
Rumah Sakit.
"Arra, bagaimana bisa kau tidak memberitahukan tentang peristiwa ini?" tanya Quen pada Arra yang berdiri di dekat tempat tidur pasien milik Alessia.
"Aku tidak bisa berpikir sama sekali, Quen. Kejadian naas ini terjadi tengah malam," jelas Arra dengan frustrasi, seraya menatap putrinya terlelap di atas tempat tidur, sesekali meringis saat menggerakan badan karena pegal.
"Kau pasti sangat terpukul, Arra, maafkan aku yang langsung mencecarmu dengan pertanyaan bodoh tadi." Quen menyesal telah melontarkan pertanyaannya, dia langsung memeluk teman yang sudah dia anggap sebagai saudaranya.
"Thanks, Quen." Arra membelas pelukan Quen dengan sangat erat.
"Jika King tidak mengatakan pada kami, mungkin saat ini kami tidak tahu kalau Alessia mengalami kecelakaan," jelas Quen seraya mengurai pelukan tersebut.
Carlos dan Mike sedang berbicara serius di luar ruangan, jadi di dalam ruang rawat hanya ada tiga wanita itu.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kita semua tahu kalau Alessia tidak akan mengalami kecelakaan seperti ini jika tidak ada satu hal besar yang mengacau pikirannya. Alessia adalah tipa wanita yang sangat perfectionis and patuh pada peraturan lalu lintas," bisik Quen lalu menarik lengan Arra menuju sofa. Dia takut kalau suaranya yang cempreng mengganggu Alessia yang sedang terlelap.
"Dia sangat terpukul, Quen, tunangannya berselingkuh dengan wanita lain. Bukan hanya dengan 1 orang tapi dengan beberapa wanita jallang. Putriku adalah wanita baik-baik, jadi tidak mengapa kalau dia harus putus dengan tunangannya yang brengsek itu!" jelas Arra dengan perasaan sedih dan penuh emosi.
"Oh My God! Bukankah mereka akan menikah?" tanya Quen setelah mengatasi rasa terkejutnya, dia menatap prihatin pada Arra yang terlihat terpukul atas kejadian kecelakaan yang menimpa Alessia.
"Itu masalahnya. WO dan gedung pernikahan sudah lunas semua, konsep pernikahan juga di tentukan. Jutaan dolar akan zonk," jawab Arra menghela nafas kasar. Sebenarnya Arra dan Carlos tidak mempermasalahkan uang tapi, rasa malu yang akan mereka dapat jika para relasi bisnis Carlos mengetahui kegagalan rencana pernikahan tersebut.
"Mau aku berikan saran, Arra?" tanya Quen menatap Arra dengan serius. Tiba-tiba sebuah ide gila melintas di otaknya.
"Bagaimana kita ganti calon mempelai prianya saja," usul Quenm tersenyum misteri.
"Mengganti mempelai pria? Siapa yang bersedia menggantikan posisi itu?" tanya Arra sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.
__ADS_1
"Ada, yaitu King," jawab Quen menaik turunkan alisnya sambil tersenyum penuh arti.
"What!!! Apa kau sudah gila?! Bagaimana bisa kau mempunyai pemikiran seperti itu?!" Arra menggelengkan kepalanya, tidak setuju. Bukan karena tidak menyukai King, namun dia lebih memikirkan perasaan Alessia dan King, karena mereka berdua masih muda dan pastinya mempunyai pilihan masing-masing.
"Tenang saja, Arra sayang. Semua tidak akan sulit, aku akan membujuk King agar mau menikah dengan Alessia, dan akhirnya kita akan menjadi besan. Jangan khawatir dan jangan memikirkan apa pun, biar semua ini akan aku urus, kau tinggal terima beresnya." Quen menjelaskannya dengan santai dan padat, membuat hati Arra menjadi gamang.
*
*
"Kau bodoh Carlos! Bagaimana bisa kau membiarkan Alessia pergi tanpa pengawalan?!" Mike menyalahkan Carlos. Karena sebagai seorang ayah sekaligus mantan mafia, Carlos seharusnya sigap dan memantau seluruh keluarganya.
"Kau tahu bagaiman sikap Arra? Arra tidak ingin anak-anaknya terkekang! Maka dari itu Arra juga tidak mau ada penjagaan atau pengawalan ketat untuk anak kami, dan juga Arra memintaku untuk menyembunyikan masa lalulku yang begiti gelap dari Alessia dan Alpha. Kau pasti juga seperti itu 'kan?" jelas Carlos, mengolok Mike yang kini berdehem pelan sambil melonggarkan dasinya, ketika salah tingkah mulai melanda.
__ADS_1
Carlos menahan tawa, melihat ekspresi Mike yang seperti itu. Sungguh mantan mafia yang menggemaskan.😂