
Jika di dalam kamar hotel, pengantin baru sedang menikmati surga dunia. Berbeda dengan Alpha dan Kai yang saling menatap tajam, penuh permusuhan, kedua orang tersebut sedang berada di club malam.
"Aku tidak menyangka kalau sekarang kau jadi anak club," cibir Alpha, lalu menenggak wiskey-nya.
Kai tersenyum miring menanggapinya, "semuanya sudah tidak seperti dulu." Kai menatap Alpha dengan tajam.
"Yeah, I know, begitu pula dengan perasaanmu padaku apakah berubah?" tanya Alpha melirik Kai yang terlihat sangat tampan dan menggairahkan malam ini. Kai memakai kemeja putih, dan beberapa kancing bagian depan di biarkan dibuka, memperlihatkan dada bidang yang peluk-able. Rahang pria itu yang dulunya selalu mulus, kini di biarkan ditumbuhi bulu-bulu kasar. Penampilan Kai tidak terawat, tapi justru itu malah membuat Kai sangat tampan, Hot, dan mempesona. Di tambah lagi, kedua telinga pria tersebut di pasang anting, memberikan kesan bad boy.
"Maybe," jawab Kai tidak pasti.
Alpha tertawa mengejek, "Look, you are not sure of yourself!"
Kai menatap tajam pada Alpha, "jangan membuatku marah, Al!" tegas Kai, penuh ancaman.
Alpha tertawa semakin keras, seraya menaikkan kedua bahunya secara bersamaan, dia tidak peduli dengan ancaman Kai.
Kai mendengus lalu menuangkan vodca ke dalam gelas Alpha.
"Kai, aku tidak minum vodca!" Marah Alpha pada Kai yang sembarangan memberikannya minuman dengan kadar alkohol sangat tinggi itu.
__ADS_1
"Dasar lemah!" cibir Kai, membalas ejekan wanita di hadapannya ini.
"Apa kau bilang?!" Mendengar cibiran Kai, tentu saja Alpha tidak terima, dia tidak ingin di anggap lemah oleh Kai. Ini tidak bisa di biarkan. Alpha menatap tajam pada Kai, seraya mengambil gelas yang berisi vodca lalu menenggaknya hingga tandas.
"Iyuhhh!" Alpha menjulurkan lidahnya ketika rasa pahit, dan manis menguar di dalam mulut dan tenggorokannya.
Kai tertawa pelan melihat ekspresi Alpha, "again?" Kai mengangkat sebotol vodca di tangannya, lalu menuangkan kembali ke gelas Alpha.
Alpha mendengus, meski begitu dia menenggak kembali minuman beralkohol tersebut. Dan selanjutnya, Alpha menyambar sebotol vodca dari tangan Kai, lalu menenggaknya hingga tanda.
"Habis!" seru Alpha dengan bangga, seraya membalikkan botol tersebut di atas kepalanya, membuktikan kalau tidak ada sisa alkohol dari botol tersebut.
"Aku mau lagi!" pinta Alpha pada bartender.
"Aku akan membuktikan kepadamu kalau aku bukan wanita lemah! Dasar brengsek!" umpat Alpha, menatap tajam pada Kai yang duduk di sampingnya.
Setengah jam kemudian.
"Ha ha ha ha. Kai, kau sungguh lucu!" teriak Alpha sambil tertawa keras, lalu memukul meja bartender di hadapannya berulang kali.
__ADS_1
"Hentikan Al! Kau sudah mabuk!" geram Kai pada Alpha yang ingin minum vodca lagi.
"Ck! Aku belum mabuk! hi hi hi." Alpha menepis tangan Kai yang menghalanginya ingin mengambil sebotol vodca.
Kai mengusap wajahnya dengan kasar, dia segera membayar minuman mereka, lalu menarik paksa Alpha, menjauh dari meja bartender.
Suara musik DJ yang berdentum keras memenuhi area club malam tersebut membuat para pengunjungnya bertambah riuh. Banyak pemandangan erotis di setiap sudut club malam tersebut, tapi hal tersebut sudah menjadi pemandangan biasa bagi mereka.
Kai berjalan sambil memapah Alpha yang sudah mabuk dengan susah payah, karena wanita ini terus meronta dan ingin lepas darinya.
"Lepaskan aku!" teriak Alpha.
"DIAM!" bentak Kai, berjalan cepat keluar dari club malam tersebut, menuju parkiran kendaraan yang letaknya tak jauh dari sana.
Kai meletakkan Alpha di jok depan mobilnya, lalu memasangkan sabuk pengaman.
"Panas, aku ingin membuka pakaianku!" Alpha meracau sambil berusaha membuka dress yang di kenakannya.
"Shiit!" umpat Kai, seraya mencegah kedua tangan Alpha yang ingin melucuti pakaiannya sendiri.
__ADS_1
"Lepaskan aku!!" teriak Alpha, memberontak saat kedua tangannya di cekal oleh Kai.
"Kau sedang gila, Al, jangan membuka pakaianmu di hadapanku, atau kau akan tahu akibatnya!" desis Kai penuh ancaman.