-debar.
King bersorak di dalam hati, saat Alessia membalas ciumannya. Dengan itu, dia lebih berani memperdalam ciumannya. Mulai menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Alessia.
Ciuman yang awalnya lembut kini kian menuntut. Hawa panas semakin terasa mengusai tubuh keduanya ketika percikan api gairah semakin membara dan mengalir ke setiap aliran darah keduanya.
Merasa posisinya tidak nyaman, King dengan kuat mengangkat tubuh Alessia dengan penuh hati-hati, meletakkan wanita tersebut di atas pangkuannya dengan posisi miring.
"Al ..." Suara King begitu serak, namun sangat sexy, kedua matanya menatap sayu pada Alessia yang kini berada di atas pangkuannya.
__ADS_1
"King ..." balas Alessia menatap pria tampan itu dengan tatapan yang tak terbaca,
Kedua manik tajam itu bergerak turun, berhenti tetap di dada Alessia yang tertutup baju rumah sakit.
"Mine," bisik King, tatapannya tak beralih pada dua gunung kembar yang terlihat bulat meski tertutup pakaian longgar. King masih menunggu jawaban Alessia. King tidak akan berbuat jauh jika tidak mendapatkan izin dari Alessia.
Alessia menelan ludahnya dengan kasar, dia tahu yang diinginkan oleh King, dadanya semakin bergemuruh seperti gendrang yang mau perang, gairah semakin mengusai dirinya, membuat akal sehatnya sedikit oleng.
"Your mine," balas Alessia berbisik sangat pelan, tapi masih sampai di kedua telinga King.
King tersenyum penuh kemenangan, dia mengecup bibir Alessia sekilas, kemudian salah satu tangannya terulur untuk membuka satu persatu kancing baju Alessia.
King menelan ludahnya dengan kasar, tatapannya terpaku pada dua benda bulat yang tertutup dengan kain busa berenda dan berwarna merah. Ukuran gunung kembar itu sesuai dengan ekpestasi King, sangat besar, bulat dan padat.
"Emh ... ah." Alessia mengerang tertahan ketika salah satu tangan King mengusap perutnya dengan gerakan lembut, tangan kekar itu merambat naik dan menyusup ke dalam kain busa dan berenda itu.
"King ..." Alessia melepaskan tautan bibir mereka ketika merasakan sebuah kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan. Ya, King adalah pria pertama yang menyentuh tubuhnya. Beruntungnya King jika mengetahui kebenaran itu.
"Kenapa?" bisik King seraya mengecup pipi Alessia, dan tangannya meremas dan memilin salah satu pucuk gunung kembar itu dengan penuh gairah. King yang sudah tak tahan lagi, langsung menaikkan kain penutup itu, hingga menyembullah dua gunung kembar yang sangat menggoda di mata King.
__ADS_1
"Al, kau membuatku gila," bisik King dengan penuh naf*su, kemudian dia menundukkan kepala, menyesap pucuk dada itu secara bergantian.
"Emh ... ah ..." Alessia memejamkan kedua mata, bibirnya dia gigit agar tidak menimbulkan suara desaahannya. Rasa nikmat yang di berikan oleh King membuat tubuhnya semakin bergetar, dan larut dalam suasana panas yang telah mereka ciptakan. Gairah semakin membawa, keduanya sepertinya sudah tidak mampu mengendalikannya.
*
*
"Sial! Kenapa mommy harus menyuruhku mengantarkan barang ini!" gumam Achelio dengan nada kesal, sambil terus berjalan di lorong rumah sakit menuju kamar rawat Alessia. Barang yang dibawa oleh Achelio adalah sebuah pemba*lut milik Alessia.
Arra berkata kalau sudah tanggalnya, Alessia mendapatkan tamu bulanan. Pulang kerja bukannya bisa istirahat, tapi dia mendapatkan tugas yang sangat berat dari sang permaisuri.
"Arghhh!" Acelio rasanya ingin terus mengumpat, meski barang itu di bungkus dengan rapi, tapi tetap saja Achelio malu membawanya.
Achelio sudah sampai di depan kamar rawat adiknya, tanpa mengetuk pintu dia langsung membuka pintu tersebut.
"OH ...SHIIT!" umpat Achelio sangat keras, ketika melihat pemandangan panas di dalam kamar tersebut.
****
__ADS_1
Gimana ya reaksi King dan Alessia, ketahuan mesum sama Lio🤣