DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
S2. King - King Sudah Berani


__ADS_3

"Bisa pergi dari sini? Aku muak melihat wajahmu!" usir Alessia pada King yang berada di dekatnya. Mata indah itu menatap King sangat tajam.


King tidak mempedulikan ucapan Alessia. Pria tampan itu malah semakin mendekati wanita tersebut.


"Aku tidak akan pergi," ucap King dengan tegas, seraya mendudukkan diri di tepian tempat tidur Alessia. "Kita akan segera menikah," lanjut King menatap Alessia dengan lekat.


Alessia memalingkan wajah, ketika di tatap seperti itu oleh King. Dia menghela nafas kasar seraya mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Sebenarnya dia tidak suka dengan King, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa menolak perjodohan tersebut.


Sungguh sial nasibnya.


Tak berselang lama pintu kamar rawat tersebut diketuk dari luar, masuklah dokter dan perawat yang akan melakukan visit.


"Hallo, Nona Eugino, apa kabar hari ini?" sapa dokter pria dengan ramah.


King beranjak dari duduknya, sedikit menggeser posisinya, memberikan ruang untuk dokter dan perawat untuk memeriksa Alessia.

__ADS_1


"Kabarku sangat buruk," jawab Alessia dengan nada kesal.


"Oke, aku paham ... kita periksa dulu," ucap dokter segera memeriksa kedua kaki Alessia yang sudah tidak di pasang gips lagi.


"Jahitannya sudah kering, semuanya oke ... dan kau boleh pulang besok pagi. Semangat Nona Eugino, apalagi di sini ada calon suamimu," ucap dokter tersebut dengan nada menggoda di akhir kalimat.


"Ck! Dokter tahu?" sahut King sembari bersedekap, dan tatapannya begitu tajam pada dokter yang usianya sudah tidak muda lagi itu.


"Ya, seluruh orang di kota ini tahu jika kalian akan menikah. Apakah kalian tidak melihat berita di televisi or media sosial? Nama dan foto kalian terpampang di mana-mana," jelas dokter tersebut tersenyum ramah, lalu berpamitan setelah memeriksa pasiennya.


"Kenapa kau marah-marah?" tanya King kembali duduk di tepian tempat tidur, lalu sedikit mencondongkan setengah badannya kearah Alessia. Dia tersenyum tipis ketika wajahnya berjarak sangat dekat dengan wajah cantik itu.


Alessia menahan nafas ketika wajah King hanya berjarak 5 cm dari wajahnya. "Menjauh dariku, King!" Alessia berkata dengan penuh penekanan.


"Tidak mau!" jawab King seraya menarik tengkuk Alessia dengan cepat, lalu melabuhkan kecuman manis di permukaan bibir Alessia.

__ADS_1


Alessia tercengang, ketika King dengan beraninya mencium bibirnya. Kemudian kedua tangannya terangkat untuk mendorong kedua sisi pundak pria tersebut, tapi sayang King langsung menahan kedua tangannya, bersamaan dengan pria tersebut semakin memperdalam ciuman itu, menyesap bibir sexy-nya atas bawah secara bergantian.


Alessia merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya, ketika merasakan ciuman tersebut semakin dalam. Tapi, kesadarannya masih penuh, dia tetap berusaha melepaskan ciuman tersebut, tapi sangat sulit karena King sepertinya tidak membiarkannya lolos.


King tersenyum di sela ciuman tersebut. Rasa bibir Alessia yang lembut dan manis, membuatnya langsung kecanduan, rasanya dia tidak ingin berhenti mencium Alessia.


"King!" Alessia menggeram kesal, di sela ciumannya tersebut, sembari terus berusaha meloloskan diri dari dekapan King.


King dengan terpaksa menyudahi ciumannya, dia sedikit menjauhkan diri, tapi wajah keduanya masih berjarak sangat dekat.


"Kenapa, Al?" tanya King menatap Alessia dengan tatapan sayu.


"Kenapa kau menjadi seperti ini?" tanya Alessia sedikitĀ  memundurkan setengah badannya.


"Kamu tanya kenapa? Karena aku mencintaimu ... aku mencintaimu sejak dulu. Apakah kau tidak pernah merasakan perasaan dan cintaku yang tulus ini?" tanya King dengan nada pelan, tatapan tajamnya begitu menghunus hingga menembus ke relung hati Alessia.

__ADS_1


"King ..." Alessia tercengang mendengar pengakuan King yang seketika membuat dadanya berdebar-debar.


__ADS_2