DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
S2 - King - Sabun Giv


__ADS_3

"Tunggu diluar!" titah Alessia pada King yang sudah mendudukkan dirinya di atas closet kamar mandi.


"Apakah kau yakin tidak membutuhkan bantuan lagi?" tanya King menatap Alessia yang menunduk, seolah enggan menatapnya.


"Maksudmu apa?!" Alessia mendongak menatap tajam King yang berjongkok di hadapannya.


"Emh ..." King menggosok hidung dengan jari telunjuk, kemudian memalingkan wajah, bingung ingin menjawab apa, karena  pertanyaannya terlontar begitu saja tanpa bisa di cegah,  otak dan hatinya saat ingin sedang tidak sinkron akibat dari melihat sabun GIV yang dibungkus dengan  cilini dilim.😂


"Sepertinya aku harus membangunkan Lio." King menjadi salah tingkah, dan segera beranjak keluar dari kamar mandi tersebut.


Huftt!


Alessia menghela nafas panjang, lega karena pria kaktus itu akhirnya pergi meninggalkan dirinya sendiri. Kemudian dia menurunkan cilini dilimnya akan tetapi dia sangat kesulitan karena kedua kakinya di gips  yang membuatnya tidak bisa bergerak meski hanya mengangkat bokongnya saja.


"Ya ampun, bagaimana ini? Sudah di ujung." Alessia meringis karena sudah tidak tahan lagi menahan buang air kecilnya. Tak berselang lama menggigit bibirnya ketika merasakan sesuatu keluar dari area sensitifnya.


"Ish! Ngompol!" rengek Alessia dengan nada kesal dan juga geli pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara itu, King saat ini sedang berusaha membangunkan Achelio yang terlelap di atas sofa.


"Lio, bangun. Alessia di dalam kamar mandi!" King menggoyangkan lengan Lio, akan tetapi pria tersebut tidak kunjung bangun.


King berkacak pinggang seraya menatap sengit pada temannya yang tidurnya seperti kerbau. Tiba-tiba ada ide jahil melintas di otaknya, dia memencet hidung Lio dengan kuat, membuat pria yang sedang asyik di dalam mimpinya itu seketika langsung terbangung karena merasakan sakit dan tidak bisa bernafas.


"Akhirnya kau bangun juga!" geram King pada temannya yang masih setengah terpejam.


"Ada apa? Kenapa kau mengganggu tidurku?!" Achelio tidak kalah geram pada pria yang berkacak pinggang di dekatnya itu.


"Ini urgent! Alessia berada di dalam kamar mandi, dia ingin buang air kecil," jawab King.


"Aku sih mau saja, tapi apakah kau ikhlas kalau aku melihat sesuatu dari tubuh adikmu itu?" jawab King sekaligus bertanya kepada pria culun itu.


Mendengar jawaban King, kedua mata Achelio yang tadinya masih mengantuk langsung terang bagaikan lampu 100 watt yang baru di pasang.


"Shitt! Kau akan mati jika berani melihatnya!" geram Achelio segera beranjak menuju kamar mandi dengan langkah tergesa.

__ADS_1


King tertawa terbahak mendengar ancaman Achelio. "Sayangnya aku sudah melihatnya sedikit, sangat tembem," gumam King sambil menggelengkan kepala, karena bayangan gundukan sabun GIV yang di balut dengan cilini dilim itu tidak kunjung hilang dari benaknya.


*


*


"Lio, aku malu!" rengek Alessia pada saudara kembarnya yang membantunya melepaskan kain segitiganya.


"Untuk apa malu? Aku ini saudara kandungmu." Achelio tanpa jijik memegang kain segitiga berwarna putih itu lalu melemparkannya ke tempat sampah.


"Jangan bilang kepada siapa pun kalau aku ngompol!" Ancam Alessia pada Achelio.


"Kau berani membayarku berapa?" tanya Achelio menatap datar saudara kembarnya.


"Ck! Uangmu sangat banyak untuk apa kau meminta bayaran dariku!" balas Alessia dengan nada kesal.


"Karena aku serakah dan tidak pernah puas dengan uang yang sudah aku hasilkan." Achelio menjawab dengan asal, sambil berjalan keluar kamar mandi untuk mengambil kain segitiga adiknya yang ada di dalam tas.

__ADS_1


"Dasar menyebalkan!" gerutu Alessia sambil mencebikkan bibirnya menatap pintu kamar mandi yang terbuka lebar.


"Kenapa pintunya tidak di tutup kembali, kalau King melihatku seperti ini bisa bahaya!" Alessia segera menurunkan baju yang dia kenakan untuk menutupi area sensitifnya.


__ADS_2