
Alessia telah selesai dengan urusannya di dalam kamar mandi, wanita tersebut telah berganti pakaian dan kini kembali merebahkan diri di atas tempat tidur. Waktu setempat menunjukkan jam 6 pagi, dua pria tampan yang berada di ruangan tersebut telah terlelap di atas tempat sofa. Tapi tidak dengan Alessia yang tidak bisa tidur, kedua matanya menatap langit-langit kamar rawat. Pikirannya berkelana, mengingat kejadian beberapa saat yang lalu di mana King melihat bagian sensitifnya.
Alessia menggigit bibirnya, perasaannya galau, wajahnya memerah lantaran merasa malu yang menggerogoti pikiran dan hatinya.
"Pasti dia juga tidak bisa melupakan kejadian tadi. Memalukan! Pasti otaknya juga mesum!" Bibir Alessia terus bergumam mengumpati King. Wanita tersebut melirik King yang terlelap di sofa dengan posisi tengkurap.
Alessia menghembuskan nafasnya dengan kasar, berusaha melupakan kejadian itu yang terus menari-nari di otaknya.
Tok ... Tok ...
Ceklek
Alessia menatap ke arah pintu ruang rawatnya yang terbuka dari luar. Ternyata perawat dan dokter yang datang untuk visit pasien di pagi hari.
"Morning, Alessia, apa kabar? apakah tadi malam tidurmu nyenyak?" sapa dokter pria dengan ramah dan sopan.
"Seperti yang dokter lihat, kabarku sangat buruk!" jawab Alessia ketus seraya menunjuk kedua kaki lalu beralih menunjuk kepalanya yang di perban.
__ADS_1
Dokter dan perawat tersenyum mendengar jawaban pasiennya yang ketus, mereka tidak tersinggung karena memahami perasaan dan kondisi Alessia.
Dokter segera melalukan tugasnya, memeriksa kondisi Alessia. Setelah selesai melakukan perawatan, dokter dan perawat tersebut pamit undur diri karena harus memeriksa pasien lainnya.
Setelah dokter dan perawat keluar, tak berselang lama ada perawat masuk ke dalam ruang rawat itu sembari membawa sarapan dan obat untuk Alessia.
"Halo, Alessia sayang. Aku turut sedih dengan kondisimu, semoga lekas sembuh ya, jangan lupa habiskan sarapannya dan minum obatmu," ucap perawat tersebut seraya meletakkan nampan yang berisi semangkuk bubur, segelas air putih dan beberapa obat untuk Alessia.
"Thanks atas perhatiannya," jawab Alessia seraya tersenyum.
Alessia termenung, tak berselang lama kedua matanya berkaca-kaca kala mengingat tunangannya yang berselingkuh dengan wanita lain. Hatinya sangat sakit, dan hancur lebur. Padahal dia sangat percaya dan sangat mencintai Dexter, tapi pria bajingan itu telah norehkan luka yang begitu dalam di hatinya. Dadanya bergemuruh dan rasa sesak kian menjejal di dalam hati, membuatnya sampai kesulitan bernafas.
"Kau menangis lagi?" Suara King mengejutkan Alessia yang sedang menangis meratapi nasibnya yang begitu malang.
Alessia segera menghampus air matanya, menatap King yang berdiri di dekat tempat tidurnya, entah sejak kapan pria tersebut berada di sana, membuat Alessia kaget saja.
"Sepertiny bukan urusanmu, aku menangis atau tidak!" jawab Allesia ketus, menatap King yang masih berbuka bantal, dan rambut acak-acakan, tapi sialnya pria tersebut malah terlihat sangat tampan dengan penampilannya yang berantakan.
__ADS_1
"Heemm, kenapa kau begitu sombong kepadaku?" King bertanya seraya menatap Alessia dengan lekat.
"Aku sombong? Mungkin hanya perasaanmu saja!" jawab Alessia mendengus kesal.
King menaikkan sebelah alisnya, lalu menundukkan setengah badannya, mendekatkan wajahnya ke wajah Alessia yang sangat cantik saat di lihat dari dekat.
"Kau mau apa?!" Alessia terkejut, lalu memalingkan wajahnya ketika King semakin mendekatkan wajahnya.
***
Visual King, Hot Jeletot 😂
Visual Alessia, cuantik banget 🥰
__ADS_1