
"Arra! Coba lihat, aku mempunyai kartu ajaib." Quen berjoget-joget sambil memegangi kartu hitam itu di depan dada. bibirnya tersenyum lebar bertanda jika dia sangat senang.
"Ha ha ha, aku juga punya! Sekarang tunggu apa lagi!"
"Maksudmu tunggu apa?" Quen tidak mengerti dengan ujung kalimat yang di ucapkan Arra.
"Tentu saja menghabiskan uang suami kita!" Arra tertawa terbahak, diikuti oleh Quen.
"Punya suami kaya raya harus di manfaatkan dengan baik. Selain itu kita harus bisa pegang kendali agar mereka tidak bisa berbuat macam-macam di luar sana." Arra memberikan saran kepada Quen.
"Kamu benar!" Quen menjawab sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Sekarang kita harus segera bersiap, karena hari ini kita akan berbelanja sampai puas." Arra berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai atas. Begitu pula dengan Quen yang melakukan hal yang sama, ia juga akan bersiap.
*
*
Carlos menendang kaki Mike dengan kuat ketika pria itu baru sampai di perusahaan, tepatnya di lobby.
"Kau sudah bosan hidup ya?! Apa kau tahu, aku menunggumu satu jam lebih! Dan sekarang kau baru sampai perusahaan di siang bolong seperti ini! Kau pikir ini perusaahan nenek moyangmu!" amuk Carlos pada asistennya itu.
__ADS_1
"Sudah puas marahnya? Sekarang kau merasakan yang aku rasakan!" ucap Mike seraya mengibaskan kaki kanannya yang terasa sakit karena di tendang Carlos.
"Apa maksudmu?" Carlos menatap penuh selidik.
"Dulu aku sering menunggu sampai berjam-jam saat kau sedang berada di dalam kamar dengan istrimu. Sekarang kau merasakannya juga 'kan. Jadi, anggap saja saat ini aku sedang balas dendam kepadamu!" jawab Mike seraya terseyum miring, ,mengejek bossnya.
"Dasar keparat!" umpat Carlos, mengejar Mike yang sudah masuk ke dalam lift.
"Hei! Jangan dekat-dekat! Kenapa aromamu seperti kambing jantan?" Mike memundurkan langkah ketika Carlos akan mencekiknya.
"Jangan banyak alasan!" kesal Carlos mengurungkan niatnya yang ingin menghajar Mike, ia berdiri tegak sembari mengendus lengan lalu beralih ke-ketiaknya, ia tidak mencium bau kambing melainkan aroma maskulin dari parfumnya.
"Dasar sialan! Tubuhku wangi parfum mahal!" Carlos menatap tajam Mike.
"Tidak," jawab Carlos sambil menyipitkan mata. Ada ide jahil melintas di otaknya. Ia menggeser kakinya, mendekati Mike.
"Hei!" Mike masih membekap mulut dan salah satu tangannya mendorong Carlos yang mepet-mepet padanya.
"Menjauhlah! Kau membuatku mual!" umpat Mike akan tetapi Carlos tidak mendengarkan, pria itu semakin menyudutkan Mike di sudut lift itu, kemudian ia memeluk Mike dengan erat hingga membuat asistennya meronta dan berteriak keras.
"Carlos!!!" teriak Mike sambil berusaha melepaskan pelukan bossnya itu.
__ADS_1
Saat mereka sedang asyik bergelut, mereka tidak sadar kalau pintu lift terbuka dan sudah sampai lantai paling atas.
Beberapa manager yang sedang menunggu lift langsung membekap mulut saat melihat kejadian itu. Boss dan asisten sedang berpelukan di dalam lift.
"Tuan ..." cicit salah satu manager kepada dua pria itu.
Dua pria gagah dan tampan yang berada di dalam lift itu tersadar dan langsung menjauhkan diri saat mendengar panggilan pelan dari salah satu karyawannya.
Mereka yang tadinya bersikap konyol, kini kembali memasang wajah dingin dan datar.
"Apa yang kalian lihat!" sentak Mike dengan nada mengerikan. Kemudian ia segera melangkahb keluar dari lift tersebut, diikuti oleh Mike.
Beberapa manager itu pun hanya bisa menunduk sambil menahan tawa dan juga ketakutan. Mereka tidak menyangka jika di balik sisi mengerikan dua pria itu ternyata bisa bersikap konyol dan menggelikan.
"Hancur sudah wibawaku di mata mereka!" geram Mike kepada Carlos.
"Hah! Wibawa apanya? Lebih berwibawa aku!" Carlos berjalan mendahului sambil menyenggol salah satu lengan Mike dengan keras.
"Hei!" teriak Mike tidak terima sambil memegangi pundaknya yang terasa sakit, kemudian ia membalas perbuatan Carlos, berjalan mendahului dan menyenggol pundak bossnya tidak kalah kuat. Begitu seterusnya, dan kedua pria itu saling senggol dan tidak ada yang mau mengalah.
****
__ADS_1
Kebayang nggak sih, sama tingkah konyol mereka berdua, wk wk wk wk.
Jangan lupa like-nya, bestie ...