
"Why, dear?" tanya Mike pada istrinya yang kini duduk di atas pangkuannya sambil medumel. Mike yang sedang bekerja di ruangannya langsung menutup laptopnya. Lalu memeluk pinggang istrinya dengan hangat.
"Aku sedang jengkel pada putramu! Kenapa sifatnya itu sangat persis dengan sifatmu? Gila kerja dan sangat menyebalkan!!!!" jawab Quen bersungut-sungut, lalu merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya, lalu menciumi dada bidang itu dengan gemas. Seperti inilah kelakuan Quen, semakin tua malah semakin manja dan menggemaskan, membuat Mike harus extra sabar menghadapi istri cantiknya.
"Kamu tidak sedang memaki suamimu 'kan?" tanya Mike dengan suara datar.
 Quen mengangkat wajahnya, menatap sebal pada suaminya. "Aku ini sedang curhat tentang putramu, kenapa tanggapanmu malah begitu!" sungut Quen sambil berdecap.
"Ok, sorry." Mike lebih baik mengalah dan sabar.
"Aku salah karena sudah menurunkan sifatku kepada putra kita." Mike mengakui kesalahan yang sama sekali tidak dia lakukan. Lagi pula kalau dia tetap mengelak, pasti istrinya itu tidak akan pernah puas dan akan terus menyalahkannya.
Karena pada dasarnya, wanita itu selalu benar, Mike. Jadi sabar ya ...🤣
"Nah, itu sadar kalau kamu salah!" balas Quen dengan wajah yang cerah, tidak marah lagi.
Mike memutar kedua matanya dengan malas menanggapi ucapan istrinya. Rasanya dia ingin mencubit keras kedua pipi istrinya itu, tapi sayang dia tidak berani melakukannya, bisa-bisa dia kehilangan jatah enak-enaknya bila itu benar terjadi.
__ADS_1
"Sekarang kamu tidak marah lagi 'kan?" tanya Mike menatap istri cantiknya yang kini mengendusi lehernya.
Mike menghela nafas kasar, kalau sudah begini dia akan kehilangan waktu berharganya untuk bekerja.
"Sayang, main yuk!" ajak Quen sambil menusuk-nusuk dada bidang suaminya. Bahkan dia tidak menjawab pertanyaan suaminya, karena masih jengkel karena Mike masih tetap bekerja di hari libur.
"Main apa?" tanya Mike sambil membuka kancing dress yang di kenakan oleh istrinya.
"Main tusuk-tusukan," bisik Quen lalu melingkarkan kedua tangannya di leher kokoh itu, dan melabuhkan ciuman di bibir tebal suaminya dengan penuh kelembutan.
*
*
King menutup laptopnya saat pekerjaannya sudah selesai. Dia merenggangkan otot tubuhnya yang terasa kaku. Kemudian ia beranjak dari duduknya sambil mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Dia keluar dari ruangan kerjanya sambil melekatkan ponselnya di telinga kanan, dia sedang menghubungi seseorang.
"Achelio, ke tempat biasa," ucap King ketika sambungan teleponnya sudah di angkat temannya.
__ADS_1
"Oke!" jawab Achelio di ujung telepon sana.
King menutup panggilan teleponnya secara sepihak sambil terus berjalan menuju kamarnya. Dia mengganti pakaiannya dengan style casual. Dia mengenakan kaos berwarna hitam, celana panjang berwarna cream, dan sepatu kets yang warnanya senada dengan celananya, tidak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya, membuat King terlihat semakin sangat tampan dan hot dengan pakaian casual yang sederhana.
Visual King ganti ya. Lebih hot 'kan? 🤣🤣
"King, mau ke mana?" tanya Kai saat melihat kakaknya keluar dari kamar sambil membawa kunci mobil.
"Bukan urusanmu!" balas King dingin, tanpa menoleh atau pun menghentikan langkahnya.
"Dasar pohon kaktus!!!" umpat Kai jengkel pada kakaknya yang selalu saja bersikap menjengkelkan.
***
Jangan lupa like-nya bestie😘
__ADS_1